<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618</id><updated>2011-11-04T00:30:49.938-07:00</updated><category term='TNBBS'/><category term='PPATK'/><category term='OHL'/><category term='Kalimantan Selatan'/><category term='IHH'/><category term='Sumatera Selatan'/><category term='Taman Nasional'/><category term='UNFCCC'/><category term='Jawa Barat'/><category term='KPH'/><category term='BLU'/><category term='Sumatera Utara'/><category term='Satwa Langka'/><category term='Maluku'/><category term='Love Nature'/><category term='PKP2B'/><category term='Lampung'/><category term='Global Warming'/><category term='Pemerintah'/><category term='Tahukah Kamu...???'/><category term='UPT'/><category term='TNK'/><category term='IPB'/><category term='HTI'/><category term='BPK'/><category term='Papua'/><category term='BKSDA'/><category term='Jawa Tengah'/><category term='TNGHB'/><category term='KPA'/><category term='KPK'/><category term='Greenpeace'/><category term='BPKHDK'/><category term='BMCK'/><category term='PLTN'/><category term='Kalimantan Timur'/><category term='BBKSDA'/><category term='WALHI'/><category term='Jawa Timur'/><category term='BPS'/><category term='German'/><category term='Politisi'/><category term='Lempalhi'/><category term='LSM'/><category term='WWF'/><category term='TNBNW'/><category term='Green Tips'/><category term='HKM'/><category term='Riau'/><category term='Your Link'/><category term='International'/><category term='Menteri Kehutanan'/><category term='PSDA'/><category term='AMAN'/><category term='Jambi'/><category term='KAMK'/><category term='Perhutani'/><category term='ProFauna'/><category term='PSDH'/><category term='KAPHI'/><category term='Jakarta'/><category term='TPRSPHA'/><category term='HTR'/><category term='Hutan Mangrove'/><category term='BPKH'/><category term='NAD'/><category term='PHKA'/><category term='Illegal Logging'/><category term='Kalimantan'/><category term='KUR'/><category term='PPTK'/><category term='Gorontalo'/><category term='Konservasi'/><category term='Sumatera'/><category term='SPMH'/><category term='Ruang Terbuka Hijau'/><category term='PBB'/><category term='Konversi Hutan'/><category term='Kalpataru'/><category term='NTB'/><category term='Tools'/><category term='GEO'/><category term='Sulawesi Tenggara'/><category term='DKI Jakarta'/><category term='WOC'/><category term='Hutan Kota'/><category term='Polhut'/><category term='POLRI'/><category term='TNGHS'/><category term='Bengkulu'/><category term='Kalimantan Barat'/><title type='text'>I LOVE INDONESIA NATURE | HIJAUKAN BUMI KITA</title><subtitle type='html'>Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim
I Love Indonesia, Ilegal Logging, Anti Nuklir, Bahaya Nuklir, Aktivis Lingkungan Hidup, Terumbu Karang, Pantai dan Pulau Indonesia, Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim, Global Warming, Pulau Indonesia Tenggelam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>103</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5582809784199199695</id><published>2011-01-17T09:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T09:31:54.971-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Kamu...???'/><title type='text'>Manfaat dan Fungsi Hutan Rawa atau Fungsi Hutan Bakau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTR4uhIfcpI/AAAAAAAAATw/RX3Ag0K6inc/s1600/Hutan-Rawa-atau-Bakau.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTR4uhIfcpI/AAAAAAAAATw/RX3Ag0K6inc/s200/Hutan-Rawa-atau-Bakau.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kita mengenal beberapa istilah seperti sungai, danau, laut, rawa dan masih banyak lagi. Kita bahas sedikit tentang ‘rawa’. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, rawa diartikan sebagai tanah yang rendah (umumnya di daerah pantai) dan digenangi air, biasanya banyak terdapat tumbuhan air. Penggenangan air di rawa dapat bersifat musiman ataupun permanen. Hutan rawa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Jenis-jenis floranya antara lain: durian burung (Durio carinatus), ramin (Gonystylus sp), terentang (Camnosperma sp.), kayu putih (Melaleuca sp), sagu (Metroxylon sp), rotan, pandan, palem-paleman dan berbagai jenis lainnya. Faunanya antara lain : harimau (Panthera tigris), Orang utan (Pongo pygmaeus), rusa (Cervus unicolor), buaya (Crocodylus porosus), babi hutan (Sus scrofa), badak, gajah, musang air dan berbagai jenis ikan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis rawa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hutan rawa air tawar, memiliki permukaan tanah yang kaya akan mineral, biasanya ditumbuhi hutan lebat; Hutan rawa gambut, terbentuk dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang proses penguraiannya sangat lambat sehingga tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi; Rawa tanpa hutan, merupakan bagian dari ekosistem rawa hutan, namun hanya ditumbuhi tumbuhan kecil seperti semak dan rumput liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas rawa di Indonesia diperkirakan lebih dari 23 juta hektar. Peran dan manfaat hutan rawa : sumber cadangan air, dapat menyerap dan menyimpan kelebihan air dari daerah sekitarnya dan akan mengeluarkan cadangan air tersebut pada saat daerah sekitarnya kering; mencegah terjadinya banjir; mencegah intrusi air laut ke dalam air tanah dan sungai; sumber energi; sumber makanan nabati maupun hewani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa yang terjadi jika hutan rawa hilang?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * dapat mengakibatkan kekeringan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * dapat mengakibatkan banjir&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * hilangnya flora dan fauna di dalamnya&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * sumber mata pencaharian penduduk setempat berkurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh rawa yang sekarang menjadi cagar alam adalah cagar alam muara angke. Cagar alam muara angke terletak dibagian utara kota Jakarta, keberadaannya membentang sepanjang garis pantai dari muara karang ke barat ke arah kamal dengan panjang kurang lebih 5 km lebar 100 meter dengan luas kurang lebih 50,80 Ha. Akhir-akhir ini keadaanya sangat memprihatinkan karena rusaknya lingkungan ekosistem, pencemaran air laut, sampah plastik dan abrasi air laut. Padahal dari hutan ini kita dapat belajar banyak tentang berbagai jenis tumbuhan air, satwa unggas, reptil dll. Di kawasan Jakarta utara, tepatnya di daerah muara angke hingga ke barat ke kamal terdapat hutan mangrove (hutan bakau) yang dilindungi dan dijadikan cagar alam. Hutan mangrove ini membentang sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 5 km dan lebar 100 meter persegi. Hutan ini ditumbuhi dari berbagai macam tumbuhan air diantaranya pohon bakau (Rhizophora Mucronata), pohon api-api, akasia, dan tumbuhan perdu lainnya. Sedangkan satwa yang menjadi penghuni kawasan cagar alam ini diantaranya adalah musang, berang-berang dan monyet yang sudah semakin sulit ditemukan karena kelangkaan ketersediaaan makanan, selain itu ada 74 jenis burung diantaranya kuntul, blekok, pecuk, bango, belibis. Namun jika kita ke sana yang sering dijumpai adalah jenis kuntul dan belibis. Diperkirakan burung-burung ini sudah hijrah ke pulau rambut, lalu ada juga 4 jenis ikan dan 7 jenis reptil (biawak dan berbagai ular berbisa dan ular sanca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data dari Departemen Kehutanan prop DKI, keberadaan hutan di Jakarta terdiri dari: Hutan Lindung seluas 44,76 Ha, Hutan Cagar alam seluas 25.02 Ha, Hutan Wisata seluas 99,82 Ha, Cagar alam pulau Bakor seluas 18 Ha, dan Cagar alam Pulau Rambut seluas 45 Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fungsi Hutan dari sudut ekologis&lt;/b&gt;, hutan mangrove merupakan suatu bentuk ekosistem yang unik. Alasannya, di kawasan mangrove terpadu empat unsur biologis penting yang penting: daratan, pepohonan, fauna serta ekosistem. Sehingga, pengelolaan potensi hutan seperti ini harus tepat dan rasional agar fungsi ekologis dan ekonomisnya dapat dimanfaatkan secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fungsi hutan mangrove&lt;/b&gt; sendiri sebagai pelindung terhadap pengikisan pantai, pelindung terhadap angin laut, menahan intrusi air laut dan tempat berkembangnya biota laut, selain sebagai obyek penelitian dan obyek wisata yang perlu dikembangkan. Sebagai obyek penelitian, kita dapat melakukan berbagai penelitian tentang berbagai jenis tumbuhan air, tingkat pencemaran air laut, jenis-jenis satwa dan biota air lainnya. Namun jika keberadaanya semakin rusak bagaimana nanti kita mempertanggungjawabkanya terhadap anak cucu, merawat dan menjaganya adalah tugas kita bersama, hutan bukanlah warisan namun titipan dari anak cucu kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source :&amp;nbsp; http://www.lablink.or.id&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5582809784199199695?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5582809784199199695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2011/01/manfaat-dan-fungsi-hutan-rawa-atau.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5582809784199199695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5582809784199199695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2011/01/manfaat-dan-fungsi-hutan-rawa-atau.html' title='Manfaat dan Fungsi Hutan Rawa atau Fungsi Hutan Bakau'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTR4uhIfcpI/AAAAAAAAATw/RX3Ag0K6inc/s72-c/Hutan-Rawa-atau-Bakau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5006197861233681149</id><published>2011-01-17T09:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T09:00:20.035-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><title type='text'>Hutan Tropis Indonesia Jadi Harapan Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTR1Yh-xpfI/AAAAAAAAATs/l2_0hwPzQL4/s1600/100921btaman-hutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTR1Yh-xpfI/AAAAAAAAATs/l2_0hwPzQL4/s200/100921btaman-hutan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Fenomena perubahan iklim tak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara di Eropa maupun Amerika pun mengalami perubahan cuaca yang ekstrim. Alhasil, hutan tropis di Indonesia menjadi harapan untuk mengubah iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti diketahui bersama, hutan tropis memiliki nilai kerapatan simpanan karbon yang tinggi. Sumber plasma nutfah yang berlimpah ruah, dan merupakan habitat bagi beberapa satwa langka," terang Kepala Humas PPM Manajemen Hendi Suaeb dalam seminar "The Indonesian Pulp dan Paper Industry" di Jakarta, Senin (17/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hendi, untuk menangani perubahan iklim juga diperlukan babak baru dalam pengelolaan sumber daya hutan Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan.&amp;nbsp; Untuk itu, PPM Manajemen juga turut berupaya mencari solusi yang konstruktif. Dengan cara menyediakan wadah diskusi kepada pihak-pihak terkait ataupun LSM untuk &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://berita.liputan6.com/sosbud/201101/316252/Hutan.Tropis.Indonesia.Jadi.Harapan.Dunia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5006197861233681149?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5006197861233681149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2011/01/hutan-tropis-indonesia-jadi-harapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5006197861233681149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5006197861233681149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2011/01/hutan-tropis-indonesia-jadi-harapan.html' title='Hutan Tropis Indonesia Jadi Harapan Dunia'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTR1Yh-xpfI/AAAAAAAAATs/l2_0hwPzQL4/s72-c/100921btaman-hutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6847800226572841358</id><published>2011-01-17T08:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-17T09:30:55.248-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Selatan'/><title type='text'>Ribuan Hektar Hutan Lahat Terbakar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTRyH57LlDI/AAAAAAAAATo/SC57eKZItFU/s1600/2246582p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTRyH57LlDI/AAAAAAAAATo/SC57eKZItFU/s200/2246582p.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;LAHAT, KOMPAS.com - Ribuan hektar hutan di daerah Kecamatan Pajarbulan dan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan habis terbakar, Senin (17/1/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan titik api atau hotspot itu masih terdapat di lokasi kebakaran hutan pada dua kecamatan, yaitu Pajarbulan dan Gumay Ulu yang berbatasan dengan Kecamatan Kimim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum adanya upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah setempat membuat kebakaran hutan kian meluas, bahkan hingga memasuki kawasan hulan lindung Bukit Barisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Memang cukup luas hutan yang terbakar, bahkan diperkirakan mencapai ribuan hektar, mulai dari perbatasan Pagaralam hingga ke kawasan Kecamatan Kikim," kata Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, di daerah Kecamatan Gumay Ulu ini sudah sekitar dua bulan tidak hujan atau terjadi kemarau, sehingga mengakibatkan cukup luas hutan yang terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lokasi hutan terbakar berada di daerah perbukitan yang cukup jauh dan sulit dijangkau dengan kendaraan, sehingga kemungkinan sulit dilakukan upaya pemadaman api itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebakaran juga sering terjadi pada malam hari diduga akibat ada orang yang membuang puntung rokok sembarangan atau pekebun yang melakukan pembakaran lahan untuk perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Medan di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau membuat upaya pemadaman api tidak dapat dilakukan, apalagi api merambat cukup cepat menelusuri kawasan perbukitan di beberapa daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Lahat Saifudin Aswari Rifai, mengakui saat musim kemarau ada beberapa daerah yang rawan kebakaran hutan, yaitu Kecamatan Tanjungtebad, Kikim, Kota Agung, Pajarbulan dan termasuk Kecamatan Gumay Ulu, mengingat banyak hutan semak belukar yang ditumbuhi rumput ilalang dan kayu kecil sehingga mudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan segera menurunkan tim untuk melakukan langkah pencegahan dan mengimbau warga setempat agar menghentikan pembakaran lahan untuk kebun kopi saat kemarau," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://regional1.kompas.com/read/2011/01/17/19483877/Ribuan.Hektar.Hutan.Lahat.Terbakar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6847800226572841358?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6847800226572841358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2011/01/ribuan-hektar-hutan-lahat-terbakar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6847800226572841358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6847800226572841358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2011/01/ribuan-hektar-hutan-lahat-terbakar.html' title='Ribuan Hektar Hutan Lahat Terbakar'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TTRyH57LlDI/AAAAAAAAATo/SC57eKZItFU/s72-c/2246582p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6164736932447017722</id><published>2010-06-30T05:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T05:31:33.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLRI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SPMH'/><title type='text'>Mafia Hutan Dibeking Politikus</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCs4bOW2a3I/AAAAAAAAATU/g5NUrl1W2PA/s1600/lahangambut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCs4bOW2a3I/AAAAAAAAATU/g5NUrl1W2PA/s320/lahangambut.jpg" style="cursor: move;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta - Anggota Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa mengatakan, mafia kasus kejahatan kehutanan, khususnya pembalakan liar, didukung oleh oknum politisi dan aparat penegak hukum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pembiaran disebabkan salah satunya oleh praktik `backing` (dukungan) kekuasaan dan oknum aparat penegak hukum. Dukungan oknum politisi dan atau aparat penegak hukum telah memasuki wilayah mafia hukum," kata Mas Achmad saat menjadi salah satu pembicara dalam seminar tentang kejahatan kehutanan di Jakarta, Selasa (29/06).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mas Achmad menjelaskan, dukungan oknum politisi dan penegak hukum itu bertujuan untuk menghambat proses hukum terhadap kasus-kasus pembalakan liar. Dukungan oknum politisi dan penegak hukum diduga bisa melindungi aktor intelektual pembalakan liar.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Atau untuk mengatur agar kasus itu hanya berhenti pada pelaku di lapangan saja," kata Mas Achmad menambahkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasar kajian Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, mafia kasus kehutanan bisa terjadi pada tahap perizinan pengusahaan hutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap itu, mafia antara lain akan mengatur pemberian izin analisis dampak lingkungan meski tidak sesuai aturan, izin mengelola hutan di kawasan yang tidak semestinya, serta pemberian izin untuk dijual lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mafia juga beroperasi pada tahap penebangan pohon. Selain itu, Mas Achmad juga mengatakan ada potensi praktik mafia hukum pada proses pengangkutan kayu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu, Mas Achmad mengusulkan penguatan sistem pengawasan terhadap penyelenggara negara dan penegakan hukum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengawasan bisa dilakukan langsung oleh masyarakat atau melalui lembaga yang sudah ada, seperti komisi kejaksaan atau komisi kepolisian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mas Achmad juga menyatakan, mekanisme perlindungan saksi atau pelapor akan meningkatkan kualitas pengusutan kasus-kasus kejahatan kehutanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wakil Ketua KPK, M. Jasin yang juga menjadi pembicara dalam seminar itu berharap, aparat penegak hukum tidak hanya menggunakan Undang-undang Kehutanan dalam mengusut kasus pembalakan liar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Jasin, kasus kehutanan juga harus diusut dengan menggunakan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-undang Pencucian Uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dengan menggunakan instrumen tambahan ini, diharapkan penegakan hukum di sektor kehutanan bisa lebih diperkuat," kata Jasin.(ant/waa)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.erabaru.net/top-news/37-news2/14993-mafia-hutan-dibeking-politikus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6164736932447017722?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6164736932447017722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/mafia-hutan-dibeking-politikus.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6164736932447017722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6164736932447017722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/mafia-hutan-dibeking-politikus.html' title='Mafia Hutan Dibeking Politikus'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCs4bOW2a3I/AAAAAAAAATU/g5NUrl1W2PA/s72-c/lahangambut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1667800964271225533</id><published>2010-06-30T05:26:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T05:26:08.383-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sulawesi Tenggara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNGHB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polhut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menteri Kehutanan'/><title type='text'>Rumah-Vila di Hutan Lindung Milik Para Jenderal Purnawirawan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCs1u1C-nbI/AAAAAAAAATM/tQhpfyyVbGk/s1600/Hutan-Gundul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCs1u1C-nbI/AAAAAAAAATM/tQhpfyyVbGk/s320/Hutan-Gundul.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus mirip kepemilikan tanah Taman Nasional Gunung Halimun Bogor masih marak terjadi. Di daerah Sulawesi Tenggara, Kementerian Kehutanan (Kemhut) menemukan ratusan rumah maupun villa dibangun di atas tanah hutan lindung. Parahnya, ketika aparat akan menindak para pemilik rumah, mereka bisa menunjukkan sertifikat hak milik atas lahan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari kasus-kasus semacam itu, Kemhut menegaskan akan terus menyusuri kemungkinan kejadian serupa di banyak daerah. "Polisi hutan akan terus bergerak untuk mencari kasus serupa," ujar M. Awriya Ibrahim Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan Kementerian Kehutanan, Selasa (29/6/2010).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengenai penertiban kepemilikan vila di daerah Halimun, Awirya mengatakan sudah mengeluarkan surat penyidikan pada dua hari lalu. Surat ini akan menjadi dasar para petugas di lapangan untuk bisa menindak tegas para pemilik villa yang tetap ngotot memiliki tempat pelesiran itu. "Akan ada operasi yustisi untuk menindak ini," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemhut sendiri masih mau bersabar untuk meminta pada para pemilik vila yang kebanyakan adalah para pensiunan jenderal tentara untuk segera merobohkan vila-vila miliknya ini. "Tetapi kalau masih membandel, akan kita tindak sesuai dengan Undang-Undang Kehutanan," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fenomena ini membuat Kemhut terheran-heran. Sebab tidak mungkin ada tanah hutan lindung disertifikatkan. "Daerah hutan lindung adalah kawasan tertutup untuk ditinggali, bagaimana mungkin mereka bisa membangun vila," katanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tribunnews.com/2010/06/30/rumah-vila-di-hutan-lindung-milik-para-jenderal-purnawirawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1667800964271225533?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1667800964271225533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/rumah-vila-di-hutan-lindung-milik-para.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1667800964271225533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1667800964271225533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/rumah-vila-di-hutan-lindung-milik-para.html' title='Rumah-Vila di Hutan Lindung Milik Para Jenderal Purnawirawan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCs1u1C-nbI/AAAAAAAAATM/tQhpfyyVbGk/s72-c/Hutan-Gundul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5874825555445383948</id><published>2010-06-30T05:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T05:27:06.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNGHS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Nenek Tewas Diamuk Babi Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCszojOne8I/AAAAAAAAATE/kdN3UMIIrN4/s1600/Babi1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCszojOne8I/AAAAAAAAATE/kdN3UMIIrN4/s320/Babi1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Lebak (ANTARA News) - Seorang nenek warga Cilebang, Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, tewas akibat diserang babi hutan yang masuk ke perkampungan di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Korban yang tewas itu bernama Sarni (60) setelah diserang babi hutan yang mengamuk hingga melukai bagian mata, kaki dan pinggang," kata Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi Widoni Fedri saat dihubungi, Selasa malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi Minggu (27/6) sore secara tiba-tiba seekor babi berukuran besar keluar dari arah hutan lindung Soronggo Congoh masuk ke wilayah permukiman warga di Kampung Cilebang, Desa Sukajaya, Kecamatan Sobang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat babi hutan masuk ke perkampungan warga setempat mengejar beramai-ramai untuk membunuhnya. Namun, babi hutan itu masuk ke rumah nenek Sarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban saat itu sedang berada dalam rumah dan kemungkinan terkena serangan babi hutan yang memiliki taring sekitar 15 centimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa tersebut, nenek Sarni tewas dan dua warga lainnya Nurhasan (45) dan Sarka (50) luka parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua warga yang selamat dari terjangan babi hutan hanya beberapa meter dari rumah nenek Sarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, setelah menerjang Nurhasan dan Sarka warga berhasil menangkap dan membunuh binatang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, ujar dia, populasi babi hutan terdapat di habitatnya di hutan lindung Soronggo Congoh yang merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya minta warga agar selalu waspada terhadap serangan babi hutan itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Rusli (45) warga Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, mengaku saat ini keberadaan babi hutan sangat meresahkan warga, selain merusak tanaman palawija juga suka masuk ke perkampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami belum lama ini tanaman jagung siap panen habis dimakan babi hutan itu," katanya. (MSR/K004)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.antaranews.com/berita/1277840334/nenek-tewas-diamuk-babi-hutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5874825555445383948?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5874825555445383948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/nenek-tewas-diamuk-babi-hutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5874825555445383948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5874825555445383948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/nenek-tewas-diamuk-babi-hutan.html' title='Nenek Tewas Diamuk Babi Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TCszojOne8I/AAAAAAAAATE/kdN3UMIIrN4/s72-c/Babi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6457169728833280190</id><published>2010-06-09T06:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T00:07:33.587-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNBNW'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taman Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konversi Hutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gorontalo'/><title type='text'>Aktivis: Tinjau Kembali Alih Fungsi Hutan Gorontalo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TA-QEYIY3-I/AAAAAAAAAS8/vgk2yypy4KE/s1600/kebakaran+hutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TA-QEYIY3-I/AAAAAAAAAS8/vgk2yypy4KE/s320/kebakaran+hutan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;TEMPO Interaktif, Gorontalo - Sejumlah aktivis lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Untuk Bumi meminta alih fungsi hutan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) ditinjau kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsurya Warman Amsa, salah seorang pegiat di Komunitas mengatakan alih fungsi hutan seluas 14 ribu hektare menjadi hutan produksi hanya akan menghancurkan ekosistem yang ada dalam kawasan hutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Salah satu indikatornya adalah burung. Jika dilakukan alih fungsi, maka burung endemik seperti maleo akan punah dengan sendirinya,” kata Amsurya yang juga sebagai senior officer program Wallacea Burung Indonesia, kepada Tempo, Rabu (9/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama Jufri Hard, salah seorang pegiat di Komunitas. Menurutnya, burung maleo hanya akan ditemukan di Pulau Sulawesi, sedangkan kawasan hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan salah satu wilayah konservasi dan habitat burung maleo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya juga menilai alih fungsi hutan menjadi areal pertambangan tersebut justru akan membawa bencana ekonomi, ekologis, dan sosial terhadap masyarakat di kawasan hutan taman nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Untuk Bumi merupakan gabungan organisasi pegiat lingkungan yang ada di Gorontalo. Sejumlah organisasi yang tergabung di dalamnya, antara lain Perkumpulan Burung Indonesia, Jaringan Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam, Program Teluk Tomini, Aliansi Jurnalis Independen, serta sejumlah dosen dari Universitas Negeri Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energi Provinsi Gorontalo menilai alih fungsi hutan di sejumlah wilayah di Gorontalo dapat menguntungkan daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baskoro, Kepala Sub Dinas Pengelolaan Kawasan Hutan dan Pertambangan Dinas Kehutanan dan Pertambangan Provinsi Gorontalo mengatakan alih fungsi hutan itu terjadi karena dinamika pembangunan yang berkembang di daerah itu, sehingga pertimbangan alih fungsi sudah dilihat dari berbagai aspek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, hutan yang dialihfungsikan itu ada yang memiliki sumber daya alam yang bernilai ekonomi cukup tinggi, seperti hasil pertambangan berupa emas, nikel dan tembaga di kawasan hutan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah telah mempertimbangkan beberapa aspek, yakni segi ekologis, ekonomi dan aspek sosial," kata Baskoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, alih fungsi hutan di kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone itu telah ditetapkan oleh anggota DPR RI Komisi IV beberapa waktu lalu. CHRISTOPEL PAINO &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/06/09/brk,20100609-253730,id.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6457169728833280190?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6457169728833280190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/aktivis-tinjau-kembali-alih-fungsi.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6457169728833280190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6457169728833280190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/aktivis-tinjau-kembali-alih-fungsi.html' title='Aktivis: Tinjau Kembali Alih Fungsi Hutan Gorontalo'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TA-QEYIY3-I/AAAAAAAAAS8/vgk2yypy4KE/s72-c/kebakaran+hutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2088567634636634876</id><published>2010-06-06T23:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T23:45:26.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konversi Hutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Selatan'/><title type='text'>Wali Kota Temukan Hutan Lindung Bersertifikat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAyVZZsA4VI/AAAAAAAAAS0/_boQTOk7sIA/s1600/cagar+alam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAyVZZsA4VI/AAAAAAAAAS0/_boQTOk7sIA/s320/cagar+alam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Pagaralam, Sumsel (ANTARA) - Wali Kota Pagaralam, Sumatra Selatan, Djazuli Kuris, menemukan puluhan hektare hutan lindung di lereng Gunung Dempo Kampung IV, Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara sudah memiliki sertifikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan itu, menurut informasi dari Pemkot di Pagaralam, Senin, terungkap saat Wali Kota Djazuli Kuris melakukan peninjauan langsung ke lokasi hutan lindung itu pada Sabtu (5/6) di Kampung IV Afdeling III Gunung Dempo.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kawasan hutan lindung tersebut, saat ini sudah beralihfungsi menjadi tempat bertanam sayuran dan perkebunan kopi milik warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi hutan lindung yang bersebelahan dengan perkebunan teh di Afdeling III milik PTPN VII tersebut sudah dipatok-patok sesuai dengan pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah akan melakukan upaya pengambilalihan daerah hutan lindung di kaki Gunung Dempo yang sudah dirambah dan menjadi perluasan perkebunan warga tersebut, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang hutan lindung sudah diatur dalam UU Nomor 41 tahun 1999 tidak boleh dirusak, kenapa ada yang sudah memiliki sertifikat atas nama pribadi," kata Djazuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyatakan, meskipun sudah ada sertifikat, Pemkot Pagaralam akan mengambil alih untuk dihijaukan kembali menjadi kawasan hutan lindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, tidak ada aturannya hutan lindung bisa disertifikatkan sehingga menjadi milik pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu jelas menyalahi aturan dan dapat merusak alam termasuk ekosistem kawasan Gunung Dempo, kata dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lurah Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara, Kota Pagaralam, mengatakan sebagian besar lahan yang dahulunya hutan lindung di Kampung IV kaki Gunung Dempo, Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagaralam Utara bersebelahan dengan PTPN VII unit perkebunan teh, sudah rusak dan gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisinya saat ini sudah banyak beralihfungsi dari hutan menjadi lahan dan kebun kopi, bahkan ada yang sudah bersertifikat atas nama pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengakui, selama ini pihaknya tidak berani memberikan teguran dan menanami kembali daerah tersebut dengan pohon penghijauan, mengingat sebagian besar sudah ada sertifikatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan di kaki Gunung Dempo bersebelahan dengan kebun teh milik PTPN VII ini, sudah puluhan tahun dirambah warga setempat untuk dijadikan lahan bertanam sayuran dan kebun kopi, kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami belum dapat mendata secara konkret luas dan jumlah lahan yang sudah diklaim warga menjadi pemilik sah dengan bukti sertifikat dari BPN, meskipun dahulunya merupakan kawasan hutan lindung milik negara. Diperkirakan ada puluhan hektare bahkan bisa mencapai ratusan hektare luasnya," kata dia pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan hutan lindung yang sudah beralihfungsi menjadi perkebunan itu, mulai dari batas kampung III hingga memasuki daerah di ketinggian 1.900 dari permukaan laut (dpl).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://id.news.yahoo.com/antr/20100607/tid-wali-kota-pagaralam-temukan-hutan-li-f9ffe45.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2088567634636634876?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2088567634636634876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/wali-kota-temukan-hutan-lindung.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2088567634636634876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2088567634636634876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/wali-kota-temukan-hutan-lindung.html' title='Wali Kota Temukan Hutan Lindung Bersertifikat'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAyVZZsA4VI/AAAAAAAAAS0/_boQTOk7sIA/s72-c/cagar+alam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5608754172343943274</id><published>2010-06-06T23:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T23:39:34.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gorontalo'/><title type='text'>Hutan Lindung Tetap Tak Terlindungi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAyT-fp_peI/AAAAAAAAASs/e7TGHTZO5uc/s1600/hutan+lindung+tak+terlindungi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAyT-fp_peI/AAAAAAAAASs/e7TGHTZO5uc/s200/hutan+lindung+tak+terlindungi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;GORONTALO&amp;nbsp; — Penjarahan kayu dalam jumlah besar di kawasan hutan lindung Gunung Boliohuto, Kabupaten Gorontalo, masih terus terjadi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Dari hasil temuan Generasi Muda Pecinta Alam (GMPA) Mutiara Gorontalo, belum lama ini, puluhan meter kubik kayu dari beraneka jenis pohon di kawasan hutan tersebut habis ditebang hanya dalam waktu satu minggu," kata Ketua GMPA Dirman Ali, Senin (7/6/2010).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan, dari hasil penelusuran GMPA selama beberapa hari di Dusun Bondula di dekat kawasan hutan lindung Boliohuto, penebangan liar menjadi pemandangan sehari-hari.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Setiap orang dapat menebang kayu sebanyak 2 meter kubik dengan jumlah penebang 10 orang setiap hari. Mereka menggunakan sapi untuk menurunkan kayu dari gunung," katanya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan dari para tokoh masyarakat setempat, kata dia, tidak kurang dari 500 meter kubik kayu habis ditebang di kawasan hutan lindung itu setiap bulan. Itu berlangsung sejak 1990-an.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dari ratusan meter kubik kayu hasil penebangan pohon, bahkan sebagian hanya dibiarkan begitu saja berada di gunung karena sulit diangkut oleh sapi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kayu-kayu tersebut dijual kepada pemasok kayu seharga Rp 500.000 hingga Rp 1 juta per meter kubik, tergantung jenis dan kualitas kayu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Penjarahan kayu tersebut sebelumnya juga dikeluhkan warga Dusun Bondula. Puluhan kepala keluarga setempat bahkan telah membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan yang mengecam penjarahan tersebut dan meminta pemerintah daerah meninjau izin pengelolaan hutan produksi setempat.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Dusun Bondula memang memiliki hutan produksi, namun penebangan kayu di sana telah jauh merambah ke kawasan hutan lindung," kata Dirman Ali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://regional.kompas.com/read/2010/06/07/09014753/Hutan.Lindung.Tetap.Tak.Terlindungi#&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5608754172343943274?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5608754172343943274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/hutan-lindung-tetap-tak-terlindungi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5608754172343943274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5608754172343943274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/06/hutan-lindung-tetap-tak-terlindungi.html' title='Hutan Lindung Tetap Tak Terlindungi'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAyT-fp_peI/AAAAAAAAASs/e7TGHTZO5uc/s72-c/hutan+lindung+tak+terlindungi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5844383187755767912</id><published>2010-05-30T19:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T19:22:30.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bengkulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HKM'/><title type='text'>Alih Fungsi Hutan di Tanah Air Dihentikan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAMczwkNKpI/AAAAAAAAASk/LN0b6OHC37M/s1600/2589208283-alih-fungsi-hutan-di-tanah-air-dihentikan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAMczwkNKpI/AAAAAAAAASk/LN0b6OHC37M/s320/2589208283-alih-fungsi-hutan-di-tanah-air-dihentikan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Bengkulu (ANTARA) - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan alih fungsi kawasan hutan di tanah air mulai tahun ini dihentikan hingga 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghentian alih fungsi kawasan hutan itu terjadi pada semua tanaman komuditi termasuk kelapa sawit, dalam rangka mengamankan kawasan hutan yang saat ini sudah sangat kritis, katanya di Bengkulu, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawasan hutan kita perlu ditata ulang dan dihijaukan bagi yang sudah terlanjur rusak, sehingga akan mendukung resapan karbon (CO2) yang sangat dibutuhkan semua mahluk hidup," katanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali usulan untuk mengalihfungsikan kawasan hutan dari status lindung ke hutan produksi dan lainnya, namun semua itu untuk sementara dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi Bengkulu saja sudah mengusulkan ratusa ribu hektare untuk dapat dialihfungsikan, belum termasuk beberapa daerah lain. Namun semua itu tidak akan diproses, mengingat kerusakan kawasan hutan di tanah air sudah makin bertambah, kata menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kawasan hutan yang terlanjur rusak akan dihijaukan kembali dengan tamaman kayu sesuai keunggulan masing-masing daerah, seperti di Bengkulu bisa dikembangkan kayu bawang, bambang lanang dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah memprogramkan penghijauan pada lahan seluas 500 ribu hektare dengan dana APBN antara Rp2,5-Rp3 triliun, namun untuk tahun 2010 akan dialokasi dana Rp675 miliar guna membiayai pengadaan 50 juta bibit tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah akan melakukan pengadaan sebanyak satu triliun bibit tanaman, termasuk jenis kayu trembesi. Dari jumlah itu, 500 juta bibit dibiayai APBN dan sisanya dari dana APBD," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan pengelolaan kawasan hutan ke depan lebih diprioritaskan pada pola hutan kemasyarakatan (HKM) dengan melibatkan sekitar 100 ribu kelompok masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, katanya, juga menggalakkan pola hutan desa yang langsung ditangani desa di sekitar kawasan hutan, di mana masyarakatnya akan diberikan kewenangan penuh dalam mengelola kawasan hutan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5844383187755767912?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5844383187755767912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/alih-fungsi-hutan-di-tanah-air.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5844383187755767912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5844383187755767912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/alih-fungsi-hutan-di-tanah-air.html' title='Alih Fungsi Hutan di Tanah Air Dihentikan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/TAMczwkNKpI/AAAAAAAAASk/LN0b6OHC37M/s72-c/2589208283-alih-fungsi-hutan-di-tanah-air-dihentikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4889502347370894221</id><published>2010-05-24T06:44:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T06:44:21.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WWF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konversi Hutan'/><title type='text'>Hutan Tropis Hijau Pengaruhi Populasi Gajah</title><content type='html'>&lt;div class="" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S_qCfAPFooI/AAAAAAAAASc/03rEyGDTGig/s1600/tanaman+dirusak+gajah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S_qCfAPFooI/AAAAAAAAASc/03rEyGDTGig/s320/tanaman+dirusak+gajah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Dumai (ANTARA News) - Organisasi perlindungan hewan World Wide Fund (WWF) menyatakan hutan tropis hijau di Provinsi Riau sangat menpengaruhi populasi hewan berumur panjang, terutama gajah Sumatera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Humas WWF Riau, Syamsidar yang dihubungi ANTARA dari Dumai, Minggu, menerangkan, hewan mamalia yang memiliki katahanan hidup selama 70 tahun itu sangat rentan udara yang cenderung panas, sehingga keberadaan hutan yang masih hijau memang sangat membantunya dalam populasi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Populasi satwa liar termasuk Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang memiliki daya jelajah sejauh 20 km per 24 jam membutuhkan lahan yang cukup luas untuk membuatnya nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah tersebut membutuhkan makanan berupa 150 kg dedaunan dan 180 liter air per hari, terang Syamsidar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan meningkatnya laju degradasi hutan, maka semakin sempit juga habitat gajah. Sehingga lahan untuk mencari makan dan minum semakin sulit dijumpai gajah, demikian pula konversi hutan menjadi lahan-lahan pertanian, mengakibatkan sumber pakan dan air yang alami jauh berkurang," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian menurut Syamsidar, membuat terjadinya percikan konflik antara gajah yang mencari makan dan manusia yang menanam sumber makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban pun mulai berjatuhan, menyebabkan menurunnya jumlah populasi gajah, dan membuat satwa ini menjadi terancam kepunahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyempitan dan hilangnya habitat, terang Syamsidar, juga dikarenakan oleh aktifitas penebangan yang marak di dalam hutan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran manusia yang semakin mencerai-beraikan kumpulan gajah ini membuat komunitas gajah mulai mencari `tempat makan` yang lain yaitu dengan menyerang kebun-kebun yang menyediakan makanan berlimpah, seperti kelapa sawit dan tanaman palawija milik warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, katanya, di Desa Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang hampir setiap hari di sepanjang tahun 2007 hingga 2010 ini terus mengalami serangan gajah yang membuat masyarakat desa tersebut tidak bisa untuk membudidayakan sawit karena takut akan diserang gajah sehingga konflik pun tak terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal demikian perlu menjadi `PR` kita bersama, bahwa gajah juga hewan yang butuh kenyamanan dalam populasinya, sama dengan kita manusia," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sifatnya, ungkap Syamsidar, gajah terbagi atas dua kelompok, yaitu yang biasanya didominasi oleh kumpulan gajah betina, dan yang merupakan gajah jantan tunggal (soliter-Red) yang selalu menyendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara gajah dan manusia yang kian meningkat di desa Petani menurut Syamsidar disebabkan karena terus berkurangnya lahan tempat tinggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam serangannya, jelasnya, gajah-gajah itu hanya mencoba mempertahankan populasinya, dimana habitatnya telah terpotong oleh kegiatan manusia seperti pembukaan lahan untuk lahan pertanian dan kebun masyarakat, sehingga mengakibatkan timbulnya konflik dan terbunuhnya gajah, yang secara otomatis mengurangi populasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini akan membuat semakin tingginya ancaman kepunahan satwa ini akibat ulah tangan manusia," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diterangkan warga setempat kepada ANTARA, eskalasi konflik gajah dan manusia di Desa Petani, Kecamatan Mandau, terus meningkat sejak awal bulan Maret yang mengakibatkan kerusakan di perkebunan dan rumah warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, seorang warga Desa Petani, Anjar (40), beberapa waktu lalu sempat mengancam akan membunuh gajah yang berkeliaran di perkampungan apabila dalam waktu dekat pemerintah tidak mengambil tindakan terhadap hewan yang dilindungi itu.&lt;br /&gt;(KR-FZR/D009)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://antaranews.com/berita/1274612539/hutan-tropis-hijau-pengaruhi-populasi-gajah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4889502347370894221?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4889502347370894221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/hutan-tropis-hijau-pengaruhi-populasi.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4889502347370894221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4889502347370894221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/hutan-tropis-hijau-pengaruhi-populasi.html' title='Hutan Tropis Hijau Pengaruhi Populasi Gajah'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S_qCfAPFooI/AAAAAAAAASc/03rEyGDTGig/s72-c/tanaman+dirusak+gajah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-9172865490145550060</id><published>2010-05-24T06:38:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T06:40:30.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konversi Hutan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menteri Kehutanan'/><title type='text'>Timah Rencana Konversi Bekas Tambang Jadi Hutan Industri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S_qBrNikTsI/AAAAAAAAASU/6VrTDfX-YHU/s1600/554241.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S_qBrNikTsI/AAAAAAAAASU/6VrTDfX-YHU/s320/554241.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;INILAH.COM, Jakarta - PT Timah Tbk (Persero) merencanakan lahan bekas tambang timah yang berada di daerah Babel akan dikonversi menjadi hutan industri atau hutan produksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami ingin mengkonversi lahan bekas tambang kami di Babel menjadi hutan tanaman industri. Sehingga, dalam 4-5 tahun bisa mendapatkan hasil yang nantinya untuk menkonversi lahan lainnya," kata Direktur Utama Timah, Wahid Usman di Jakarta, Senin (24/5).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menjelaskan untuk merealisaskan rencana tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan bagaimana memafaatkan lahan bekas tambang sehingga bisa menguntungkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun ini Timah juga rencananya akan mengkonversi sekitar 1,6 hektar lahan bekas nikel. Adapun investasi per hektarnya diperkirakan mencapai Rp15 juta. [cms]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://inilah.com/news/read/ekonomi/2010/05/24/554241/timah-rencana-konversi-bekas-tambang-jadi-hutan-industri/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-9172865490145550060?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/9172865490145550060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/timah-rencana-konversi-bekas-tambang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/9172865490145550060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/9172865490145550060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/timah-rencana-konversi-bekas-tambang.html' title='Timah Rencana Konversi Bekas Tambang Jadi Hutan Industri'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S_qBrNikTsI/AAAAAAAAASU/6VrTDfX-YHU/s72-c/554241.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5859067747639935562</id><published>2010-05-16T02:54:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T03:05:49.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Utara'/><title type='text'>Hutan Sumatera Selatan Rusak Parah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S-_AD7MfwXI/AAAAAAAAASM/EhRL2M-8RwU/s1600/hutan+rusak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S-_AD7MfwXI/AAAAAAAAASM/EhRL2M-8RwU/s320/hutan+rusak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MUSI BANYUASIN, KOMPAS.com - Kondisi hutan di Sumatera Selatan saat ini cukup parah, demikian dikatakan Menhut Zulkifli Hasan, saat kunjungan kerja ke Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Abdul Bari, Menhut mengimbau agar pemerintah daerah dapat berupaya untuk melindungi kawasan hutan yang ada di wilayahnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zulkifli, hutan di Sumatera pada umumnya memiliki kekayaan beraneka ragam flora dan fauna yang tidak dimiliki oleh negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembangunan infrastruktur untuk pemerintahan di daerah ini cukup pesat, tetapi masih kurang hijau," kata dia pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini secara menyeluruh kawasan hutan di Sumatera telah mengalami kerusakan yang cukup parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kondisi terparah hutannya, yakni dari Riau sampai ke Sumatera Utara," ujar Zulkifli pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhut mengingatkan, apabila kondisi hutan itu tidak dijaga dari sekarang, maka kekayaan faunanya yang langka seperti harimau yang dalam catatannya saat ini hanya mencapai 300-400 ekor, dan gajah yang hanya terbilang ratusan ekor saja akan terancam dan menghadapi kepunahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, diharapkan peran masyarakat yang besar untuk bersama-sama pemerintah mewujudkan kelestarian alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhut juga menyampaikan bahwa untuk menjaga keberadaan alam ini, tanaman monokultur tidak boleh lebih dari 30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila tanaman monokultur di daerah lebih dari 30 persen, akan mendorong terjadi ketidakseimbangan dan kerusakan alam yang parah," ujar pria asal Lampung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menawarkan, dalam mempertahankan keberadaan hutan, solusi yang harus dilakukan adalah sistem restorasi ekosistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, pola itu merupakan satu-satunya yang efektif untuk menjaga kelestarian alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dia mengimbau, agar masyarakat khususnya warga Sumsel dapat melakukan gerakan menanam secara besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alihfungsi hutan hanya akan berdampak pada kerusakan lingkungan," kata Zulkifli, di hadapan warga Kabuaten Musi Banyuasin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahri Azhari, Bupati Musi Banyuasin (Muba), dalam sambutannya menyatakan pihaknya tetap berupaya untuk menjaga keberadaan hutan yang ada di daerahnya itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://sains.kompas.com/read/2010/05/16/13014175/Hutan.Sumatera.Selatan.Rusak.Parah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5859067747639935562?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5859067747639935562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/hutan-sumatera-selatan-rusak-parah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5859067747639935562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5859067747639935562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/hutan-sumatera-selatan-rusak-parah.html' title='Hutan Sumatera Selatan Rusak Parah'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S-_AD7MfwXI/AAAAAAAAASM/EhRL2M-8RwU/s72-c/hutan+rusak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8475309021544895993</id><published>2010-05-05T08:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T08:17:54.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Global Warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Pemerintah Anggarkan Rp 600 Miliar untuk Rehabilitasi Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S-GLNowuY6I/AAAAAAAAASE/V2GmUeBg4e8/s1600/hutan+baluran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S-GLNowuY6I/AAAAAAAAASE/V2GmUeBg4e8/s200/hutan+baluran.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;TEMPO Interaktif, PASURUAN - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah menyediakan anggaran Rp 600 miliar untuk merehabilitasi hutan yang rusak. Rehabilitasi dilakukan dengan menanam satu milair pohon yang dijadwalkan berlangsung selama setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rehabilitasi hutan harus terus kita lakukan, bila perlu siang dan malam dengan menanam pohon,” katanya saat mengunjugi Pusat Pengembangan Kewirausahaan PT HM Sampoerna Tbk di Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/5).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Menteri Zulkifli Hasan, komitmen pemerintah untuk terus menerus merehabilitasi hutan merupakan upaya mencegah dampak pemanasan global yang semakin tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehabilitasi hutan dilakukan bekerjasama dengan kelompok tani dan masyarakat di sekitar hutan. Setiap kelompok tani berhak mengajukan proposal melalui Dinas Kehutanan setempat. Masing-masing kelompok tani yang mengerjakan program rehabilitasi mendapat dana minimal Rp 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan dampak pemanasan global mulai dirasakan di antaranya dengan perubahan iklim secara ekstrem dan terjadinya berbagai bencana alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan swasta diminta turut berperan dalam mengatasi dampak perubahan iklim, antara lain dengan melakukan upaya konservasi di kawasan hutan di sekitar lokasi masing-masing perusahaan. Apalagi saat ini, sekitar 40 persen dari total 140 hektare hutan dalam kondisi kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan berada di Pasuruan, Menteri Kehutanan menyerahkan penghargaan Wanalestari kepada PT HM Sampoerna. Penghargaan ini diberikan atas upaya perusahaan rokok ini melestarikan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT HM Sampoerna berperan serta dalam program perbaikan lingkungan, rehabilitasi serta pengelolaan hutan lestari. "Program ini dirintas sejak 2007 lalu," kata President Director PT HM Sampoerna Tbk, John Gledhill. EKO WIDIANTO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/05/05/brk,20100505-245815,id.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8475309021544895993?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8475309021544895993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/pemerintah-anggarkan-rp-600-miliar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8475309021544895993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8475309021544895993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/05/pemerintah-anggarkan-rp-600-miliar.html' title='Pemerintah Anggarkan Rp 600 Miliar untuk Rehabilitasi Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S-GLNowuY6I/AAAAAAAAASE/V2GmUeBg4e8/s72-c/hutan+baluran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4172171937492885937</id><published>2010-04-24T12:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T12:15:18.808-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taman Nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutan Mangrove'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Satwa Langka'/><title type='text'>Bebek Hutan Terancam Punah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S9NCji8AXsI/AAAAAAAAAR0/-ZygmdGLsfU/s1600/bebek2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S9NCji8AXsI/AAAAAAAAAR0/-ZygmdGLsfU/s200/bebek2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PESAWARAN--MI: Keberadaan bebek hutan (Cairina scutulata) di Muara Bawang, Desa Bawang Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, juga terancam punah sebagaimana halnya di Taman Nasional Way Kambas Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Habitat bebek hutan ini rusak berat, seperti mangrove yang terus berkurang luasnya. Suara deru mesin eskavator dan mesin diesel dari tambak di sekitar muara juga berpengaruh membuat populasi bebek hutan itu semakin berkurang," kata tokoh Desa Bawang Punduh Pidada Hipni Idris, di Pesawaran, Sabtu (24/4).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia juga mengatakan masyarakat di daerah itu umumnya tidak mengetahui bahwa bebek hutan atau angsa hutan yang berada di Muara Bawang adalah hewan langka. "Populasinya di seluruh dunia sangat langka, diperkirakan hanya tersisa sekitar 1.000 ekor dan sekitar 150 ekor terdapat di Taman Nasional Way Kambas, salah satu habitat angsa hutan yang tersisa di Indonesia," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, populasi bebek itu di Muara Bawang dahulu sempat mencapai 1.000 ekor lebih, namun kini mulai berkurang akibat semakin terkikisnya hutan bakau yang ada di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, aktivis Forum Masyarakat Pesisir Lampung, Fadliansyah Nur, mengatakan bebek hutan itu berhabitat di lahan basah yang dekat dengan rawa-rawa. Satwa jenis itu suka bersembunyi di siang hari dan pada malam hari mereka aktif mencari makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena hidupnya di lahan basah (air), maka pembangunan listrik tenaga air dan polusi menjadi ancaman terbesar bagi satwa itu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penurunan polulasinya juga diakibatkan oleh kerusakan hutan, degradasi lingkungan dan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat bebek langka itu diperkirakan tersisa di Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, Indonesia, India, dan Bangladesh dengan jumlah populasi tidak mencapai 1.000 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, bebek itu didapati di Taman Nasional Way Kambas (TNWKB) Lampung dan Muara Bawang Pesawaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Bidang Konservasi Jenis TNWK, Dicky Tri Sutanto, mengatakan populasi bebek hutan di di Taman Nasional Way Kambas yang terpantau hanya 75 ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, satwa bebek hutan atau masyarakat menyebut mentok rimba itu kini dalam status terancam punah sebab keberadaanya semakin sulit ditemui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru-baru ini kami bersama tim melakukan monitoring di seluruh kawasan TNWK. Namun jumlah bebek hutan yang berhasil ditemui hanya sembilan ekor," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, sebenarnya populasi bebek hutan salah satunya di TNWK Lampung Timur merupakan populasi terbesar di dunia, dengan jumlah keseluruhan mencapai 200-an ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika tidak segera ditangani serius, bisa jadi generasi ke depan tidak lagi bisa menemui bebek hutan yang termasuk unggas langka itu," katanya. (Ant/OL-01) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/24/138121/92/14/Bebek-Hutan-Terancam-Punah-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4172171937492885937?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4172171937492885937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/bebek-hutan-terancam-punah.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4172171937492885937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4172171937492885937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/bebek-hutan-terancam-punah.html' title='Bebek Hutan Terancam Punah'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S9NCji8AXsI/AAAAAAAAAR0/-ZygmdGLsfU/s72-c/bebek2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2217899434988823472</id><published>2010-04-24T12:08:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T12:08:04.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Rusli Zaenal Bantah Izinkan Pembalakan di Hutan Riau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S9NAttWoVgI/AAAAAAAAARs/fqetn0m0KVk/s1600/image.tempointeraktif.com_274x156.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S9NAttWoVgI/AAAAAAAAARs/fqetn0m0KVk/s320/image.tempointeraktif.com_274x156.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;TEMPO Interaktif, Jakarta -Gubernur Riau Rusli Zaenal membantah telah menandatangani izin pemanfaatan hasil hutan kayu kepada empat perusahaan. "Saya tidak pernah menandatangani izin itu, saya hanya menandatangani RKT (rencana kerja tahunan)," katanya ketika dihubungi Tempo, Sabtu (24/4).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rencana kerja tahunan ini, dia melanjutkan, hanya pelayanan administrasi bagi perusahaan. RKT keluar setelah perusahaan mengantungi izin pemanfaatan hasil hutan. "RKT itu untuk menentukan lokasi yang akan dilaksanakan untuk penebangan hutan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RKT ditandatangani oleh Rusli setelah keluar izin yang berasal dari nota Kepala Dinas Kementerian Kehutanan. Namun dia tidak menjawab ketika ditanya soal izin tersebut. Dia hanya menjelaskan soal RKT. "Setelah satu bulan, RKT ditandatangani atau tidak akan, menjadi sah dengan sendirinya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengaku tidak tahu dugaan aliran dana yang mengalir ke bekas Menteri Kehutanan M.S. Kaban dan dirinya. Sampai saat ini Rusli belum dimintai keterangan oleh pihak penyidik terkait kasus pembalakan hutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Mantan Menteri Kehutanan M.S. Kaban dan Gubernur Riau Rusli Zaenal kembali menjadi sorotan. Koalisi Anti Mafia Kehutanan kembali mengaitkan mereka dengan dugaan kasus pembalakan hutan di wilayah Riau. Koalisi melaporkan keduanya bersama dua petinggi kepolisian dan sejumlah pejabat daerah kepada Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Tempo, Kaban mengaku tidak mengerti mengapa dirinya masih dikait-kaitkan dengan kasus illegal logging di Riau. "Enggak ngerti," kata Kaban melalui pesan pendek tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi memaparkan kasus illegal logging Riau beserta segepok dokumen hasil analisis mereka atas penghentian penyidikan kasus 13 perusahaan tersebut. Susanto Kurniawan dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau, salah satu organisasi anggota Koalisi, meminta Satuan Tugas memanggil Kaban. "Untuk meminta tanggung jawab dia soal izin pembukaan lahan sawit," kata Susanto pada Rabu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para aktivis lingkungan ini menyebutkan bahwa Kaban mengeluarkan izin penambahan lahan untuk kebun sawit, dari 235 ribu hektare menjadi 350 ribu hektare, tanpa proses yang wajar. Izin yang terbit pada Juni 2009 itu diteken dulu, pengukuran lapangannya baru dilakukan kemudian. Akibatnya, terdapat selisih sekitar 7.000 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para pegiat lingkungan, sebagian besar lahan yang diizinkan Kaban pun berada di lima kawasan hutan lindung: kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baliung, Suaka Margasatwa Tasik Pulau Padang, Suaka Danau Besar, Suaka Tasik Belat, dan Taman Nasional Tesso Nilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Rusli Zaenal dituding bertanggung jawab atas penerbitan rencana kerja tahunan berkaitan dengan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu kepada empat perusahaan pada Maret 2004. Padahal, menurut Koalisi, gubernur tak berwenang mengeluarkan izin tersebut. Fakta yang sama pernah terungkap dalam pemeriksaan saksi atas terdakwa Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar. (ROSALINA)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/04/24/brk,20100424-242945,id.html&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2217899434988823472?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2217899434988823472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/rusli-zaenal-bantah-izinkan-pembalakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2217899434988823472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2217899434988823472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/rusli-zaenal-bantah-izinkan-pembalakan.html' title='Rusli Zaenal Bantah Izinkan Pembalakan di Hutan Riau'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S9NAttWoVgI/AAAAAAAAARs/fqetn0m0KVk/s72-c/image.tempointeraktif.com_274x156.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1813399632778690801</id><published>2010-04-09T02:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T02:02:13.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Kutai Timur Perketat pengawasan Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S77scf2FLVI/AAAAAAAAARc/1KxZWzT8bEw/s1600/3759447p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S77scf2FLVI/AAAAAAAAARc/1KxZWzT8bEw/s320/3759447p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;SANGATA, KOMPAS.com - Pemkab Kutai Timur kini memperketat pengawasan hutan karena jumlah lahan kritis terus meluas akibat berbagai aktifitas, antara lain peladang liar dan pembalakan kayu ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kabupaten Kutai Timur dengan luas kurang lebih sama dengan Provinsi Jawa Barat memiliki bio-diversity (keanekaragaman hayati) luar biasa sehinggga harus dijaga, apalagi terdapat Taman Nasional Kutai (TNK)," kata Kepala Dinas Kehutanan Kutai Timur Zulkifli Syachroen di Sangata, Jumat (9/4/2010).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui, dengan luas kawasan hutan mencapai 3,030 juta hektar yang merupakan 84,78 persen dari total wilayah maka perlu dukungan semua pihak terkait dalam program pengawasan hutan di Kutai Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meskipun dengan berbagai keterbatasan serta kawasan yang dijaga begitu luas, kami tetap menjaga hutan sebagai aset negara dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak," imbuh dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pesatnya pembangunan dan pertumbuhan daerah maka aktifitas pembukaan lahan dan pembabatan hutan juga cenderung meningkat namun berjanji akan melaksanakan tugas pengawasan secara profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapapun akan kita tindak apabila terindikasi melakukan perusakan hutan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan rehabilitasi lahan serta reboisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program reboisasi itu melibatkan sejumlah perusahaan yang ada di Kutim, khususnya di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) mengingat beberapa kawasan konservasi yang total luasnya 198.000 Ha itu banyak yang kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program reboisasi dan rehabilitasi yang melibatkan sejumlah perusahaan baik pada sektor Migas, sektor pertambangan batu bara dan perkebunan sawit itu melalui forum Mitra TNK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain program Mitra TNK, sudah tentu melalui program penghijauan dari pusat, yakni bantuan dana DR (dana reboisasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan hutan di Kutai Timur termasuk daerah paling rawan terjadi perusakan lingkungan karena di dalam perut bumi Kutai Timur menyimpan deposit batu bara mencapai 5,35 miliar ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian potensi itu telah diekploitasi oleh beberapa perusahaan pemegang KP (kuasa penambangan) dan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara), antara lain PT. Kaltim Prima Coal dan PT. Indominco Mandiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://regional.kompas.com/read/2010/04/09/02252854/Kutai.Timur.Perketat.pengawasan.Hutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1813399632778690801?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1813399632778690801/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/kutai-timur-perketat-pengawasan-hutan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1813399632778690801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1813399632778690801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/kutai-timur-perketat-pengawasan-hutan.html' title='Kutai Timur Perketat pengawasan Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S77scf2FLVI/AAAAAAAAARc/1KxZWzT8bEw/s72-c/3759447p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6799681147568693755</id><published>2010-04-02T20:48:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T20:48:21.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutan Kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutan Mangrove'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Hutan Kota Pindah ke Pakal</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7a6I_QJlZI/AAAAAAAAARU/tLcxuABWABM/s1600/pekan058edited_400x243.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7a6I_QJlZI/AAAAAAAAARU/tLcxuABWABM/s320/pekan058edited_400x243.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Tak banyak destinasi wisata di kawasan Surabaya Barat. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. Apalagi yang bernuansa outdoor. Namun, tahun ini di wilayah barat kian berkembang proyek pembangunan tempat rekreasi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURABAYA Selatan punya Kebun Binatang Surabaya (KBS) hingga Taman Bungkul. Di utara ada wisata religi Ampel hingga Pantai Kenjeran. Di kawasan timur terdapat kebun bibit hingga hutan mangrove Wonorejo yang mulai jadi ikon konservasi plus wisata lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di barat? Sulit rasanya mencari tempat wisata yang bernuansa alam. Dulu ada telaga alam yang biasa disebut sebagai Jurang Kuping. Tapi, kini pesonanya pudar. Danaunya sudah tak bisa dikenali. Aset tanahnya juga telah jatuh ke pengembang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Pemkot Surabaya tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut. Tahun lalu dinas pertanian mempunyai proyek hutan kota di Lakarsantri. Di kecamatan yang banyak tumbuh permukiman baru itu, pemkot akan mengemas sebuah tempat rekreasi yang bisa diakses masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, proyek tersebut justru ditolak masyarakat sekitar. Mereka takut proyek pemkot itu awu-awu dan justru akan meng­hilangkan lahan bekas tanah kas desa (BTKD) untuk diberikan kepada pihak ketiga, seperti pengembang perumahan. Perwujudan rekreasi outdoor murah meriah itu pun kandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Lakarsantri boleh saja gagal. Namun, agaknya pemkot tetap akan melanjutkan proyek wisata lingkungan yang sudah lama direncanakan di Surabaya Barat. Hanya lokasinya yang dipindah. Hutan kota itu akan dibangun di Keca­matan Pakal. Di sana pemkot punya 6,5 hektare lahan BTKD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertanian Surabaya Syamsul Arifin mengatakan, pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 800 juta guna mewujudkan wisata hutan kota tersebut. Rencananya, hutan kota di Pakal itu juga punya konsep sama dengan hutan kota di Lakarsantri yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamsul yakin nasib proyeknya tidak sama dengan di Lakarsantri. Sebab, pendekatan yang dilakukan pemkot memang berbeda. Untuk realisasi hutan kota tersebut, dinas pertanian akan melibatkan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola kerja samanya adalah pemkot memanfaatkan lahan berkebun atau pertanian masyarakat. Sebab, di Pakal masih banyak warga yang menekuni bidang agrobisnis atau biasa disebut urban farming. Mereka berkebun, bertani, dan beternak sebagai mata pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sepakat mem­bangun hutan kota tersebut terintegrasi dengan pengem­bangan urban farming warga Sidorejo, Pakal," terang Syamsul. Warga Sidorejo selama ini tergolong sukses mengembangkan urban farming, seperti lele, nila, dan udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi itu dikembangkan dalam konsep wisata edukasi. Syamsul mencontohkan, masyarakat bisa datang menikmati udara dan pemandangan hutan kota sembari memancing atau memanen ikan, dan beternak sebagai mata pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sepakat membangun hutan kota tersebut terintegrasi dengan pengembangan urban farming warga Sidorejo, Pakal," terang Syamsul. Warga Sidorejo selama ini ter­golong sukses mengembangkan urban farming, seperti lele, nila, dan udang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi itu dikembangkan dalam konsep wisata edukasi. Syamsul mencontohkan, masyarakat bisa datang menikmati udara dan pemandangan hutan kota sembari memancing atau memanen ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, masyarakat yang datang ke lokasi tersebut juga bisa belajar ur­ban farming yang dilakukan warga. Sebab, mereka bertani dengan cara organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Kelompok Tani Sejahtera Suyatno, masyarakat tidak menolak kehadir­an proyek. Sebab, pemkot telah berjanji bahwa proyek itu terintegrasi dengan urban farming yang dilakukan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, selama ini petani mendapat kendala soal penjualan hasil urban farming. "Selama ini kami terkendala pasar untuk menjual hasil panen lele, nila, dan udang vaname," papar Suyatno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, nasib petani tergantung tengkulak sehingga harga jual hasil panen tidak terlalu bagus. "Makanya, kami berharap hutan kota itu bisa mendatangkan masyarakat kemari," ucapnya. (gun/zar/upi/c9/fid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&amp;amp;nid=126239&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6799681147568693755?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6799681147568693755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/hutan-kota-pindah-ke-pakal.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6799681147568693755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6799681147568693755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/hutan-kota-pindah-ke-pakal.html' title='Hutan Kota Pindah ke Pakal'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7a6I_QJlZI/AAAAAAAAARU/tLcxuABWABM/s72-c/pekan058edited_400x243.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-645314243443024984</id><published>2010-04-02T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T20:41:26.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menteri Kehutanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Gubernur Wajib Data Hutan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7a2Vl19iuI/AAAAAAAAARM/byMM1_nvJjI/s1600/3757133p_400x234.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kolam Bekas Tambang Batu Bara Tanpa Reklamasi Menyebar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Licin, Kompas - Semua gubernur wajib menginventarisasi penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan di luar kehutanan dan langkah penegakan hukum yang telah diambil. Kementerian Kehutanan akan menjadwalkan pemaparan hasil inventarisasi tersebut pada akhir April di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Jumat (2/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhut didampingi Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Hadi Daryanto. Menhut sudah mengirim surat Nomor S 95/Menhut-IV/2010 tanggal 25 Februari 2010 ke semua gubernur.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Surat yang juga ditembuskan ke Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepala Kepolisian Negara RI, Jaksa Agung, dan Menteri Lingkungan Hidup tersebut terdiri dari dua poin utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7a2Vl19iuI/AAAAAAAAARM/byMM1_nvJjI/s1600/3757133p_400x234.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7a2Vl19iuI/AAAAAAAAARM/byMM1_nvJjI/s320/3757133p_400x234.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu l&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;okasi pertambangan batu bara di kawasan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menjadi kolam raksasa akibat tidak direklamasi setelah dieksploitasi. Foto diambil dalam peninjauan udara Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dengan menggunakan helikopter di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (1/4)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama, tiga dasar hukum inventarisasi, yakni UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, UU Nomor 41/1999 tentang Kehutanan Pasal 4 Ayat 2 huruf c, Peraturan Pemerintah Nomor 38/2007 tentang pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota bahwa perlindungan hutan lindung dan hutan produksi menjadi wewenang dan tanggung jawab daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gubernur harus memerintahkan kepala dinas provinsi dan kabupaten yang membidangi kehutanan, pertambangan, perkebunan, dan perikanan untuk mendata penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan nonkehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhut juga meminta gubernur melaporkan langkah-langkah penegakan hukum selama ini. Gubernur dapat melaporkan hasil inventarisasi menggunakan formulir lampiran surat melalui Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Darori dengan tembusan kepada Ketua KPK, Kepala Polri, Jaksa Agung, dan Menteri LH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah wajib menginventarisasi dan mengekspos penggunaan kawasan hutan di luar sektor kehutanan. Kalau tidak, (areal investasi yang melanggar regulasi kehutanan) akan di-police line,” kata Zulkifli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor diminta urus izin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhut menegaskan, pemerintah meminta investor yang telanjur masuk kawasan hutan tanpa izin segera mengurus perizinan kehutanan. Pemerintah tetap berkomitmen mendukung investor yang taat asas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadi Daryanto menambahkan, Menhut telah menerbitkan izin penggunaan hutan untuk tambang seluas 1,4 juta hektar dan melepaskan hutan produksi untuk perkebunan seluas 7,3 juta hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditjen BPK sudah menyelesaikan pemetaan dan inventarisasi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan produksi secara ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta, Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi meragukan efektivitas surat tersebut karena para gubernur juga tidak memiliki data yang diminta Menhut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah justru tidak memiliki data pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan ilegal dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Elfian, surat ini baru efektif jika Menhut membentuk tim khusus identifikasi pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan secara ilegal. ”Tim ini juga harus turun ke titik masalah utama di lapangan dan memproses pelanggaran hukumnya,” ujar Elfian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan, Indonesia akan mengurangi emisi karbon sebanyak 26 persen atas usaha sendiri dan 41 persen dengan dukungan pihak lain. Sektor kehutanan mendapat target pengurangan emisi karbon 14 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu yang mendorong Menhut bekerja keras mengurangi laju penggundulan hutan, reboisasi, reklamasi lahan bekas tambang, dan rehabilitasi hutan lewat program hutan tanaman rakyat, hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan tanaman industri, dan penanaman 1 miliar pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat terbang dengan helikopter dari Kabupaten Tanah Bumbu ke Kabupaten Tanah Laut, Zulkifli dan Hadi menyaksikan ratusan kolam bekas tambang batu bara di kawasan hutan produksi. Hampir semua kolam ditelantarkan tanpa ada upaya reklamasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Selatan memiliki 400-578 kuasa pertambangan (KP). Menurut data Kementerian Kehutanan, ada 37 KP di Tanah Bumbu seluas 152.000 hektar di kawasan hutan produksi dan hanya 4 KP (15.600 hektar) yang berizin pinjam pakai kawasan hutan dari Menhut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Tanah Laut terdapat 74 KP seluas 60.691 hektar dan hanya 4 KP berizin resmi (12.700 hektar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami akan segera menegur tambang (legal) yang tidak mereklamasi areal. Mereka yang tidak patuh akan segera ditutup,” kata Zulkifli. (ham)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/03/04161555/Gubernur.Wajib.Data.Hutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-645314243443024984?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/645314243443024984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/gubernur-wajib-data-hutan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/645314243443024984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/645314243443024984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/gubernur-wajib-data-hutan.html' title='Gubernur Wajib Data Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7a2Vl19iuI/AAAAAAAAARM/byMM1_nvJjI/s72-c/3757133p_400x234.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-7606545933401937183</id><published>2010-04-02T20:16:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T20:16:25.476-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TPRSPHA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NAD'/><title type='text'>Hutan Lindung Akan Ditambah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7ayZ4teVsI/AAAAAAAAARE/Eg6AyuY4IbU/s1600/hutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7ayZ4teVsI/AAAAAAAAARE/Eg6AyuY4IbU/s200/hutan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pemprov NAD Usulkan Satu Juta Hektar&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Aceh, Kompas - Luasan hutan lindung di seluruh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diusulkan bertambah satu juta hektar. Usulan ini untuk mengakomodasi rencana Gubernur Irwandi Yusuf tentang jasa pengelolaan hutan masyarakat Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Tim Penyusun Rencana Strategis Pengelolaan Hutan Aceh (TPRSPHA ) Bhakti Siahaan, ditemui di Banda Aceh, Kamis (1/4), mengatakan, penambahan luas hutan lindung tersebut diupayakan termaktub dalam rancangan rencana tata ruang dan tata wilayah provinsi yang sedang disusun.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Penambahan luas ini didasarkan pada penilaian tingkat kerawanan bencana di tiap-tiap wilayah. Hasilnya, hampir seluruh wilayah provinsi rawan bencana,” tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menjelaskan, saat ini luas hutan lindung di Aceh mencapai 1,482 juta hektar. Berdasarkan usulan TPRSPHA, luas hutan lindung yang tercantum dalam peraturan daerah atau kanun Pemprov NAD akan mencapai luas 2,856 juta hektar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa kabupaten/kota yang akan bertambah luasan hutan lindungnya akibat usulan tersebut antara lain Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Jaya. Penambahan luas hutan lindung terbesar, terang Bhakti, berada di Kabupaten Aceh Jaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut dia mengatakan, usulan itu masih terus dibicarakan dengan dinas-dinas terkait serta pemerintah kabupaten/kota karena setiap lembaga memiliki usulan program tersendiri terkait dengan perda RTRW yang sedang disusun Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Di samping itu, beberapa daerah, diakui Bhakti, juga mengajukan usulan pengurangan luas hutan lindung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Ada beberapa pemerintahan kabupaten/kota yang mengusulkan penambahan luas kawasan budidaya. Alasannya lahan yang ada sudah sangat sempit dan tidak bisa dikembangkan. Mereka harus mencari kawasan budidaya baru,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mencontohkan, Pemkab Aceh Selatan mengusulkan perubahan hutan lindung menjadi kawasan budidaya sebanyak 18 persen dari yang ada sekarang. ”Ini harus dibahas lebih dulu. Tidak bisa penetapan pengurangan dilakukan serampangan,’ katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewan Pengarah Yayasan Pencinta Alam Aceh Selatan Baiman Fadhly mengingatkan, penambahan luas hutan lindung harus dibarengi dengan konsep yang jelas tentang perlindungan hutan dan perlindungan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Yang menjadi perdebatan selama ini adalah tapal batas dan boleh atau tidaknya masyarakat mencari nafkah dari hasil hutan, baik kayu maupun nonkayu,’ ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bhakti menyatakan, penambahan itu tidak terlepas dari hasil pengawasan dan penelitian yang dilakukan tim yang dibentuk oleh gubernur selama tahun 2008-2009. Menurut hasil penelitian tim, tiap kawasan memiliki tingkat kerawanan kebencanaan tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mencontohkan mengenai Rawa Tripa. Menurut dia, kawasan gambut Tripa seharusnya menjadi daerah resapan air dan daerah penyangga bagi daerah hulu di wilayah barat laut NAD. Namun, pada kenyataannya, kawasan rawa gambut tersebut sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, rencana untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat melalui pengelolaan jasa kehutanan, seperti penjualan karbon, harus diupayakan dengan mengembalikan fungsi hutan dan kawasan lindung seperti sedia kala. (MHD)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/03/05013230/Hutan.Lindung.Akan.Ditambah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-7606545933401937183?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/7606545933401937183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/hutan-lindung-akan-ditambah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7606545933401937183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7606545933401937183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/04/hutan-lindung-akan-ditambah.html' title='Hutan Lindung Akan Ditambah'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7ayZ4teVsI/AAAAAAAAARE/Eg6AyuY4IbU/s72-c/hutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8169280972418320696</id><published>2010-03-29T13:29:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T13:29:11.287-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='German'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Jerman Bantu RI Selamatkan Hutan Tropis Sumatera</title><content type='html'>&lt;div class="" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7EMd0PCidI/AAAAAAAAAQ8/QtV8PX1NeVU/s1600/Indonesia+-+German+Forest+copy_300x153.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7EMd0PCidI/AAAAAAAAAQ8/QtV8PX1NeVU/s320/Indonesia+-+German+Forest+copy_300x153.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; London, (Analisa), Indonesia menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dukungan Pemerintah Jerman terhadap upaya Pemerintah RI melakukan penyelamatan dan perlindungan hutan tropis di Sumatera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disampaikan Dubes RI Berlin Eddy Pratomo pada pertemuan dengan pejabat Kementerian Lingkungan Hidup, Konservasi Alam dan Pengamanan Nuklir Jerman (BMU), Bank Pembangunan Jerman KfW, dan Presiden NABU (Nature and Biodiversity Conservation Union).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Counsellor Sosbud, KBRI Berlin, Agus Priono, kepada koresponden Antara London, Minggu, mengatakan pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari peluncuran bantuan hibah Pemerintah Jerman sebesar 7,5 juta euro untuk proyek Harapan Rainforest di Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan hibah Pemerintah Jerman untuk Proyek Harapan Rainforest, merupakan bagian dari program International Climate Initiative (ICI) yang diluncurkan BMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hibah disalurkan melalui Bank Pembangunan Jerman, Kfw kepada Yayasan Konservasi Ekosistem Hutan Indonesia (KEHI) sebagai implementing agency proyek Harapan Rainforest, bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dubes Eddy Pratomo, menekankan perlindungan dan penyelamatan hutan merupakan prioritas utama Pemerintah RI. Oleh karena itu, Indonesia menyambut gembira keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan dalam melaksanakan proyek Harapan Rainforest, sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian hutan hujan tropis di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, enam proyek kerjasama Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jerman di bawah kerangka International Climate Initiative berjalan dengan baik, yaitu proyek pengembangan wisata berkelanjutan berbasis keanekaragaman hayati di Pangandaran, Heart of Borneo, Desa Mandiri Energi, preparatory measures for avoided deforestation, Coral Triangle Initiative dan Carbon-Financed forest management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia berharap proyek Harapan Rainforest dapat berjalan pula dengan sukses melalui kerjasama erat dengan Kementerian Kehutanan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pihak Jerman menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Jerman dalam mendukung upaya penyelamatan dan perlindungan hutan hujan tropis di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, proyek Harapan Rainforest tersebut merupakan salah satu proyek terbesar yang didanai Pemerintah Jerman melalui skema ICI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini merupakan bukti bahwa perlindungan iklim dan keanekaragaman hayati dapat berjalan beriringan. Jerman optimistis bahwa proyek Harapan Rainforest akan membantu upaya pengurangan emisi karbon sekaligus melindungi keanekaragaman hayati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, proyek Harapan Rainforest merupakan inisiatif formal pertama NABU di Indonesia untuk pemulihan ekosistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai LSM pemerhati lingkungan hidup terbesar di Jerman, NABU sangat gembira dapat berpartisipasi dalam inisiatif Harapan Rainforest dan berharap proyek ini dapat menjadi model percontohan untuk negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek Harapan Rainforest meliputi area hutan kering dataran rendah seluas 100.000 hektare. Proyek ini merupakan joint consortium antara Burung Indonesia, Royal Society for the Protection of Bird (RSPB), dan Birdlife International, dengan didukung NABU, Kementerian Lingkungan Hidup Jerman dan Kementerian Kehutanan RI. (Ant)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=49280:jerman-bantu-ri-selamatkan-hutan-tropis-sumatera&amp;amp;catid=3:nasional&amp;amp;Itemid=128&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8169280972418320696?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8169280972418320696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/jerman-bantu-ri-selamatkan-hutan-tropis.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8169280972418320696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8169280972418320696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/jerman-bantu-ri-selamatkan-hutan-tropis.html' title='Jerman Bantu RI Selamatkan Hutan Tropis Sumatera'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S7EMd0PCidI/AAAAAAAAAQ8/QtV8PX1NeVU/s72-c/Indonesia+-+German+Forest+copy_300x153.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-401939174143699119</id><published>2010-03-25T12:19:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T12:19:27.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Alih fungsi hutan picu banjir Jawa Barat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6u2PF_Nd5I/AAAAAAAAAQ0/ztARJx49fC8/s1600/slash-and-burn.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="113" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6u2PF_Nd5I/AAAAAAAAAQ0/ztARJx49fC8/s200/slash-and-burn.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JAKARTA (Bisnis.com): Perubahan fungsi kawasan hutan menjadi kawasan pemukiman dan persawahan menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang yang melanda pemukiman dikitar aliran sungai Citarum seperti Kabupaten Bandung dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari 230.000 hektare (ha) kawasan hutan, 15.000 ha di antaranya berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman, persawahan dan budidaya yang pada akhirnya menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar ketimbang manfaatnya,”ujar Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan seusai meninjau Desa Margasari Baleendah, Bandung Selatan, hari ini.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penegasan itu disampaikannya seusai melakukan peninjauan langsung ke kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) Citarum.&amp;nbsp; “Perubahan fungsi itu mengurangi fungsi kawasan hutan, akibatnya banjir akan selalu terjadi dan terus terjadiMeskipun, rehabilitasi itu penting, tapi mengubah prilaku lebih penting," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6u1P28OyeI/AAAAAAAAAQs/pO-2Nn6pRsU/s1600/banjir+kampar.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6u1P28OyeI/AAAAAAAAAQs/pO-2Nn6pRsU/s200/banjir+kampar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tidak disiplinnya perilaku masyarakat di sekitar DAS Citarum telah menghasilkan limbah sebesar 100.000 ton per tahun, mengakibatkan terjadinya sedimentasi yang tinggi di DAS Citarum. “Total kerugian akibat bencana banjir setiap tahunnya mencapai Rp30 triliunan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan luas kawasan hutan di Jawa Barat, 22%-nya berada di hulu DAS Citarum hingga hilir di Cirata. "Dari 230.000 ha, 7%-nya memang belum direhabilitasi. Ini harus menjadi perhatian serius bersama supaya ke depannya tidak ada lagi puluhan ribu rumah dan ratusan jiwa jadi korban banjir seperti di Bandung, Karawang dan Bekasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehabilitasi besar-besaran di sepanjang DAS Citarum, lanjut menhut, harus segera direalisasikan.&amp;nbsp; Kementerian Kehutanan siap membantu pemerintah daerah untuk menyediakan bibit. "Berapapun bibit yang diperlukan baik untuk 10ha&amp;nbsp; atau 20 ha akan disiapkan." (htr) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id170738.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-401939174143699119?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/401939174143699119/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/alih-fungsi-hutan-picu-banjir-jawa.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/401939174143699119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/401939174143699119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/alih-fungsi-hutan-picu-banjir-jawa.html' title='Alih fungsi hutan picu banjir Jawa Barat'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6u2PF_Nd5I/AAAAAAAAAQ0/ztARJx49fC8/s72-c/slash-and-burn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-7638991571380809087</id><published>2010-03-25T12:05:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T12:05:04.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Terbuka Hijau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DKI Jakarta'/><title type='text'>Rp 62 Miliar untuk Hutan Kota DKI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6uyqezzNuI/AAAAAAAAAQk/8vcwoPphX9Q/s1600/100325173931.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6uyqezzNuI/AAAAAAAAAQk/8vcwoPphX9Q/s200/100325173931.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;JAKARTA--Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menambah hutan kota seluas enam hektar untuk mempercepat pencapaian 30 persen ruang terbuka hijau (RTH), tahun ini. Pemprov DKI merencanakan perluasan Hutan Kota Srengseng di Jakarta Barat seluas tiga hektar dan tiga hektar di Jakarta Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2010, direncanakan akan dilakukan pembebasan lahan untuk dua hutan kota tersebut dan sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp 62 miliar. Selain itu, tahun ini juga direncanakan penanaman jenis pohon langka dan pohon lindung di Hutan Kota Pondok Labu, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) DKI Jakarta, Desman Sitorus, mengatakan, untuk tahun 2010 akan ada dua lokasi penambahan hutan kota di Ibu Kota. Salah satunya, perluasan lahan Hutan Kota Srengseng seluas tiga hektar dari luas yang telah ada yaitu 15 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pembebasan lahan tersebut, DKP telah menganggarkan sebesar Rp 30 miliar. ''Ini merupakan dedicated program yang diusulkan Gubernur DKI Jakarta,'' kata Desman, Kamis (25/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi hutan kota lainnya ada di Jakarta Utara, tepatnya di Kelurahan Munjul seluas tiga hektar. Untuk pembebasan lahan tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp 32 miliar. Menurut Desman, harga disesuaikan dengan nilai objek jual pajak (NJOP) kedua wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditargetkan, pembayaran pembebasan lahan untuk dua hutan kota tersebut dapat rampung pada akhir tahun 2010. Sehingga pada tahun 2011, dapat dilanjutkan dengan pembangunan jogging track dan permainan anak-anak serta penanaman pohon-pohon langka dan lindung.&lt;br /&gt;Desman menambahkan, pembangunan jogging track dan permainan anak-anak untuk mencegah hutan kota dimanfaatkan oknum-oknum tertentu dengan kegiatan yang bersifat negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desman mengungkapkan, anggaran pembebasan lahan sudah ada di Bank DKI, tinggal menunggu Surat Pencairan Dana (SPD) yang dikeluarkan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI. Sayangnya, dia belum bisa memastikan kapan SPD akan dikeluarkan BPKD DKI. “Jika SPD sudah dikeluarkan, maka proses pembebasan lahan sudah bisa dimulai,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembebasan lahan hutan kota dimulai dari pengumuman di surat kabar yang memberitahukan dibutuhkan tiga hektar lahan di Jakarta Barat dan tiga hektar di Jakarta Utara. Biasanya pengumuman tersebut akan dipasang selama satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditemukan peminat, yaitu pemilik tanah yang akan menjual tanahnya, proses dilanjutkan dengan pengecekan sertifikat tanah ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di wilayah setempat. Kemudian menanyakan harga NJOP kepada kantor Pajak Bumi Bangunan (PBB), pengukuran tanah, sosialisasi pemanfaatan lahan untuk hutan kota, serta pembayaran jual beli.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/metropolitan/10/03/25/108163-wah-rp-62-miliar-untuk-hutan-kota-dki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-7638991571380809087?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/7638991571380809087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/rp-62-miliar-untuk-hutan-kota-dki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7638991571380809087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7638991571380809087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/rp-62-miliar-untuk-hutan-kota-dki.html' title='Rp 62 Miliar untuk Hutan Kota DKI'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6uyqezzNuI/AAAAAAAAAQk/8vcwoPphX9Q/s72-c/100325173931.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8533594905119279987</id><published>2010-03-25T11:56:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T11:56:53.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutan Mangrove'/><title type='text'>Perambahan Hutan Mangrove di Lampung Timur Meluas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6uxMDS4zNI/AAAAAAAAAQc/sOKdiPW34CE/s1600/2865594400-perambahan-hutan-mangrove-di-lampung-timur-meluas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6uxMDS4zNI/AAAAAAAAAQc/sOKdiPW34CE/s320/2865594400-perambahan-hutan-mangrove-di-lampung-timur-meluas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) - Perambahan hutan mangrove di Desa Mulyosari, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, makin luas, sehingga kawasan itu berubah menjadi areal pertambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ditemukan sekitar dua hektare tanaman mangrove rusak di kawasan yang masuk Register 45. Dari informasi masyarakat sekitar, kawasan yang telah dibabat tersebut akan dijadikan areal pertambakan rakyat," kata Ketua Komisi B DPRD Lamtim Gunawan, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kecamatan Pasir Sakti, Lamtim, Kamis.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada sidak yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Lamtim Gunawan bersama anggota komisinya, Sri Gumila dan Mudjoko, serta Kades Mulyosari Suyoto juga ditemukan adanya 14 bidang lahan bersertifikat yang diduga masuk hutan lindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang lahan yang telah bersertifikat tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung, seharusnya dibatalkan kepemilikannya sebab hutan lindung tidak dapat dialihfungsikan menjadi pertambakan rakyat," ujar Gunawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Lamtim, Edwin Bangsaratoe, di Sukadana, Kamis, menjelaskan, kini polisi kehutanan sedang melakukan penyelidikan terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku perambahan di kawasan hutan lindung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari penyelidikan sementara, ada dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku perambahan. Kalau memang terbukti, proses penyidikannya akan kami teruskan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan 14 bidang lahan di kawasan hutan lindung yang telah bersertifikat, kata Edwin, Disbunhut akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau memang lahan tersebut berada di dalam kawasan hutan lindung, tidak dapat dialihkan menjadi hak milik perseorangan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edwin menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, mulai tahun ini memang kawasan hutan mangrove di Register 15 dapat dimanfaatkan masyarakat untuk areal pertambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, masyarakat yang ingin memanfaatkan kawasan tersebut sebagai areal pertambakan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Departemen Kehutanan (Dephut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat itu, antara lain membuat pernyataan siap memelihara kelestarian hutan mangrove. Kemudian siap mengembalikan areal pertambakan ke Dephut bila kawasan tersebut kembali dijadikan hutan mangrove murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, setiap tiga bulan sekali pihak Dephut akan mengevaluasi keberadaan pertambakan rakyat yang ada di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebijakan dari Dephut tersebut merupakan salah satu upaya untuk melibatkan masyarakat setempat ikut memelihara kelestarian hutan mangrove dengan tetap memberikan keuntungan bagi masyarakat," katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://id.news.yahoo.com/antr/20100325/tbs-perambahan-hutan-mangrove-di-lampung-251e945.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8533594905119279987?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8533594905119279987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/perambahan-hutan-mangrove-di-lampung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8533594905119279987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8533594905119279987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/perambahan-hutan-mangrove-di-lampung.html' title='Perambahan Hutan Mangrove di Lampung Timur Meluas'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S6uxMDS4zNI/AAAAAAAAAQc/sOKdiPW34CE/s72-c/2865594400-perambahan-hutan-mangrove-di-lampung-timur-meluas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-544057393251261827</id><published>2010-03-15T13:18:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T13:18:52.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TNBBS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung'/><title type='text'>Kerusakan Hutan Lampung Terparah di Sumatra</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S56V0SfIvLI/AAAAAAAAAQU/3nEVDkAxDWE/s1600-h/TNBBS.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S56V0SfIvLI/AAAAAAAAAQU/3nEVDkAxDWE/s320/TNBBS.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Bandarlampung (ANTARA News) - Tingkat kerusakan hutan di Provinsi Lampung tergolong yang paling parah dibanding daerah lain di Sumatra, dengan tingkat degradasi kutipan sebesar 70 persen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kerusakan hutan itu antara lain disebabkan ulah manusia dan aktivitas pembangunan serta pemanfaatan lahan hutan menjadi perkebunan," kata Wakil Gubernur Lampung, MS Joko Umar Said, di Bandarlampung, Senin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menyebutkan, hampir 60 persen hutan di Lampung rusak akibat pembalakan liar, perambahan, pengalihan fungsi hutan menjadi areal perkebunan, kebakaran dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, kerusakan hutan di Lampung akibat kebakaran hanya sedikit. Berdasarkan data hot spot sebanyak 80 persen kebakaran terjadi di luar hutan, sedang 20 persen berada dalam kawasan hutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Joko menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengakibatkan kerugian secara ekologis dengan hilangnya vegetasi dan habitat satwa, tetapi juga secara ekonomis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerusakan hutan di Lampung itu katanya sejak tahun 1980 hingga saat ini belum dapat dituntaskan oleh pemerintah sehingga deforestasi (penurunan luas) hutan di daerah itu akan semakin meluas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saat ini 70 persen tutupan hutan di Lampung terdegradasi," kata Joko.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luas areal hutan Lampung menurut Joko, setiap tahun menyusut, pada 1991 luas hutan di daerah itu mencapai 1,237 juta hektare lebih (37,48 persen).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1999, luas areal hutan di Lampung 1,144 juta ha (34,67 persen) dan tahun 2000 luas areal hutan 1,004 juta ha lebih (30,43 persen).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wakil Gubernur Lampung itu menjelaskan, kondisi hutan di Lampung yang masih mencapai 66 persen yakni Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdurrahman dan sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://antara.co.id/berita/1268663233/kerusakan-hutan-lampung-terparah-di-sumatra&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-544057393251261827?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/544057393251261827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/kerusakan-hutan-lampung-terparah-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/544057393251261827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/544057393251261827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/kerusakan-hutan-lampung-terparah-di.html' title='Kerusakan Hutan Lampung Terparah di Sumatra'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S56V0SfIvLI/AAAAAAAAAQU/3nEVDkAxDWE/s72-c/TNBBS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-3796948520356966548</id><published>2010-03-06T00:29:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T00:32:35.122-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutan Mangrove'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Utara'/><title type='text'>Hutan Jadi Tambak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S5IRNKW7pcI/AAAAAAAAAQM/vuiJHG1XGSo/s1600-h/htn-baka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S5IRNKW7pcI/AAAAAAAAAQM/vuiJHG1XGSo/s200/htn-baka.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Pontianak, Kompas -Hutan mangrove seluas 1.300 hektar di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini berubah fungsi menjadi tambak udang dan ikan. Padahal, hutan mangrove itu masuk dalam kawasan hutan lindung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dinas Kehutanan Kalimantan Barat Soenarno di Pontianak, Jumat (5/3), menuturkan, kasus itu sudah dilaporkan dan diekspos di depan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta pada Kamis lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ekspos dihadiri pejabat kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi. ”Kami, tim terpadu di Kalimantan Barat, diminta menyelesaikan penyidikan dalam dua bulan,” kata Soenarno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Citra satelit tahun 2000 menunjukkan, hutan mangrove di sepanjang pesisir selatan Kalbar itu masih utuh. Baru tahun 2006 mulai terdeteksi penyusutan hutan mangrove dan kini habis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi SW mengatakan, polisi sudah menetapkan lebih dari 50 orang warga Kubu menjadi tersangka pengalih fungsi hutan lindung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Abdul Latif Rahman Hud (58), mantan Kepala Desa Dabung, Kecamatan Kubu, yang menjadi salah satu tersangka, mengatakan, warga tidak pernah menebang mangrove. ”Mangrove sudah ditebang perusahaan yang mengekspor kayu mangrove. Kami kemudian memanfaatkan lahan untuk tambak,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Polda Kalbar juga sedang menyelidiki temuan 80 meter kubik kayu di dua tempat penggergajian di Desa Lintang Batang, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Direktur Reserse Kriminal Polda Kalbar Komisaris Besar Rafli melalui Kepala Satuan III Direskrim Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Ilham Hasibuan mengatakan, polisi masih mengejar pemilik penggergajian berinisial MR.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tapal batas hutan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut James Budiman Siringoringo, Jumat di Medan, pembuatan tapal batas kawasan hutan di Sumatera Utara sangat mendesak dilakukan. Hal ini untuk mencegah perambahan kawasan hutan, terutama untuk perluasan kebun kelapa sawit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan, saat ini sekitar 130.000 hektar hutan di Sumut dirambah jadi perkebunan sawit. ”Para perambah berdalih, kawasan hutan dan bukan kawasan hutan tidak jelas,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Siringoringo, pembuatan tapal batas kawasan hutan ini menunggu revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44 Tahun 2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Sumut. Revisi diajukan Pemprov Sumut bersama pemkab yang memiliki kawasan hutan. Mereka minta Kementerian Kehutanan melepaskan 564.200,36 hektar hutan jadi bukan kawasan hutan. Di lapangan, banyak dari kawasan hutan itu sudah berubah menjadi perkebunan, permukiman, dan kantor pemerintahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Rulianto dari Pusaka Indonesia yang mendampingi masyarakat membuat model konservasi desa di Kabupaten Pakpak Bharat dan Dairi, yang paling penting sebelum pemerintah membuat tapal batas adalah menyelesaikan persoalan tumpang tindih lahan ulayat milik masyarakat dengan kawasan hutan lindung. (AHA/BIL)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/06/04283114/.hutan.jadi.tambak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-3796948520356966548?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/3796948520356966548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/hutan-jadi-tambak.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3796948520356966548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3796948520356966548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/hutan-jadi-tambak.html' title='Hutan Jadi Tambak'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S5IRNKW7pcI/AAAAAAAAAQM/vuiJHG1XGSo/s72-c/htn-baka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4207839065050872210</id><published>2010-03-03T00:19:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T00:19:21.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HTI'/><title type='text'>DPRD Riau Tolak Usulan Sawit Kategori Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S44bF3V1WwI/AAAAAAAAAQE/soIID0hfAkg/s1600-h/sawit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S44bF3V1WwI/AAAAAAAAAQE/soIID0hfAkg/s320/sawit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;PEKANBARU--MI: DPRD Provinsi Riau menolak rencana Kementerian Kehutanan memasukan kebun kelapa sawit dalam kategori hutan, seperti tercantum di materi Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Menteri Kehutanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tidak ada relevansinya apabila sawit dikategorikan sebagai hutan," kata Ketua DPRD Riau Komisi A (bidang hukum), Bagus Santoso, di Pekanbaru, Rabu (3/3).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam RPM disiapkan izin membuka perkebunan kelapa sawit di areal hutan yang akan berlaku untuk izin investasi baru. Pola izin yang akan dipakai sama dengan pola Hutan Tanaman Industri (HTI).&amp;nbsp; Rencananya, RPM ini akan mengatur komposisi HTI Sawit tersebut dalam sistem zonasi yaitu 70 persen tanaman pokok, 25 persen tanaman kehidupan, dan 5 persen tanaman pangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Rencana kebijakan itu tampaknya lebih menguntungkan pengusaha besar yang melakukan ekspansi, daripada pengelolaan hutan untuk rakyat," ucapnya menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan senada juga diutarakan oleh anggota DPRD Riau Komisi B (bidang ekonomi), Jefri Noer bahwa mengkategorikan sawit sebagai hutan akan menambah masalah kehutanan di Provinsi Riau. Riau yang memiliki lahan sawit terluas di Indonesia mencapai dua juta hektare, tentu akan membuat laju penggundulan hutan alam makin cepat. "Memangnya di Afrika, sawit bisa dikatakan hutan," kata Jefri sambil terbahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar lingkungan dari Universitas Riau, Prof Adnan Kasri, mengatakan wacana Kementerian Kehutanan tersebut menunjukan belum ada prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Kebijakan itu, justru akan menimbulkan konflik agraria antara perusahaan dan warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum lagi dampaknya bagi kelestarian lingkungan karena tanaman sawit berbeda karakteristik dengan hutan alam dalam hal kemampuan menyerap air, karbon dan sebagai habitat satwa," tutur Adnan Kasri. (Ant/OL-06)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/03/03/126860/126/101/DPRD-Riau-Tolak-Usulan-Sawit-Kategori-Hutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4207839065050872210?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4207839065050872210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/dprd-riau-tolak-usulan-sawit-kategori.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4207839065050872210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4207839065050872210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/dprd-riau-tolak-usulan-sawit-kategori.html' title='DPRD Riau Tolak Usulan Sawit Kategori Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S44bF3V1WwI/AAAAAAAAAQE/soIID0hfAkg/s72-c/sawit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-227540456794260191</id><published>2010-03-03T00:07:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T00:07:59.176-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jambi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konservasi'/><title type='text'>Indonesia - Australia Jalin Kemitraan Karbon Hutan Senilai  A$ 30 juta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S44X96963NI/AAAAAAAAAP8/U0rmREWcCq4/s1600-h/oCmXXSpLUv.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S44X96963NI/AAAAAAAAAP8/U0rmREWcCq4/s320/oCmXXSpLUv.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Perubahan Iklim, Efiensi Energi dan Air Australia, Pennyy Wong, mengumumkan pembentukan kemitraan karbon Indonesia-Australia di Pulau Sumatera senilai A$ 30 juta untuk mengurangi Emisi gas rumah kaca akibat deforestasi dan degradasi hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemitraan Karbon Hutan Sumatera merupakan peningkatan siginifikan dari kerjasama antar Australia dan Indonesia dalam mengurangi emisi akibat deforestasi dan degradasi hutan. Ini adalah rangkaian kerjasama yang telah disepakati sebelumnya antara Persiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Australia Kevin Ruud," ujar Staf Media Kedutaan Besar Australia, Natasha Simpson, lewat rilis yang diterima detikcom, Selasa (2/3/2010).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kegiatan ini, lanjut Natasha, akan menangani ancaman mendesak terhadap hutan-hutan yang kaya mineral di Provinsi Jambi. Selain itu, juga melengkapi aktivitas berskala besar di hutan lahan gambut yang kaya karbon di Kalimantan Tengah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kegiatan ini mencerminkan perkembangan terakhir pada perundingan di Kopenhagen. Kegiatan ini meliputi konservasi, pengelolaan hutan lestari dan peningkatan cadangan karbon hutan," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk saat ini, daerah Jambi akan dijadikan tempat untuk melaksnakan proyek tersebut. Sebab, hutan Jambi memiliki keanekaragaman hayati yang unik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Pada tahun 2005 diperkirakan sepertiga atau sekitar 1,7 juta hektar lahan di Jambi merupakan kawasan hutan. Namun, tata ruangnya terus berubah akibat perubahan fungsi lahan, yang menimbulkan emisi gas rumah kaca," jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua menteri mengharapkan pentingnya kemitraan antara negara maju dan berkembang, serta dukungan pendanaan publik internasional dan sumberdaya nasional yang memadai, untuk menangani tantangan besar perubahan iklim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saat ini, Indonesia dan Australia bekerjasama untuk menentukan lokasi dan desain yang tepat untuk aktivitas proyek ini di Jambi," tutup Natasha. (fiq/irw) Muhammad Taufiqqurahman - detikNews&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.detiknews.com/read/2010/03/03/031239/1309870/10/indonesia-australia-jalin-kemitraan-karbon-hutan-senilai-a--30-juta-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-227540456794260191?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/227540456794260191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/indonesia-australia-jalin-kemitraan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/227540456794260191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/227540456794260191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/03/indonesia-australia-jalin-kemitraan.html' title='Indonesia - Australia Jalin Kemitraan Karbon Hutan Senilai  A$ 30 juta'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S44X96963NI/AAAAAAAAAP8/U0rmREWcCq4/s72-c/oCmXXSpLUv.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-117054865114722330</id><published>2010-02-26T18:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T18:42:49.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maluku'/><title type='text'>Pembakaran Hutan di Maluku Tengah Kian Meluas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iC-6jN4KI/AAAAAAAAAPs/M_UkCjLE_N0/s1600-h/pembakaran+hutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iC-6jN4KI/AAAAAAAAAPs/M_UkCjLE_N0/s200/pembakaran+hutan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Liputan6.com, Maluku: Pembakaran hutan di Maluku Tengah kian meluas. Selain membuka lahan perkebunan, warga merusak puluhan hektare hutan untuk mengumpulkan potongan kayu sebagai pengganti bahan bakar. Akibatnya lahan yang semula subur dan hijau kini menjadi tandus dan gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Dinas Kehutanan Provinsi Maluku menunjukkan kerusakan hutan di Maluku Tengah sudah mengkhawatirkan. Dari sekitar 750 ribu hektare luas hutan, 70 ribu hektare sudah hancur. Angka ini diperkirakan terus bertambah seiring meluasnya operasi pembakaran lahan serta hutan oleh beberapa perusahaan kelapa sawit.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iDFVDoaZI/AAAAAAAAAP0/_fvfY4GYYu0/s1600-h/100226dbakarhutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iDFVDoaZI/AAAAAAAAAP0/_fvfY4GYYu0/s200/100226dbakarhutan.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Ekosistem hutan di Maluku Tengah otomatis terganggu. Beberapa habitat hewan termasuk burung kaka tua merah pun terancam punah. Ironisnya, Pemerintah Daerah setempat seakan tidak diam dan tidak menindak pelaku perusakan hutan ini [baca: Hutan Dibakar, Habitat Kakak Tua Merah Musnah].(WIL/YUS)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://berita.liputan6.com/daerah/201002/265592/Pembakaran.Hutan.di.Maluku.Tengah.Kian.Meluas&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-117054865114722330?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/117054865114722330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/pembakaran-hutan-di-maluku-tengah-kian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/117054865114722330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/117054865114722330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/pembakaran-hutan-di-maluku-tengah-kian.html' title='Pembakaran Hutan di Maluku Tengah Kian Meluas'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iC-6jN4KI/AAAAAAAAAPs/M_UkCjLE_N0/s72-c/pembakaran+hutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-483428209045249714</id><published>2010-02-26T18:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T18:40:22.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perhutani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OHL'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><title type='text'>Bangunan Liar di Kawasan Hutan Cigugur Dibongkar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iBfz5HG-I/AAAAAAAAAPk/UXJFfL7jkqA/s1600-h/Bangunan+Liar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iBfz5HG-I/AAAAAAAAAPk/UXJFfL7jkqA/s200/Bangunan+Liar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;CIAMIS, (PRLM).- Bangunan liar di kawasan hutan milik negara tepatnya dipetak 89 Desa Harumandala, Kec. Cigugur, Kab. Ciamis, dibongkar. Pembongkaran bangunan illegal yang berlangsung hari Jumat (26/2) melibatkan anggota TNI, Polisi, Perhutani dan instasi terkait.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hari ini bangunan liar yang ada di kawasan hutan dibongkar. Kalau memang masih menginginkan bahan bangunan, silakan pemiliknya mengambil," tutur Kepala Admisitratur Perhutani Ciamis Dicky Y Radi, Jumat (26/2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menegaskan, langkah pembongkaran tersebut merupakan tindakan preventif sebelum terjadi pendirian bangunan yang lebih banyak sebagaimana yang terjadi sebelum gelar Operasi Hutan Lestari (OHL) Lodaya tahun 2008. Disebutkan, akibat pembalakan liar, kawasan hutan menjadi hancur. "Sekarang jumlahnya tidak banyak, namun kami tetap mengambil tindakan tegas, bongkar. Dulu sudah pernah diminimalisir saat berlangsung OHL 2008, sekarang mulai ada yang mendirikan lagi. Sebelum terlambat lebih baik diantisipasi," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diungkapkan, pascaoperasi yang melibatkan ratusan anggota Brimob Polda Jabar yang lalu, tidak ada lagi kawasan hutan yang dikuasai oleh oknum masyarakat. Namun baru-baru ini, di dalam kawasan hutan mulai kembali berdiri rumah dan bangunan lainnya. "Munculnya bangunan tersebut mengindikasikan mulai adanya perlawanan. Contoh lainnya beberapa tanaman reboisasi yang baru ditanam juga dicabuti," ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelaku pencabutan tanaman rebioisasi, tuturnya, dilakukan oleh segelintir oknum masyarakat yang terorganisir. Sebagian di antaranya melakukan hal tersebut karena masih terbius oleh rayuan yang menyatakan lahan yang digarapnya dapat dibuat sertifikat. "Kami minta agar masyarakat tidak mudah terkecoh, dan lebih waspada. Yang kami laksanakan di Cugur ini adalah untuk mengembalikan fungsi hutan yang sekarang kondisinya kritis," kata Dicky.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dicky mengatakan kawasan hutann yang rusak akibat illegal logging atau pembalakan liar di wilayah Ciamis mencapai 5.200 hektar. Sebanyak 2.500 hetar di antaranya sudah dilakukan penanaman kembali sejak tahun 2008. Untuk tahun 2010 dilakukan penanaman seluas 700 hektar. (A-101/das)***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;amp;id=129809&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-483428209045249714?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/483428209045249714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/bangunan-liar-di-kawasan-hutan-cigugur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/483428209045249714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/483428209045249714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/bangunan-liar-di-kawasan-hutan-cigugur.html' title='Bangunan Liar di Kawasan Hutan Cigugur Dibongkar'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4iBfz5HG-I/AAAAAAAAAPk/UXJFfL7jkqA/s72-c/Bangunan+Liar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2327017137824043710</id><published>2010-02-26T17:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T18:38:46.927-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greenpeace'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HTI'/><title type='text'>Perusahaan Tamak Babat Hutan Riau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4h5qSqlchI/AAAAAAAAAPc/vhUPEVgiZrc/s1600-h/Hutan+Riau.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4h5qSqlchI/AAAAAAAAAPc/vhUPEVgiZrc/s320/Hutan+Riau.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;PEKANBARU, TRIBUN - Perusahaan pemegang izin hutan tanaman industri (HTI) di Provinsi Riau dinilai terlalu rakus menebangi hutan alam untuk bahan baku industri bubur kertas, sedangkan pengelolaan kebun HTI dan kesejahteraan masyarakat di sekitar konsesi perusahaan masih terabaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Perusahaan hanya mengejar tebang hutan alam, bukan menanam di areal konsesi yang sudah ada. Masalah ini sudah lama terjadi," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf, pada diskusi kehutanan di Pekanbaru, Kamis (26/2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut data Dinas Kehutanan Riau, terdapat 48 izin HTI berada di Riau dengan luas sekitar 1,7 juta hektar. Namun, hingga kini baru 640 ribu hektar atau sepertiga dari luas konsesi yang ditanami akasia dan ekaliptus. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Inilah yang sedang kita kejar ke perusahaan agar pengelolaan HTI dan kesejahteraan berjalan seiringan dengan operasional bisnis," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zulkifli mengatakan Dinas Kehutanan Riau akan terus menerapkan jeda tebang di hutan alam dengan tidak menandatangani izin tebang tahunan (RKT/Rencana Kerja Tahunan) bagi perusahaan di Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun ia mengaku tidak bisa berbuat banyak setelah keluarnya Permenhut P.14/Menhut-II/2009 yang membuat kewenangan penerbitan izin tebang di hutan alam pada Kementrian Kehutanan tanpa melalui rekomendasi dinas kehutanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya, terbitnya perluasan konsesi perusahaan HTI di Riau seluas sekitar 300 ribu hektar pada 2009 menjadi masalah baru. Izin tersebut diperuntukkan bagi PT Riau Andapan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Sumatera Riang Lestari (SRL).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Padahal saya sudah melayangkan surat ke Kementrian Kehutanan bahwa proses perizinan tersebut bermasalah," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerakusan perusahaan HTI juga dikatakan Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Zulfahmi bahwa kebutuhan dua pabrik bubur kertas milik perusahaan raksasa PT RAPP dan PT Indah Kita Pulp and Paper (IKPP) seharusnya bisa dipenuhi apabila perusahaan menggarap optimal penanaman konsesi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan kebutuhan bahan baku dua pabrik tersebut yang diperkirakan mencapai 18 juta meter kubik (m3) per tahun, hasil panen di areal konsesi yang telah ditanami sekitar 640 ribu hektar seharusnya sudah cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hektar HTI apabila dikelola optimal bisa menghasilkan kayu 140 m3 per haktar. Dengan begitu areal konsesi yang ditanami seharusnya mampu memproduksi sekitar 89,6 juta m3 dalam setahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Anehnya, RAPP bisa membangun pabrik chip kayu dengan kapasitas 1 juta ton per tahun untuk diekspor. Kalau perusahaan kekurangan bahan baku, kenapa bisa ekspor," ujar Zulfahmi. (ant)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tribunpekanbaru.com/read/artikel/15715&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2327017137824043710?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2327017137824043710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/perusahaan-tamak-babat-hutan-riau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2327017137824043710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2327017137824043710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/perusahaan-tamak-babat-hutan-riau.html' title='Perusahaan Tamak Babat Hutan Riau'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4h5qSqlchI/AAAAAAAAAPc/vhUPEVgiZrc/s72-c/Hutan+Riau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-7745316604854921799</id><published>2010-02-26T17:43:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T18:36:51.316-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UPT'/><title type='text'>Puluhan Babi Hutan Rusak 15 Hektare Tanaman Pertanian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4h4Y4y8UYI/AAAAAAAAAPU/HdMqBYNWzSI/s1600-h/babi+rusak+ladang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4h4Y4y8UYI/AAAAAAAAAPU/HdMqBYNWzSI/s200/babi+rusak+ladang.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;LEBAK--MI: Puluhan babi hutan menyerang dan merusak areal tanaman pertanian seluas 15 hektare di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dari 15 hektare yang rusak parah di antaranya di kawasan pertanian Cibaragalak di Desa Cijaku," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Salim saat dihubungi di Rangkasbitung, Kamis (25/2) malam. Kawanan babi liar yang datang dari hutan tersebut merusak tanaman jagung, kacang tanah, singkong, dan padi huma yang akan dipanen pada Maret mendatang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat serangan puluhan babi hutan sejak sepekan terakhir ini, menurut dia, menyebabkan kerugian besar di kalangan petani setempat. "Sebab, sebagian besar tanaman yang dirusak kawanan babi hutan itu, tinggal menunggu saat panen," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, seperti tanaman jagung, padi, singkong, dan kacang tanah, sebentar lagi akan dipanen atau sekitar Maret mendatang. Oleh karena itu, pihaknya minta warga petani selalu menjaga tanaman pertaniannya terutama pada malam hari dengan memanfaatkan anjing penjaga untuk mengusir kawanan babi yang datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan kawanan babi hutan itu biasanya berjumlah antara 15 hingga 25 ekor. "Pengamanan menggunakan anjing sangat efektif untuk mengusir babi liar tersebut," katanya. (Ant/OL-04) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/26/125807/123/101/Puluhan-Babi-Hutan-Rusak-15-Hektare-Tanaman-Pertanian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-7745316604854921799?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/7745316604854921799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/puluhan-babi-hutan-rusak-15-hektare.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7745316604854921799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7745316604854921799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/puluhan-babi-hutan-rusak-15-hektare.html' title='Puluhan Babi Hutan Rusak 15 Hektare Tanaman Pertanian'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S4h4Y4y8UYI/AAAAAAAAAPU/HdMqBYNWzSI/s72-c/babi+rusak+ladang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8991787709147362377</id><published>2010-02-18T07:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T07:25:21.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Tengah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><title type='text'>LP Bentuk Satgas untuk Minimalisasi Penjarahan Hutan Nusakambangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S31Y9GaY9wI/AAAAAAAAAPM/pgwf4UFZ8jQ/s1600-h/20100218_063521_kambangan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S31Y9GaY9wI/AAAAAAAAAPM/pgwf4UFZ8jQ/s200/20100218_063521_kambangan2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;CILACAP--MI: Tujuh lembaga pemasyarakatan (LP) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, membentuk Satuan Tugas Keamanan dan ketertiban (Satgas Kamtib) yang bertugas khusus mengendalikan perambahan hutan dan pendatang ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Satgas Kamtib dilakukan karena penjarahan hutan di Nusakambangan belakangan makin marak dan arealnya digunakan sebagai lahan pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kepala LP Narkotika Marwan Adli membenarkan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia (Depkum dan HAM) Jawa Tengah Chairudin Idrus telah memerintahkan kepada tujuh LP di Nusakambangan untuk membentuk Satgas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian perintah itu ditindaklanjuti dengan membentuk Satgas. Jumlah anggotanya mencapai 20 orang, enam LP di antaranya masing-masing mengirimkan dua personel, sedangkan enam personel berasal dari LP Batu," ujar Marwan, Kamis (18/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satgas itu, katanya, memang sangat penting, sebab selama ini penjarahan di hutan Nusakambangan sangat marak. Selain itu, banyak pendatang yang masuk ke Nusakambangan untuk membuka hutan kemudian dialihfungsikan menjadi lahan pertanian dan perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satgas itu nantinya akan bertindak tegas. Mereka bertugas menangkap para penjarah dan pelaku akan diserahkan kepada kepolisian. Sementara itu, warga yang telanjur membuka lahan di Pulau Nusakambanga dipersilakan sampai tahun ini saja. Artinya selepas panen, mereka tidak boleh meneruskan lagi bercocok tanam di pulau ini," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ada sejumlah titik yang rawan terjadi penjarahan kayu, terutama di bagian selatan Pulau Nusakambangan. Bahkan, penjarahan sudah sampai mendekati Kompleks LP-LP. "Oleh karena itu, satgas nantinya akan bertugas untuk melakukan penertiban terhadap para penjarah maupun para pendatang ilegal," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Kantor Konservasi Segara Anakan Supriyanto menyambut baik upaya yang dilakukan oleh otoritas LP Nusakambangan. "Dengan demikian, kalau penjarahan hutan Nusakambangan dapat diminimalisasi, warga di Kecamatan Kampung Laut tidak akan kesulitan air pada musim kemarau. Sebab, 15 ribu penduduk di Kampung Laut bergantung pada pasokan air&lt;br /&gt;Nusakambangan," jelasnya. (LD/OL-01) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/18/124146/124/101/LP-Bentuk-Satgas-untuk-Minimalisasi-Penjarahan-Hutan-Nusakambangan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8991787709147362377?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8991787709147362377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/lp-bentuk-satgas-untuk-minimalisasi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8991787709147362377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8991787709147362377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/lp-bentuk-satgas-untuk-minimalisasi.html' title='LP Bentuk Satgas untuk Minimalisasi Penjarahan Hutan Nusakambangan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S31Y9GaY9wI/AAAAAAAAAPM/pgwf4UFZ8jQ/s72-c/20100218_063521_kambangan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-7607705006435924001</id><published>2010-02-18T07:08:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T07:09:23.323-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jambi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Hutan Produksi Dijadikan Kebun Sawit Ditolak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S31XW_RjazI/AAAAAAAAAPE/kQ78n-jMMYo/s1600-h/image.tempointeraktif.com.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S31XW_RjazI/AAAAAAAAAPE/kQ78n-jMMYo/s320/image.tempointeraktif.com.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;TEMPO Interaktif, Jambi - Sejumlah kalangan menolak Rencana Kementerian Kehutanan RI yang menggodok rancangan peraturan menteri mengenai aturan&amp;nbsp; izin pembukaan perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan produksi. "Kami secara terang-terangan menolak rencana tersebut," kata Ruqaiya Raffiq, Direktur Yayasan Setara Jambi, organisasi khusus pemerhati masalah kelapa sawit kepada Tempo hari ini.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia,&amp;nbsp; bila aturan itu&amp;nbsp; diberlakukan akan terjadi pembukaan kawasan hutan produksi secara besar-besaran. Saat ini, sebagian besar kondisi hutan produksi, khususnya di Provinsi Jambi&amp;nbsp; tergolong cukup baik dan bila dibuka akan menimbulkan kerusakan ekosistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak lainnya, ka Ruqaiya, jika hutan produksi boleh dibuka untuk kebun sawit, berarti&amp;nbsp; hutan penyangga taman nasional juga bisa diperlakukan secara sama. Upaya ini hanya bertujuan melegalkan eksploitasi hutan. "Saya melihat tiga&amp;nbsp; atau lima tahun ke depan tidak ada lagi&amp;nbsp; hutan alam. Yang ada&amp;nbsp; hutan sawit dan hutan tanaman industri," ujar Ruqaiya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, rancangan peraturan menteri kehutanan mengenai aturan pembukaan izin perkebunan kelapa sawit saat ini tengah digodok. Menurut Ruqaiya,rencana memasukkan kebun sawit menjadi bagian dari kawasan hutan jelas akan memicu kontroversi banyak pihak. (SYAIPUL BAKHORI)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/02/18/brk,20100218-226804,id.html#&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-7607705006435924001?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/7607705006435924001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/hutan-produksi-dijadikan-kebun-sawit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7607705006435924001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7607705006435924001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/hutan-produksi-dijadikan-kebun-sawit.html' title='Hutan Produksi Dijadikan Kebun Sawit Ditolak'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S31XW_RjazI/AAAAAAAAAPE/kQ78n-jMMYo/s72-c/image.tempointeraktif.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6834815399326119936</id><published>2010-02-09T23:56:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T01:39:32.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Tanam Pohon Tak Mampu Atasi Hutan Kritis di Pamekasan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S3JlfEQN9SI/AAAAAAAAAO0/R-g5YxDuYL8/s1600-h/hutan+Pamekasan,+Jawa+Timur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S3JlfEQN9SI/AAAAAAAAAO0/R-g5YxDuYL8/s320/hutan+Pamekasan,+Jawa+Timur.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;TEMPO Interaktif, Pamekasan - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mencatat lebih 20 ribu hektare hutan rakyat saat ini dalam kondisi kritis. Padahal tiap tahun kegiatan menanam pohon terus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pamekasan Bambang Prayogi mengatakan, dari jumlah tersebut hampir 1.000 hektare kategori sangat kritis, 5.000 hektare lainnya kritis, dan 14 ribu hektare lainnya agak kritis. "Yang rusak baru sekitar 94 hektar," katanya, Rabu (10/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan hektare hutan kritis ini, kata dia, tersebar di Kecamatan Waru, Tlanakan, sampai wilayah pesisir Pantai Pademawu. Tiap tahun, Bambang mengaku terus melakukan upaya menekan jumlah hutan kritis dengan membagikan bibit pohon kepada warga serta melakukan pengayaan jenis pohon. "Tapi laju kerusakan jauh lebih cepat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah utamanya adalah status lahan hutan rakyat yang masih milik perseorangan sehingga bila pemiliknya membutuhkan kayu untuk membangun rumah atau dijual, aksi penebangan sulit dicegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala lainnya adalah terbatasnya anggaran sehingga tidak semua hutan kritis tertangani dengan maksimal. "Kami hanya bisa membatasi, menebang pohon paling tidak satu batang setahun," terangnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;MUSTHOFA BISRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/02/10/brk,20100210-224795,id.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6834815399326119936?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6834815399326119936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/tanam-pohon-tak-mampu-atasi-hutan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6834815399326119936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6834815399326119936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/tanam-pohon-tak-mampu-atasi-hutan.html' title='Tanam Pohon Tak Mampu Atasi Hutan Kritis di Pamekasan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S3JlfEQN9SI/AAAAAAAAAO0/R-g5YxDuYL8/s72-c/hutan+Pamekasan,+Jawa+Timur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-590095579738776966</id><published>2010-02-09T23:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T01:40:45.623-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHKA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BKSDA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menteri Kehutanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BPKH'/><title type='text'>Ribuan Hektar Hutan Kalbar Dibabat Tanpa Izin</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S3JbpnX4zFI/AAAAAAAAAOs/t-D49XN5v3U/s1600-h/Hutan+yang+habis+ditebang+dan+dibakar.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="194" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S3JbpnX4zFI/AAAAAAAAAOs/t-D49XN5v3U/s320/Hutan+yang+habis+ditebang+dan+dibakar.JPG" width="257" /&gt;&lt;/a&gt;PONTIANAK, KOMPAS.com — Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit diduga merambah areal kawasan hutan di Kalimantan Barat tanpa izin. Hingga saat ini Dinas Kehutanan Kalbar bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan pengumpulan bahan keterangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dishut Kalbar Soenarno membeberkan, pihaknya sudah mendapatkan data pelanggaran itu di dua kabupaten, yakni Sanggau dan Bengkayang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Perusahaan sawit itu membuka hutan tanpa mengantongi izin pelepasan kawasan dari Menteri Kehutanan. Ini melanggar UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar," kata Soenarno kepada wartawan, Selasa (9/2/2010) di sela workshop kehutanan di Hotel Orchadz, Kota Pontianak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Kabupaten Sanggau, diduga lima perusahaan melakukan pelanggaran tersebut. Menurut pendataan sementara, dua di antaranya sudah terbukti membabat hutan sekitar 4.000 hektar lebih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara di Kabupaten Bengkayang diduga delapan perusahaan, enam di antaranya sudah didata, dengan luasan di atas 20 ribu hektar lebih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Data tersebut diperoleh dari pengukuran Badan Penetapan Kawasan Hutan (BPKH) akhir 2009 lalu. Disinyalir, di kabupaten lain juga terjadi pelanggaran seperti ini. Ribuan hektar kawasan hutan dibabat tanpa izin," jelas Soenarno.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim gabungan Dishut dan BKSDA belum mengusut terlalu rinci, seperti sejak tahun berapa perusahaan itu memulai aksinya. Namun, kata Soenarno, informasi tersebut akan terus dikumpulkan untuk berikutnya dinaikkan ke proses hukum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kita bukan alergi terhadap kebun sawit, tapi aturan harus memiliki izin pelepasan kawasan itu harus dipatuhi dong," kesalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika ditanya perusahaan apa saja yang diduga merambah hutan tanpa izin tersebut, Soenarno belum bersedia membukanya. Nama-nama perusahaan tersebut baru akan diekspos jika sudah menjalani tahapan penyidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembabatan membabi buta itu bakal merusak keseimbangan alam, selain kepentingan nonkehutanan lainnya. Juga, ikut mengancam aneka satwa endemik yang khas dan mulai punah.(*) Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Severianus Endi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://regional.kompas.com/read/2010/02/10/06565149/Ribuan.Hektar.Hutan.Kalbar.Dibabat.Tanpa.Izin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-590095579738776966?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/590095579738776966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/ribuan-hektar-hutan-kalbar-dibabat.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/590095579738776966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/590095579738776966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/ribuan-hektar-hutan-kalbar-dibabat.html' title='Ribuan Hektar Hutan Kalbar Dibabat Tanpa Izin'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S3JbpnX4zFI/AAAAAAAAAOs/t-D49XN5v3U/s72-c/Hutan+yang+habis+ditebang+dan+dibakar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6557891589165567271</id><published>2010-02-04T21:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:25:45.845-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KAMK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WALHI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PPATK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='LSM'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BPKHDK'/><title type='text'>KPK Diminta Usut Mafia Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2utVHYuLcI/AAAAAAAAAOk/RMhQgWui-Bc/s1600-h/20100205_093248_hutan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2utVHYuLcI/AAAAAAAAAOk/RMhQgWui-Bc/s320/20100205_093248_hutan.jpg" width="238" /&gt;&lt;/a&gt;JAKARTA-MI: Koalisi beberapa LSM dengan nama Koalisi Anti Mafia Kehutanan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut mafia kehutanan dan kasus-kasus korupsi di kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami meminta KPK menjadikan kasus-kasus korupsi kehutanan sebagai salah satu prioritas penting," kata Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Eksekutif Walhi M Teguh Surya mewakili Koalisi Anti Mafia Kehutanan di Jakarta, Jumat (5/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mereka juga meminta KPK untuk membentuk satu satuan tugas khusus yang fokus menyidik kasus-kasus perusakan hutan. KPK juga diminta menindaklanjuti sembilan kasus besar di bidang kehutanan dengan estimasi kerugian negara Rp6,66 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tindak lanjut penanganan kasus, koalisi meminta kepada KPK untuk segera menahan tiga tersangka kasus kehutanan di Riau. "Koalisi meminta tiga tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus di Riau untuk segera ditahan," kata Teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang berinisial AR dan ST yang merupakan mantan Kepala Dinas Kehutanan Riau serta BH, mantan Bupati Kampar. Koalisi meminta kepada KPK, setelah menilai Penyidik PNS Kementerian Kehutanan, polisi, PPATK dan kejaksaan gagal menangkap para dalang terorganisir (masterminds) perusakan hutan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembalakan liar dikendalikan para penjahat kelas kakap dan antarnegara (transnational crime). Perusakan yang lebih parah terjadi oleh konversi hutan secara ilegal yang digerakkan oleh para investor nakal dengan dibantu para pejabat. Konversi ini dilakukan dengan mengubah hutan menjadi perkebunan dan pertambangan," kata Teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari laporan Tim Terpadu Revisi RTRWP Kalteng 2009, konversi hutan di Kalimantan Tengah seluas 7,8 juta hektare hutan telah berubah menjadi kebun sawit, areal tambang, dan bentang alam lainnya yang bukan hutan di provinsi ini. Seluruh bupati terdata memfasilitasi perusakan hutan oleh perusahaan-perusahaan perusak hutan dengan menerbitkan ijin usaha perkebunan dan atau kuasa pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai Pemantapan Kawasan Hutan Departemen Kehutanan menyebutkan dalam 6 tahun terakhir, seluas 5,8 juta hektare hutan Papua rusak (www.bpkhpapua.org). Diperkirakan hutan Papua akan habis pada 2020. (Ant/OL-06)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/05/121347/18/1/KPK-Diminta-Usut-Mafia-Hutan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6557891589165567271?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6557891589165567271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/kpk-diminta-usut-mafia-hutan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6557891589165567271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6557891589165567271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/kpk-diminta-usut-mafia-hutan.html' title='KPK Diminta Usut Mafia Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2utVHYuLcI/AAAAAAAAAOk/RMhQgWui-Bc/s72-c/20100205_093248_hutan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5571408461831600548</id><published>2010-02-04T21:24:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:28:49.383-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalpataru'/><title type='text'>Hutan Dirusak Kalpataru Diserahkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2urQPQkuZI/AAAAAAAAAOc/f7HoLMVhK44/s1600-h/kondisi-hutan-riau.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2urQPQkuZI/AAAAAAAAAOc/f7HoLMVhK44/s320/kondisi-hutan-riau.jpg" width="305" /&gt;&lt;/a&gt;Pekanbaru, Kompas - Tidak tahan melihat kerusakan hutan adat yang selama ini gigih dipeliharanya, Patih Laman (90), peraih Kalpataru 2003, berniat menyerahkan Piala Kalpataru miliknya kepada Gubernur Riau Rusli Zainal. Penyerahan direncanakan dilakukan hari Senin (8/2).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Saya sudah tak tahan melihat hutan adat kami dibiarkan rusak tanpa pembelaan dari pemerintah daerah. Saya makan hati melihatnya,” ujar Patih Laman di Pekanbaru, Kamis (4/2).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patih adalah Ketua Suku Talang Mamak yang bermukim di Sungai Ekok, Kecamatan Rakit Kulim, Indragiri Hulu. Di lokasi desa itu terdapat hutan Panguanan dan Panyabungan, salah satu dari empat kawasan hutan adat yang pernah terpelihara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atas aksinya memelihara hutan itu, tahun 2003 Patih mendapat penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, Kalpataru, dari Presiden Megawati Soekarnoputri melalui Kementerian Lingkungan Hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patih Laman yang datang ke Pekanbaru bersama monti adat (pemuka adat), Kantor, dan penghubung, Ameng, mencari informasi keberadaan Rusli Zainal. Ternyata sejak awal pekan ini Rusli lebih banyak di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hutan adat suku Talang Mamak terdiri atas empat kawasan, yakni hutan Panguanan dan Panyabungan seluas 1.800 hektar, serta tiga kawasan hutan lainnya, yaitu hutan Sungai Tunu (105 hektar), hutan Pusaka Kelumbuk Tinggi Banir (22 hektar), dan hutan Durian Berjajar sekitar 98 hektar. (SAH)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/05/0543384/hutan.dirusak..kalpataru.diserahkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5571408461831600548?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5571408461831600548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/hutan-dirusak-kalpataru-diserahkan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5571408461831600548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5571408461831600548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/hutan-dirusak-kalpataru-diserahkan.html' title='Hutan Dirusak Kalpataru Diserahkan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2urQPQkuZI/AAAAAAAAAOc/f7HoLMVhK44/s72-c/kondisi-hutan-riau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6286762619847650912</id><published>2010-02-03T12:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:29:44.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Perhutani dan Masyarakat Kelola Bersama Hutan Gundul di Jember</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2niJK_YVWI/AAAAAAAAAOU/I3iZni62Ag4/s1600-h/hutan-gundul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2niJK_YVWI/AAAAAAAAAOU/I3iZni62Ag4/s320/hutan-gundul.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;JEMBER - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember merencanakan untuk mengajak masyarakat bekerjasama mengelola 18.000 hektare bekas hutan yang gundul. "Tujuannya untuk meningkatan perekonomian masyarakat di sekitar hutan,” kata Administratur Perum Perhutani KPH Jember Taufik Setyadi, Rabu (3/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dengan kerjasama tersebut akan menjadikan masyarakat lebih bertanggung jawab dalam melestarikan hutan. Pengelolaan secara bersama juga bertujuan menekan pembalakan liar dan pendudukan lahan secara illegal.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melalui kerjasama itu, masyarakat akan diberi ijin untuk menanam kopi dengan sistem bagi hasil. Syaratnya, mereka harus memelihara pohon naungan milik Perhutani. Mereka juga diwajibkan menggunakan pupuk non oganik. "Penggunaan pupuk kimia menyebabkan akar pohon kopi menjadi lemah. Tanah pun menjadi gembur sehingga mudah longsor,” ujar Taufik Setyadi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tanaman kopi, masyarakat juga bisa menanam pohon sengon. Bibitnya diberikan secara gratis oleh Perhutani. Masyarakat bertugas menjaga sampai pohon tersebut siap tebang ketika berumur sekitar lima tahun. "Saat panen masyarakat berhak mendapat bagian 90 persen, sedangkan Perhutani 10 persen," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengatasi hutam yang gundul, kerjasama juga diharapkan bisa menyelesaikan sekitar 800 hektare lahan Perhutani yang hingga saat ini masih menjadi obyek sengketa dengan masyarakat. Lahan hutan tersebut berlokasi di wilayah Kecamatan Tempurejo, Wuluhan, dan Kecamatan Silo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan pula oleh Taufik Setyadi, hingga tahun 2000 lalu, Perhutani Jember telah kehilangan sekitar 9.500 hektare areal hutan karena dijarah, diduduki dan kemudian disertifikatkan oleh warga. Sekitar 4.000 hektare di antaranya merupakan areal hutan lindung dan hutan produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhutani Jember sudah berupaya menyelesaikan sengketa, di antaranya melalui musyawarah, sistem bagi hasil dan pemberian tanah dengan sistem tukar guling. "Sebisa mungkin kita menggunakan mekanisme di luar jalur hukum karena menyangkut masalah sosial," tuturnya. MAHBUB DJUNAIDY.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/02/03/brk,20100203-223294,id.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6286762619847650912?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6286762619847650912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/perhutani-dan-masyarakat-kelola-bersama.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6286762619847650912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6286762619847650912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/perhutani-dan-masyarakat-kelola-bersama.html' title='Perhutani dan Masyarakat Kelola Bersama Hutan Gundul di Jember'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2niJK_YVWI/AAAAAAAAAOU/I3iZni62Ag4/s72-c/hutan-gundul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-9126948745923746665</id><published>2010-02-03T12:40:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:30:36.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BKSDA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WWF'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><title type='text'>Kerusakan Hutan Akibatkan Gajah Masuk Kompleks Chevron</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2newoNDclI/AAAAAAAAAOM/Xv5BEWQOyQw/s1600-h/gajah+masuk+kampung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2newoNDclI/AAAAAAAAAOM/Xv5BEWQOyQw/s320/gajah+masuk+kampung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Pekanbaru (ANTARA News) - Kawanan gajah liar yang memasuki kompleks PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di Kecamatan Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, adalah akibat satwa dilindungi tersebut kesulitan mencari makan di hutan habitatnya yang rusak parah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gajah yang masuk kompleks perusahaan berasal dari Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja. Namun, karena habitat mereka di Balai Raja telah rusak parah, maka gajah kini sulit mendapatkan makanan dan terpaksa masuk di areal perusahaan," kata Humas WWF Riau Syamsidar kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syamsidar mengatakan hal itu terkait masuknya puluhan gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di kompleks CPI Duri sejak 24 Januari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syamsidar mengatakan, kondisi hutan di Balai Raja yang merupakan habitat gajah kini tinggal bersisa sekitar 120 hektare. atau kurang dari 10 persen, dari luas sebelumnya yang mencapai 18 ribu hektare saat ditetapkan Menteri Kehutanan pada 1986.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi habitat tempat mencari makan satwa bongsor itu juga makin sempit karena hutan yang tersisa merupakan rawa-rawa dan sering meluap saat musim hujan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kompleks Chevron sebenarnya bukan lintasan gajah, tapi sekarang sepertinya menjadi jalur lintasan alternatif karena habitat mereka makin sempit akibat beralih fungsi menjadi kebun sawit dan perumahan warga," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan catatan ANTARA, kawanan gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) sebelumnya pernah berkeliaran di dalam kompleks CPI Duri akibat meningkatnya konflik dengan manusia sejak tahun 2006.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia menambahkan, WWF kini bekerja sama dengan CPI berupa melakukan pembekalan pada sekuriti perusahaan agar tidak terjadi konflik antara gajah dengan manusia di dalam areal perusahaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami hanya melakukan pembekalan kepada sekuriti karena penghalauan gajah semestinya dilakukan BKSDA Riau," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(F012/B010)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://antaranews.com/berita/1265177954/kerusakan-hutan-akibatkan-gajah-masuk-kompleks-chevron&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-9126948745923746665?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/9126948745923746665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/kerusakan-hutan-akibatkan-gajah-masuk.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/9126948745923746665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/9126948745923746665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/02/kerusakan-hutan-akibatkan-gajah-masuk.html' title='Kerusakan Hutan Akibatkan Gajah Masuk Kompleks Chevron'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2newoNDclI/AAAAAAAAAOM/Xv5BEWQOyQw/s72-c/gajah+masuk+kampung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8390183033090300997</id><published>2010-01-29T11:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:27:36.058-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BPS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WALHI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><title type='text'>5 Tahun 100 Hari Pemerintahan SBY</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2M5hGRv1hI/AAAAAAAAAOE/ltNx1Wj1MOE/s1600-h/susilo-bambang-yudhoyono.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2M5hGRv1hI/AAAAAAAAAOE/ltNx1Wj1MOE/s320/susilo-bambang-yudhoyono.jpg" width="271" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Melanggar Konstitusi, Gagal Melindungi Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam Indonesia!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;WALHI - Jakarta - Sejak pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, rezim ini terus disibukan dengan isu “Cicak Vs Buaya”, “Pelemahan Institusi KPK”, dan “Mega Skandal Kasus Century”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu antusiasnya publik, politisi dan media massa atas 3 kasus ini, sehingga hampir setiap pemberitaan terkait hal tersebut selalu saja menjadi berita utama. Imbasnya, isu penting lainnya seperti lingkungan hidup kurang mendapat perhatian publik lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kebijakan lingkungan hidup, sebagaimana analisa yang sudah disampaikan dalam dokumen evaluasi 5 tahun pemerintahan SBY-JK (WALHI, Oktober 2009) dan Outlook Lingkungan Hidup 2010, (WALHI, Januari 2010), rezim SBY masih kental dengan corak eksploitatif, liberal, berorientasi pasar bebas, mendorong penghancuran lingkungan hidup serta melanggaran Hak Asasi Manusia. Corak ekonomi-politik lainnya adalah setia bersandarkan pada skema utang luar negeri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif WALHI menjelaskan “Lebih ironi lagi, kegentingan ekologis rakyat Indonesia yang ditandai dengan masifnya peristiwa bencana ekologis, dengan korban jiwa maupun materi yang tidak sedikit, serta dampak dari perubahan iklim global belum mendapat porsi yang maksimal dari kebijakan negara, di bawah rezim SBY. Putaran dialog terkait perubahan iklim, hanya menempatkan Indonesia sebagai negara “pengikut sejati”&amp;nbsp; dari kehendak negara-negara kapitalis-utara (Annex I). Pidato akan menurunkan emisi 26% pada sector kehutanan, faktanya rezim terus mengeluarkan izin konsesi dan konversi diatas hutan alam&amp;nbsp; untuk HPH, HTI, dan perkebunan sawit skala besar lebih dari 26,7 juta hektar” ungkapnya.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lainnya, perlawanan rakyat mempertahankan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat, wilayah kelola, serta hak-hak atas tanah, masih dihadapi dengan tindakan kekerasan dan kriminalisasi dari aparat negara. Tentu saja peran modal tidak bisa dilepaskan dalam konteks ini. Cabang-cabang produksi negara yang penting seperti, pertambangan, perkebunan skala besar, industri properti, proyek infrastruktur, dan Migas, menjadi arena pertarungan penting, dimana rakyat jelata hadap-hadapan dengan negara dan kuasa modal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekerasan modal&amp;nbsp; merupakan babak lanjut dari fakta yang tak terbantahkan bagaimana negara dan aparatusnya tunduk di bawah-kaki kuasa neokolonialisme dan neoliberalisme. Perebutan tanah, air dan ruang kelola terjadi secara masif di lapangan, yang melibatkan korban Kaum Miskin Pedesaan maupun Kaum Miskin Kota. Ini belum ditambahkan dengan penerapan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Area/FTA); mulai dari IJEPA (Indonesia dan Jepang), ACFTA (ASEAN-China FTA),&amp;nbsp; New Zealand-Australia (NZFTA,), dan berbagai perjanjian bilateral dan multilateral lainnya yang merugikan kepentingan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor kemiskinan struktural di desa dan kota (urban), sanitasi dan udara yang buruk, serta kualitas lingkungan yang terus menurun, adalah bagian penting yang mendorong rendahnya angka harapan hidup rakyat Indonesia. Sebuah situasi yang gagal ditangkap oleh sensus negara melalui Biro Pusat Statistik (BPS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berry menambahkan bahwa “tindakan menjadikan Indonesia sekedar sebagai bangsa jajahan dan penyedia bahan mentah bagi negara-negara industry adalah suatu tindakan sistemik mendorong terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia, serta penghancuran lingkungan hidup dan sumber daya alam tersisa (ecocide). Suatu pengingkaran dan penghianatan dari amanat rakyat dan konstitusi UUD 1945, khususnya Pasal 33! (Selesai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.walhi.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=669%3A5-tahun-100-hari-pemerintahan-sby-melanggar-konstitusi-gagal-melindungi-lingkungan-hidup-dan-sumberdaya-alam-indonesia&amp;amp;catid=133%3Asiaran-pers&amp;amp;Itemid=92&amp;amp;lang=en&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8390183033090300997?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8390183033090300997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/5-tahun-100-hari-pemerintahan-sby.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8390183033090300997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8390183033090300997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/5-tahun-100-hari-pemerintahan-sby.html' title='5 Tahun 100 Hari Pemerintahan SBY'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2M5hGRv1hI/AAAAAAAAAOE/ltNx1Wj1MOE/s72-c/susilo-bambang-yudhoyono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1806139845090850440</id><published>2010-01-27T11:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T12:05:19.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tanaman Anti Serangga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyamuk memang merupakan salah satu serangga yang kehadirannya seringkali mengganggu. Akibat gigitan nyamuk, kulit menjadi bentol dan gatal. Belum lagi adanya nyamuk yang membawa penyakit yang berbahaya. Penyakit yang umumnya diakibatkan oleh gigitan nyamuk adalah penyakit demam berdarah dan malaria, penyakit kaki gajah dan chikungunya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai cara telah dilakukan manusia untuk menghindari serangan nyamuk, antara lain dengan menyemprotkan racun anti nyamuk atau mengoleskan lotion anti nyamuk. Tetapi cara ini cenderung tidak aman karena kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya. Sebagai alternatif yang lebih aman dan bersifat alami, kita dapat menggunakan tanaman-tanaman berikut agar nyamuk tidak lagi singgah ke rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;ZODIA (&lt;i&gt;Evodia suaveolens&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZCerRRtI/AAAAAAAAANM/xLoSujHCpR4/s1600-h/bunga-dadap-merah-15.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZCerRRtI/AAAAAAAAANM/xLoSujHCpR4/s320/bunga-dadap-merah-15.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zodia merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari daerah Irian (Papua). Oleh penduduk setempat tanaman ini biasa digunakan untuk menghalau serangga, khususnya nyamuk apabila hendak pergi ke hutan, yaitu dengan cara menggosokkan daunnya ke kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tanaman yang mempunyai tinggi antara 50 cm hingga 200 cm (rata-rata 75cm), dipercaya mampu mengusir nyamuk dan serangga lainnya dari sekitar tanaman. Oleh sebab itu tanaman ini sering ditanam di pekarangan ataupun di pot untuk menghalau nyamuk. Aroma yang dikeluarkan oleh tanaman Zodia cukup wangi. Biasanya tanaman itu mengeluarkan aroma apabila tanaman tergoyah oleh tiupan angin sehingga di antara daunnya saling menggosok, maka keluarlah aroma yang wangi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini sebagian masyarakat menyimpan tanaman zodia pada pot di dalam ruangan, sehingga selain memberikan aroma yang khas, juga aromanya dapat menghalau nyamuk dari ruangan. Namun demikian tidak berarti bahwa nantinya di dalam ruangan terdapat beberapa bangkai nyamuk sebagai akibat dari tanaman ini, nyamuk hanya terusir karena tidak menyukai aroma dari tanaman ini. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan di sekitar tempat angin masuk ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun jadi terhalau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Zodia (Evodia suaveolens) yang termasuk ke dalam keluarga Rutaceae, dikatakan mengandung evodiamine dan rutaecarpine. Dari beberapa literatur, tanaman ini bermanfaat sebagai anti-kanker. Menurut hasil analisa yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool (46%) dan a-pinene (13,26%) di mana linalool sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari pengujian yang dilakukan penulis terhadap nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) yang sering membuat heboh masyarakat, yaitu dengan cara menggosokkan daun zodia ke lengan, lalu lengannya dimasukkan ke kotak yang berisi nyamuk demam berdarah dan dibandingkan dengan lengan yang tanpa digosok dengan daun zodia, menunjukkan bahwa daun zodia mampu menghalau nyamuk selama enam jam dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, lengan yang digigit oleh nyamuk demam berdarah akan cepat sembuh (bentol dan gatal) apabila digosok dengan daun zodia. Hal ini merupakan harapan baru untuk menghalau serangan nyamuk demam berdarah di masa mendatang, yaitu dengan gerakan kembali ke alam dengan memanfaatkan tanaman di sekitar kita untuk memerangi penyakit demam berdarah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman ini sangat mudah diperbanyak, yaitu melalui biji dan stek ranting. Biasanya apabila kita sudah memiliki tanaman yang sudah berbunga dan berbiji, maka bijinya akan jatuh dan tumbuh disekitar tanaman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;GERANIUM (&lt;i&gt;Pelargonium citrosa&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZgGc469I/AAAAAAAAANc/qi5WmRKqNKE/s1600-h/geranium.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZgGc469I/AAAAAAAAANc/qi5WmRKqNKE/s320/geranium.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bunganya memiliki banyak variasi warna dengan kelopak bunga bertumpuk. Geranium mengandung geraniol dan sitronelol yang juga bersifat antiseptik yang dapat menyebabkan nyamuk tidak mau mendekat. Cara memanfaatkan tanaman ini dengan ditempatkan di tempat yang terkena tiupan angin karena aroma geranium akan tercium bila daunnya bergesekan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) adalah tanaman perdu yang tumbuh berumpun, banyak mempunyai tunas anakan. Daunnya hijau berbentuk menjangkar tepi daunnya bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Citrosa queen of lemon, dan Citrosa lady Diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh penduduk kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan diantara pakaian di dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma yang khas. Sekarang tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman di mana pola hidup kembali ke alam semakin populer&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;LAVENDER (&lt;i&gt;Lavandula latifolia&lt;/i&gt;, Chaix)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZUyMg6FI/AAAAAAAAANU/vrVWEeOlSHg/s1600-h/lavender.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZUyMg6FI/AAAAAAAAANU/vrVWEeOlSHg/s320/lavender.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman yang merupakan keluarga Lamiaceae ini berbentuk seperti semak atau pohon kecil. Daunnya bertulang sejajar, memiliki bunga kecil berwarna ungu kebiruan yang tumbuh di ujung cabang. Aroma bunga ini sangat harum mirip kamper, yang tidak disukai serangga. Lavender selain bisa digunakan langsung untuk pengusir nyamuk, bunganya juga menghasilkan minyak yang digunakan sebagai bahan penolak serangga (repellant dan antifeedant), bahkan termasuk bahan yang sering digunakan sebagai lotion anti nyamuk. Komposisi utama dalam minyak lavender adalah linalool asetat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lavender yang bisa ditanam dalam pot ini bisa ditaruh dalam ruang tamu untuk menambah kenyamanan sekaligus untuk menghalau nyamuk dan serangga. Lavender dapat juga digunakan untuk aroma terapi dengan cara memasukkan 4-5 tetes minyak lavender ke dalam wadah berisi air panas. Biarkan menguap sehingga aromanya menyebar ke seluruh ruangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lavender tumbuh baik di ketinggian 500-1300 m dpl. Semakin tinggi tempat tumbuhnya, semakin baik kualitas minyaknya. Tanaman ini dapat diperbanyak secara stek batang dan biji&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;SERAI WANGI  (&lt;i&gt;Cymbopogon nardus&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZyQh6pVI/AAAAAAAAANk/HoJNAsq2ceY/s1600-h/serai-wangi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZyQh6pVI/AAAAAAAAANk/HoJNAsq2ceY/s320/serai-wangi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serai telah dikenal sebagai salah satu bahan yang digunakan untuk bumbu masak. Tetapi sebenarnya ada manfaat lain yang tidak kalah penting yaitu sebagai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman yang termasuk bangsa rumput rumputan ini tidak disukai nyamuk karena mengandung geraniol dan sitronelol. Ekstrak serai juga telah dimanfaatkan dalam pembuatan lotion anti nyamuk dengan aromanya yang khas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman serai wangi tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50-100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1.5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;cara memperbanyak dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Potong sebagian daun stek atau kurangi hingga 3-5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan ditinggalkan sekitar 2.5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah. Aromanya yang sangat wangi akan menyebabkan nyamuk menyingkir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;ROSEMARY (&lt;i&gt;Rosmarinus officinalis&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZ70F9GcI/AAAAAAAAANs/_UHYFZTw0lE/s1600-h/rosemary.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZ70F9GcI/AAAAAAAAANs/_UHYFZTw0lE/s320/rosemary.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman ini dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk dengan menggosok gosokkan daunnya ke kulit. Aroma yang dihasilkan mirip aroma kayu putih. Aroma ini dapat mengacaukan penciuman nyamuk dan daya efektivitas “radar” sang nyamuk. Bunganya kecil-kecil warna ungu, daun berbentuk jarum tapi lembut, panjang 2-2,5 cm. Bisa diperbanyak dengan stek batang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman famili lamiaceae ini perlu cukup air dan sinar matahari. Untuk dipajang dalam ruangan, sebaiknya diposisikan dekat jendela, agar mendapat sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;SELASIH (&lt;i&gt;Ocimum spp&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CaCSx2LKI/AAAAAAAAAN0/n4fR8jO_180/s1600-h/selasih.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CaCSx2LKI/AAAAAAAAAN0/n4fR8jO_180/s320/selasih.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman perdu ini dari keluarga Labiatae. Tanaman ini sangat banyak variasinya dan sering berubah-ubah penampilan, khususnya warna daun jika ditanam di lingkungan yang berbeda-beda. Selasih tumbuh di daerah dengan ketinggian 1 – 1.100 m dpl. Tempat favoritnya adalah daerah yang teduh dan lembab. Perkembangbiakan selasih adalah dari bijinya. Daya adaptasi tanaman ini dengan lingkungan cukup baik, sehingga mudah tumbuh di hampir semua tempat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selasih mengandung eugenol, linalool dan geraniol yang dikenal sebagai zat penolak serangga, sehingga zat-zat tersebut juga berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Bau daun selasih tercium sangat tajam, bahkan jika tercium agak lama atau disimpan dalam ruangan, dapat mengakibatkan rasa mual dan pening. Komponen-komponen utama selasih yang bersifat volatil (menguap), menyebabkan nyamuk enggan mendekati tanaman ini. Biji selasih bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, membantu pencernaan, mengobati kram usus dan melancarkan buang air besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;SUREN (&lt;i&gt;Toona sureni, &lt;/i&gt;Merr)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CaIaY4UaI/AAAAAAAAAN8/jb07IMYXosM/s1600-h/suren.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CaIaY4UaI/AAAAAAAAAN8/jb07IMYXosM/s320/suren.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanaman dari keluarga Meliaceae ini termasuk tanaman tahunan yang berbentuk pohon. Tinggi tanaman bisa mencapai 20 m dan pertumbuhannya tergolong cepat. Suren tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 2.000 m dpl. Tanaman ini dapat diperbanyak secara generatif yaitu melalui biji. Daun dan kulit kayunya beraroma cukup tajam. Secara tradisional, petani menggunakan daun suren untuk menghalau hama serangga tanaman. Pohon suren berperan sebagai pengusir serangga (repellant) dan dapat digunakan dalam keadaan hidup (insektisida hidup).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penelitian, suren memiliki kandungan bahan surenon, surenin dan surenolakton yang berperan sebagai penghambat pertumbuhan, insektisida dan antifeedant (menghambat daya makan) terhadap larva serangga uji ulat sutera. Bahan-bahan tersebut juga terbukti merupakan repellant (pengusir atau penolak) serangga, termasuk nyamuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara penempatan tanaman ini bisa diletakkan di sudut-sudut ruangan dalam rumah, sebagai media untuk mengusir nyamuk. Jumlah tanaman dalam ruangan tergantung luas ruangan. Sementara, untuk penempatan diluar rumah/pekarangan sebaiknya diletakkan dekat pintu, jendela atau lubang udara lainnya, sehingga aroma tanaman terbawa angin masuk ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi manusia, tanaman hidup pengusir nyamuk dapat memberikan nilai positif. Manfaat ganda tanaman-tanaman ini, selain membuat rumah tampak sejuk dan indah, juga mampu mengusir serangga terutama nyamuk. Cara yang sederhana, mudah, murah dan ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Source : AdityaRial&lt;br /&gt;http://organikganesha.wordpress.com/2009/09/25/manfaat-tanaman-anti-serangga/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1806139845090850440?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1806139845090850440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/tanaman-anti-serangga.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1806139845090850440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1806139845090850440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/tanaman-anti-serangga.html' title='Tanaman Anti Serangga'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CZCerRRtI/AAAAAAAAANM/xLoSujHCpR4/s72-c/bunga-dadap-merah-15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-3910070497111585465</id><published>2010-01-27T10:11:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T11:37:47.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tanaman -Tanaman Anti Polusi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau tanaman hijau diklaim dapat memperbaiki lingkungan dan udara dalam ruangan yang kotor tidak menyehatkan sehingga dapat menyebabkan pusing, asma pada anak-anak dan alergi. Namun ada beberapa tanaman yang memiliki nilai lebih. Misalnya dapat menghambat polusi, mendatangkan burung-burung, atau menunjukkan tingkat polusi udara. Berikut ini beberapa tanaman anti polusi : &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1.Pohon Bungur dan Mahoni&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BrNxZPLGI/AAAAAAAAAL0/acRNppjQ0s0/s1600-h/bungur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BrNxZPLGI/AAAAAAAAAL0/acRNppjQ0s0/s320/bungur.jpg" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BryEKWrPI/AAAAAAAAAL8/9kJDXzsLyDc/s1600-h/mahoni.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="261" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BryEKWrPI/AAAAAAAAAL8/9kJDXzsLyDc/s320/mahoni.jpg" width="186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Bungur dan Mahoni&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikenal mampu menyerap polutan udara seperti timbal. Maka kedua pohon ini sebaiknya ditanam untuk penghijauan di kota-kota besar, dekat jalan protokol yang padat lalu lintasnya. Bukan rahasia lagi kalau kendaraan bermotor menjadi penyumbang timbal terbesar di udara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, pohon seperti akasia sebaiknya jangan dijadikan pohon jalur hijau. Mengapa? karena akasia menjadi salah satu pencetus asma. Begitu juga pohon palem yang indah bentuknya, tak begitu besar manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.Lumut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BsSwsKryI/AAAAAAAAAMM/H0D2_J9LeLU/s1600-h/lumut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BsSwsKryI/AAAAAAAAAMM/H0D2_J9LeLU/s1600-h/lumut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BsSwsKryI/AAAAAAAAAMM/H0D2_J9LeLU/s320/lumut.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Lumut yang menempel di batang pohon mampu mendeteksi tingkat polusi udara suatu daerah. Semakin banyak lumut menempel di sebuah pohon berarti semakin baik kualitas udara di tempat itu. Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan. Beberapa spesies&amp;nbsp; dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.Tanaman Sirih Belanda (Devil’s Ivy)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BseSZh3iI/AAAAAAAAAMU/BWedV17TQNw/s1600-h/Sirih+Belanda+%28Devil%E2%80%99s+Ivy%29+.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BseSZh3iI/AAAAAAAAAMU/BWedV17TQNw/s320/Sirih+Belanda+%28Devil%E2%80%99s+Ivy%29+.jpg" width="204" /&gt;&lt;/a&gt;Tanaman perdu yang bisa tumbuh dimana saja, termasuk di dalam pot di halaman rumah ini mampu menyerap formaldehida dan benzena. Tanaman ini sudah diriset oleh NASA dan tanaman ini termasuk tanaman “bandel” yang dapat hidup di lingkungan apapun. Bisa di tanah, di gabus, hanya dengan air pun hidup.&amp;nbsp; Tanaman&amp;nbsp; ini dapat diletakkan didalam rumah atau diluar rumah yang bersuhu panas dan dapat dengan efektif menyerap 54% dari total benzena 0.156 ppm. Untuk formaldehida, dari 18 ppm dapat dihilangkan sebesar 67%. Selain itu, karbonmonoksida sebesar 113 ppm dapat dihilangkan hingga 75%. (ppm = parts per million)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat letakkan sirih belanda ini di pot dalam rumah atau di gantung saja. Intinya adalah dengan adanya tanaman di dalam rumah anda, maka udara pun akan terasa lebih segar dan juga lebih bersih. Hasilnya rumah pun lebih segar dan lega untuk bernafas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Kembang Sepatu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CU10f3asI/AAAAAAAAANE/j8PZugeLA3g/s1600-h/240px-Hibiskus_rosa-sinensis_-_Kwiat.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CU10f3asI/AAAAAAAAANE/j8PZugeLA3g/s320/240px-Hibiskus_rosa-sinensis_-_Kwiat.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mampu menyerap nitrogen sehingga membuat paru-paru kita jadi lega. Namun jangan sekali-sekali menanam bunga kembang sepatu di dekat ruang Radiografi. Tanaman ini berfungsi meneruskan radiasi sehingga berbahaya bagi orang di sekitar tempat radiografi tersebut. manffat lain kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga diminum sebagai teh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.Sansevieria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2Bs8q-04qI/AAAAAAAAAMk/zdOLhdswREc/s1600-h/sansevieria-cultivars.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2Bs8q-04qI/AAAAAAAAAMk/zdOLhdswREc/s320/sansevieria-cultivars.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CBOOJyIKI/AAAAAAAAAM8/rzA-mVGG-_Y/s1600-h/SansevieriaLaurentii10_300x450.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2CBOOJyIKI/AAAAAAAAAM8/rzA-mVGG-_Y/s320/SansevieriaLaurentii10_300x450.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sanseviera&lt;/i&gt; dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. &lt;i&gt;Sanseviera&lt;/i&gt; tak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang, &lt;i&gt;Sanseviera&lt;/i&gt; digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kembang sepatu berfungsi melanjutkan radiasi, tidak demikian dengan tanaman sansevieria ini. Sansevieria mampu menyerap 107 jenis racun, termasuk polusi udara, asap rokok (nikotin), hingga radisi nuklir, sehingga cocok dijadikan penyegar. Kaktus juga bisa menghambat radiasi. Keistimewaan tanaman yang disebut lidah mertua ini juga adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Penelitian NASA bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu mengurangi polusi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Pohon Trembesi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BtNt1S2fI/AAAAAAAAAMs/wGESyaclDNY/s1600-h/Wit_trembesi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BtNt1S2fI/AAAAAAAAAMs/wGESyaclDNY/s320/Wit_trembesi.jpg" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;Mampu menyerap karbondioksida dalam jumlah yang besar, sehingga sangat disarankan untuk ditanam sebagai pohon penghijauan. Namun trambesi membutuhkan lahan yang cukup luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya pohon ini mempunyai jaringan akar yang besar dan luas sehingga sering kali merusak bangunan di sekitarnya. Selain itu tajuknya yang lebar dan daunnya yang rimbun sering kali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-3910070497111585465?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/3910070497111585465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/tanaman-tanaman-anti-polusi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3910070497111585465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3910070497111585465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/tanaman-tanaman-anti-polusi.html' title='Tanaman -Tanaman Anti Polusi'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S2BrNxZPLGI/AAAAAAAAAL0/acRNppjQ0s0/s72-c/bungur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2201912633815004509</id><published>2010-01-26T02:55:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:32:40.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IPB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maluku'/><title type='text'>Warga Pulau Yamdena Tolak Penebangan Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17JrU2J3GI/AAAAAAAAAJg/R280SojzOYU/s1600-h/3663488p_300x190.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17JrU2J3GI/AAAAAAAAAJg/R280SojzOYU/s320/3663488p_300x190.jpg" width="336" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Masyarakat Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Maluku, Senin (25/1). Mereka menuntut pencabutan izin pemanfaatan hutan yang dinilai merusak lingkungan. Warga resah karena penebangan hutan dikhawatirkan akan menghilangkan lapisan tanah subur dan mengeringkan sumber-sumber air di Pulau Yamdena.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ambon, Kompas - Warga Pulau Yamdena di Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, meminta Menteri Kehutanan dan Gubernur Maluku mencabut izin pemanfaatan hutan PT Karya Jaya Berdikari. Masyarakat khawatir penebangan hutan akan mengeringkan sumber air dan mengerosi lapisan tanah subur.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Protes disampaikan sekitar 50 warga Pulau Yamdena di Kantor Gubernur Maluku, Senin (25/1). Mereka menyerahkan bukti-bukti kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan kepada gubernur. Warga juga menyerahkan dokumen penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang struktur tanah serta geologi Yamdena yang rawan terdegradasi jika hutan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Berdasarkan penelitian IPB, ketebalan tanah di Yamdena hanya 20 sentimeter. Jika hutan ditebang, tanah akan tererosi dan sumber air mengering,” kata Yohannes Labobar, koordinator Forum Masyarakat Peduli Hutan Yamdena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga mempertanyakan validitas dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk mengurus izin pemanfaatan hutan PT Karya Jaya Berdikari. Jika menggunakan hasil penelitian IPB, seharusnya hutan tidak boleh ditebang. PT Karya Jaya Berdikari memperoleh izin pemanfaatan hutan dengan areal konsesi 93.980 hektar pada 2009 dan mulai beroperasi pada 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami meminta gubernur merekomendasikan pencabutan izin HPH PT Karya Jaya Berdikari ke Menteri Kehutanan. Perusahaan itu telah menebang 6.000 batang pohon. Jika dibiarkan, hutan adat kami akan hilang dan masyarakat sengsara,” kata Yohannes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga Pulau Yamdena, demikian Yohannes, hutan menyatu dengan adat. Masyarakat menjaga kelestarian hutan karena merupakan sumber air bersih dan mencegah erosi. Warga memanfaatkan lahan untuk menanam ubi, singkong, jagung, kacang-kacangan, buah-buahan, kelapa, cengkeh, coklat, dan jambu mete.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu berjanji akan meneruskan laporan masyarakat kepada Menteri Kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melkias Frans, Ketua Komisi B DPRD Maluku, yang menerima aspirasi warga Yamdena, menyatakan, pihaknya mendukung keinginan warga. Anggota Komisi B akan segera ke lokasi HPH untuk melihat kerusakan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Awal 1990-an pernah ada perusahaan kayu di Yamdena. Warga mengusir perusahaan itu karena merusak lingkungan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei lembaga konservasi Burung Indonesia tahun 2008, kawasan hutan bekas tebangan di Yamdena berupa semak belukar dan rerumputan. Pada musim kemarau, areal itu rawan kebakaran hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Senin malam, manajemen PT Karya Jaya Berdikari yang berkantor di Saumlaki, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat, belum berhasil dihubungi. (ANG - kompas)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/26/03144512/warga.pulau.yamdena.tolak.penebangan.hutan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2201912633815004509?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2201912633815004509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/warga-pulau-yamdena-tolak-penebangan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2201912633815004509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2201912633815004509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/warga-pulau-yamdena-tolak-penebangan.html' title='Warga Pulau Yamdena Tolak Penebangan Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17JrU2J3GI/AAAAAAAAAJg/R280SojzOYU/s72-c/3663488p_300x190.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8620375747909299573</id><published>2010-01-26T02:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:11:34.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Luas Hutan Jakarta Bertambah 99,82 Hektar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17HNyvHvoI/AAAAAAAAAJQ/WvMxF64c2oo/s1600-h/1330243p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17HNyvHvoI/AAAAAAAAAJQ/WvMxF64c2oo/s400/1330243p.jpg" width="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Taman Wisata Mangrove Angke - Jakarta Utara&lt;/i&gt;, Luas hutan DKI Jakarta yang tidak sampai 5 persen dari wilayah DKI Jakarta akhirnya bertambah 99,82 hektar. Penambahan hutan ini terjadi setelah peresmian Taman Wisata Mangrove Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (25/1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Selama ini hutan di Jakarta hanya ada di wilayah Kepulauan Seribu. Setelah ada taman wisata itu, diharapkan abrasi dan polusi bisa berkurang,” kata Menteri Kehutanan Zukifli Hasan saat meresmikan taman wisata itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono mengatakan, hutan mangrove Angke ini termasuk Green Belt Jakarta, yang kini mencapai 179,56 hektar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Gubernur menetapkan kelak luas Green Belt DKI Jakarta harus mencapai 334 hektar,” kata Bambang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Taman wisata itu juga masuk dalam 12 destinasi wisata pesisir Jakarta Utara. ”Tujuan utama dari pengembangan lokasi wisata adalah kemakmuran bagi warga Jakarta. Namun, tempat wisata juga membutuhkan dana untuk biaya pemeliharaan. Kawasan ini untuk turis lokal dan mancanegara,” kata Bambang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelola Taman Wisata Alam Kapuk Angke, Sri Murniwati, mengatakan, area konservasi itu luasnya 99.82 hektar dengan 79 juta bibit sejak tahun 2007 dan bertambah menjadi 100 juta bibit. Pada tahun 2009 ditanam 203 juta bibit pohon bakau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Penanamannya dimulai sejak 12 tahun lalu ketika kawasan ini diputuskan menjadi hutan mangrove,” kata Murniwati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di taman tersebut, pengunjung dapat menjalankan beberapa kegiatan, seperti konservasi alam, berkemah, menginap di pondokan, mendayung kano, dan meneliti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Di taman itu juga terdapat fasilitas pengamatan burung dan hewan-hewan lain seperti biawak, kepiting, dan ikan. Kami juga menyediakan delapan pondok alam dan rumah kemping sebanyak 30 buah,” kata Murniwati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini, yang menjadi kendala dalam pemeliharaan hutan mangrove itu adalah petambak dan pemancing liar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Semua hewan yang ada di hutan mangrove tidak boleh ditangkap. Jika ada yang menangkap, akan kami serahkan ke yang berwajib,” kata Murniwati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun ancaman hukuman bagi penangkap hewan di kawasan konservasi hutan mangrove adalah penjara selama 10 tahun dan denda Rp 5 miliar. kompas (ARN)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/26/03354763/luas.hutan.jakarta.bertambah.9982.hektar&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8620375747909299573?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8620375747909299573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/luas-hutan-jakarta-bertambah-9982.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8620375747909299573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8620375747909299573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/luas-hutan-jakarta-bertambah-9982.html' title='Luas Hutan Jakarta Bertambah 99,82 Hektar'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17HNyvHvoI/AAAAAAAAAJQ/WvMxF64c2oo/s72-c/1330243p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-3540246706299583396</id><published>2010-01-26T02:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:13:16.289-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greenpeace'/><title type='text'>Juara Dunia Pembabat Hutan 'Susupi' Tur Trofi Piala Dunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17Bio_MezI/AAAAAAAAAJA/5ElUPkwkZQg/s1600-h/greenpeace.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17Bio_MezI/AAAAAAAAAJA/5ElUPkwkZQg/s320/greenpeace.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta - Moment tur Trofi Piala Dunia tidak disia-siakan aktivis Greenpeace Asia Tenggara. Para aktivis pecinta lingkungan itu memanfaatkan moment itu untuk memprotes pembabatan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela tur itu, Greenpeace membentangkan spanduk besar bertuliskan 'Juara Dunia Pembabat Hutan'.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksi 20 aktivis Greenpeace itu berlangsung di tengah-tengah kerumunan pintu masuk tur Trofi Piala Dunia di lobi Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2010).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17EP1qVosI/AAAAAAAAAJI/jgMvrQZ4WZQ/s1600-h/medali_kegagalan_copenhagen_300x400.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17EP1qVosI/AAAAAAAAAJI/jgMvrQZ4WZQ/s320/medali_kegagalan_copenhagen_300x400.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Aktivis Greenpeace lainnya juga beraksi dengan mengenakan topeng Presiden SBY berbaju batik. SBY palsu itu sedang menerima Trofi Piala Dunia yang berbentuk mainan dari badut orang utan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyerahan trofi itu disaksikan aktivis yang mengenakan pemain bola dunia seperti Ronaldinho, Luca Toni, dan Kaka (Ricardo Kaka) dan Messi (Lionel Messi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Aksi ini untuk simbol ketidakpedulian pemerintah terhadap dampak buruk penghancuran hutan. Kami ambil momen tur piala dunia trofi tur," ujar juru kampanye hutan Greenpeace Asia Tenggara Joko Arif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksi tersebut cukup menyita perhatian para pengunjung. Mereka sempat mengira aksi itu merupakan bagian dari tur Trofi Piala Dunia. dan sebelumnya aksi tersebut juga sudah dilakukan di Bangkok-Thailand yang diikuti lebih dari 75 aktivis Greenpeace dari Thailand, Indonesia dan Filipina, Pihak keamanan langsung membubarkan aksi yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta itu.(Ari Saputra - detikNews)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.detiknews.com/read/2010/01/26/123439/1286212/10/juara-dunia-pembabat-hutan-susupi-tur-trofi-piala-dunia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-3540246706299583396?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/3540246706299583396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/juara-dunia-pembabat-hutan-susupi-tur.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3540246706299583396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3540246706299583396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/juara-dunia-pembabat-hutan-susupi-tur.html' title='Juara Dunia Pembabat Hutan &apos;Susupi&apos; Tur Trofi Piala Dunia'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S17Bio_MezI/AAAAAAAAAJA/5ElUPkwkZQg/s72-c/greenpeace.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-3515833660813056581</id><published>2010-01-24T09:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T10:29:41.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tools'/><title type='text'>Mengurangi beban blog yang berat lewat kompresi CSS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1yEIReh5FI/AAAAAAAAAI4/XkRrtLgc7Wg/s1600-h/logo.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1yEIReh5FI/AAAAAAAAAI4/XkRrtLgc7Wg/s320/logo.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak para blogger yang suka menghias blognya dengan berbagai macam Widget dan Accesoris. Sebenarnya dengan berbagai macam hal tersebut diatas blog akan terlihat cantik dan menarik.Tetapi ada satu hal yang dikorbankan, ketika blog kita buka, akan terasa berat dan waktu loadingnya lama, terkadang membuat kita dan para pengunjung jengkel sehingga membuat mereka pergi sebelum melihat artikel dan informasi di dalam blog kita sendiri. Apalagi blog yang kita buka adalah milik orang lain, bagaimana rasanya...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pada dasarnya blog terasa berat karena penulisan kode CSS kita yang kurang pas, atau terlalu berbelit-belit, bukan berarti penulisan yang kita tulis salah, mungkin karena pengetahuan kita yang kurang (alias cuma sekedar copy paste kemudian berhasil tidak mau berpikir panjang yang penting berhasil) atau karena melihat susunan kode CSS yang banyak membuat kita malas mengeditnya. Untuk itu kita perlu mengeditnya diantaranya dengan masuk ke alamat &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.csscompressor.com/" target="_blank"&gt;http://www.csscompressor&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; atau ke &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.cssdrive.com/" target="_blank"&gt;http://www.cssdrive.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Di sini kode css kita akan di compress yang nantinya dapat mengurangi beban blog kita. Kali ini kita akan mengunakan CSS Drive&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Caranya:&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Buka / masuk ke alamat: &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.cssdrive.com/" target="_blank"&gt;http://www.cssdrive.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; klik &lt;br /&gt;Pada menu tool pilih &lt;b&gt;CSS Compressor&lt;/b&gt; bila berhari-hari tidak ketemu-ketemu juga langsung klik disini saja &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.cssdrive.com/index.php/main/csscompressor/"&gt;http://www.cssdrive.com/index.php/main/csscompressor/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kemudian &lt;b&gt;Login&lt;/b&gt; ke blog anda sendiri jangan keblog orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pilih &lt;b&gt;Tata Letak&lt;/b&gt; / &lt;b&gt;Layout&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Klik &lt;b&gt;Edit HTML&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sebelumnya backup terlebih dahulu dengan mengklik &lt;b&gt;Download Full Template&lt;/b&gt; (jangan tanya mengapa).... supaya apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan kita bisa mengembalikan Template kita kembali sebelum terjadi perubahan pada eksperimen ini. &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Beri tanda &lt;b&gt;centang&lt;/b&gt; pada &lt;b&gt;Expand widget&lt;/b&gt;.(supaya terindex saat mencari keyword lewat menu Find) kecuali anda mau mencarinya secara manual. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Cari kode yang akan kita compres lewat Find (&lt;i&gt;Ctrl+F pada Mozzila Firefox&lt;/i&gt;), letaknya antara &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; dan&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;]]&amp;gt;&lt;/span&gt; lalu copy&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kemudian Paste-kan juga pada tempat pengompressan pada alamat di atas (&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.cssdrive.com/index.php/main/csscompressor/"&gt;http://www.cssdrive.com/index.php/main/csscompressor/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;) pada&lt;b&gt; &lt;/b&gt;tabel &lt;b&gt;CSS Compressor &lt;/b&gt;tadi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Untuk compressor mode pilih Normal saja kecuali anda mau bereksperimen dengan memilih option yang lain silahkan segala dampak dan effectnya anda tanggung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Untuk comments handling pilih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Don't strip any comments.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Klik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Compress It&amp;nbsp; &lt;/span&gt;disitu kita bisa melihat seberapa besar persentasi kompresi CSS tersebut.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;Hasil kompresi tadi di&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Copy&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Ganti kode CSS anda yang lama dengan kode yang sudah terkompres tadi antara  dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&amp;amp;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;]]&amp;gt;&lt;/span&gt; tadi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,&lt;/span&gt; ingat jangan yang lain.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Klik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pratinjau&lt;/span&gt;&lt;b&gt; / Preview&lt;/b&gt; untuk melihat ada kesalahan atau tidak.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Jika sudah aman klik simpan, bila sebaliknya ulangi langkah-langkah diatas dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;Dari hasil kompresi tersebut, kita bisa mempelajari kembali (kalau lupa) penulisan kode css yang pas. Akhir kata selamat bereksperimen dan semoga berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-3515833660813056581?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/3515833660813056581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/mengurangi-beban-blog-yang-berat-lewat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3515833660813056581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3515833660813056581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/mengurangi-beban-blog-yang-berat-lewat.html' title='Mengurangi beban blog yang berat lewat kompresi CSS'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1yEIReh5FI/AAAAAAAAAI4/XkRrtLgc7Wg/s72-c/logo.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-3752661835947887061</id><published>2010-01-24T03:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:34:03.034-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menteri Kehutanan'/><title type='text'>Menhut: 42 Juta Ha Hutan Indonesia Gundul</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wuAtROLoI/AAAAAAAAAIw/08Ljfl1RzmU/s1600-h/20091113095430-menteri-kehutanan1211.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wuAtROLoI/AAAAAAAAAIw/08Ljfl1RzmU/s320/20091113095430-menteri-kehutanan1211.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Bogor, (ANTARA News) - Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Zukifli Hasan mengatakan sekitar 42 juta hektar (Ha) hutan Indonesia kini sudah tidak habis ditebang alias gundul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"70 persen dari luas daratan Indonesia adalah kawasan hutan, atau sekitar 130 juta Ha luas hutan Indonesia. Dari 130 juta itu, 43 juta ha merupakan hutan primer atau sekitar 4,2 persen. Namun kondisi saat ini 42 juta ha sudah tidak berhutan lagi, semua sudah gundul habis ditebang," ucapnya didepan peserta pembangunan monumen Tanaman KAHMI, di Gunung Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Zulkifli menyebutkan, provinsi yang masih memiliki hutan primer adalah sebagian di Papua dan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Provinsi Jawa yang sudah tidak ada lagi hutannya, begitu juga di Sumatera jumlah hutanya sudah sedikit," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi hutan sangat baik untuk kehidupan manusia, selain mencegah erosi yang menyebabkan bencana alam seperti longsong dan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Upaya yang paling optimal untuk mencegah kerusakan alam karena hilang hutan adalah dengan cara menanam. Mari kita menanam, dengan gerakan menanam pohon kita sudah menjadi menyediakan oksigen dan mencegah terjadinya bencana alam," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia pembangunan Monumen Tanaman KAHMI, Wisudarto mengatakan, monumen tanam KAHMI berlokasi di Gunung Hambalang dengan luas lahan yang akan ditanami pohon seluas 9,8 Ha.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.antaranews.com/berita/1264315996/menhut-42-juta-ha-hutan-indonesia-gundul&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-3752661835947887061?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/3752661835947887061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/menhut-42-juta-ha-hutan-indonesia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3752661835947887061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3752661835947887061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/menhut-42-juta-ha-hutan-indonesia.html' title='Menhut: 42 Juta Ha Hutan Indonesia Gundul'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wuAtROLoI/AAAAAAAAAIw/08Ljfl1RzmU/s72-c/20091113095430-menteri-kehutanan1211.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1121088385500924044</id><published>2010-01-24T03:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:34:55.783-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PKP2B'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Timur'/><title type='text'>Departemen Kehutanan Cek Perambahan Hutan Lindung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wsg7F3kJI/AAAAAAAAAIo/sfMmQebB140/s1600-h/www.satuportal.net.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="203" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wsg7F3kJI/AAAAAAAAAIo/sfMmQebB140/s320/www.satuportal.net.jpg" width="284" /&gt;&lt;/a&gt;Departemen Kehutanan tengah mengecek batas wilayah Cagar Alam Teluk Adang, Kalimantan Timur, yang diduga turut dirambah dalam pengembangan pertambangan batu bara PT Kideco Jaya Abadi. Pemeriksaan peta tapal batas hutan sehubungan kasusnya yang sedang ditangani polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada surat pemberitahuan pemeriksaan peta tapal batas cagar alam," kata Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Komisaris Besar Idris Kadir, Minggu (24/1).&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Idris mengatakan, Departemen Kehutanan memeriksa 9,8 hektare cagar alam Teluk Adang yang dalam pemanfaatan Kideco. Lahan tersebut diduga berada di luar kawasan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Kideco seluas 23 ribu hektare. "Itu yang mereka cek," ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun saat Tempo menyoal apakah kajian Departemen Kehutanan tersebut mempengaruhi penyidikan polisi, Idris menolak berkomentar. Dia mengaku sedang menunggu hasil rekomendasi Departemen Kehutanan sehubungan kawasan jadi masalah. "Kita lihat dulu hasil kajian mereka," tukasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Departemen Kehutanan sudah menuntaskan kajian kawasan cagar alam Teluk Adang yang bersinggungan dengan area pertambangan Kideco. Namun hasil rekomendasinya belum diterima polisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Polisi menyoal lahan cagar alam seluas 9,8 hektare yang turut digarap Kideco. Lahan tersebut berada di lokasi penampungan limbah (5,3 hektare), kolam penampungan (1,8 hektare) dan penumpukan limbah pelabuhan (2,8 hektare).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Polisi sudah menetapkan status tersangka pada Chief Operation Officer (COO) Kideco, Kim Dal Soo. Warga negara Korea tersebut belum memenuhi panggilan pemeriksaan kasusnya sebagai tersangka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersangka terjerat Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi. Polisi memfokuskan penyidikan terhadap penggunaan lahan seluas 9,8 hektare yang berada di luar kawasan PKP2B.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun Kideco memiliki PKP2B seluas 23 ribu hektare di Kabupaten Paser. Untuk produksi batu bara, Kideco butuh lahan baru untuk penempatan penampungan limbah, kolam penampungan, dan penumpukan limbah pelabuhan. Tiga lokasi tersebut diperoleh dari pembebasan lahan masyarakat senilai Rp 100 juta dan perambahan konservasi Teluk Adang. TEMPO Interaktif, Balikpapan - SG WIBISONO&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/24/brk,20100124-221030,id.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1121088385500924044?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1121088385500924044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/departemen-kehutanan-cek-perambahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1121088385500924044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1121088385500924044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/departemen-kehutanan-cek-perambahan.html' title='Departemen Kehutanan Cek Perambahan Hutan Lindung'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wsg7F3kJI/AAAAAAAAAIo/sfMmQebB140/s72-c/www.satuportal.net.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-3496100423365388494</id><published>2010-01-24T03:14:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T00:39:23.940-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutan Mangrove'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Utara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BBKSDA'/><title type='text'>Hutan Bakau Sumut Rusak Parah</title><content type='html'>&lt;div class="" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wquFzbVRI/AAAAAAAAAIg/nr_tBx-mX94/s1600-h/htn-baka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="202" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wquFzbVRI/AAAAAAAAAIg/nr_tBx-mX94/s320/htn-baka.jpg" width="230" /&gt;&lt;/a&gt;Kerusakan hutan bakau (mangrove) terutama di Karang Gading, Kabupaten Deli Serdang dan Langkat, Sumatera Utara, saat ini cukup parah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Di Sumut kerusakan meliputi sekitar 6.000 hektare dari 15.765 hektare hutan bakau yang ada di provinsi ini," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Djati Wicaksono Hadi di Medan, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kata dia, adanya kerusakan hutan bakau di Sumut harus secepatnya diatasi oleh dinas terkait, dan diselamatkan dengan cara dilakukan penghijauan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Menurut dia, kerusakan hutan bakau di Sumut tidak hanya disebabkan adanya perambah hutan yang mengambil kayunya, tetapi juga akibat berubahnya fungsi menjadi lahan sawit atau tambak ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang merusak hutan bakau itu sudah berlangsung cukup lama, dan petugas BKSDA Sumut terus melakukan penertiban di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penertiban yang dilakukan dengan cara memperingatkan pemilik kebun sawit dan pemilik tambak untuk segera menghentikan kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kata dia, dalam melakukan penertiban di lapangan, petugas BKSDA banyak menghadapi berbagai kendala dan tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut dia, petugas BKDSA tetap terus melakukan kegiatan tersebut, dan tidak terpengaruh dengan rintangan itu. "Ini adalah tugas BKSDA untuk menyelamatkan kerusakan hutan bakau," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, petugas BKSDA terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan penrusakan kawasan hutan bakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi warga yang masih melakukan pelanggaran, akan diproses melalui jalur hukum. Langkah itu untuk membuat jera pelakunya," kata Wicaksono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyebutkan seluas 6.000 hektare kerusakan hutan bakau di Sumut terdapat di Karang Gading di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang yang mencapai sekitar 4.000 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seluas 2.000 hektare di Desa Padang Halaban, Kecamatan Besitang, Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan pihak BKSDA telah melakukan penghijauan seluas 800 hektare dengan menanam kembali tanaman bakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penghijauan di kawasan hutan bakau yang rusak parah itu terus dilakukan. Kawasan hutan suaka margasatwa tersebut harus diselamatkan dari kepunahan," kata Wicaksono. (Ant/OL-7) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/24/118866/126/101/Hutan-Bakau-Sumut-Rusak-Parah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-3496100423365388494?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/3496100423365388494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/hutan-bakau-sumut-rusak-parah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3496100423365388494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3496100423365388494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/hutan-bakau-sumut-rusak-parah.html' title='Hutan Bakau Sumut Rusak Parah'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1wquFzbVRI/AAAAAAAAAIg/nr_tBx-mX94/s72-c/htn-baka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5388237888453296903</id><published>2010-01-21T04:43:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:40:12.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HTR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KUR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BLU'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menteri Kehutanan'/><title type='text'>Rakyat Diprioritaskan Izin Kelola Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hLpd9MK2I/AAAAAAAAAIY/ogGg5i22F5U/s1600-h/Petani+Ladang_280x211.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hLpd9MK2I/AAAAAAAAAIY/ogGg5i22F5U/s320/Petani+Ladang_280x211.jpg" width="252" /&gt;&lt;/a&gt;Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, memprioritaskan masyarakat dalam pengelolaan hutan dengan menekan izin pengelolaan hutan oleh masyarakat seluas 140.000 hektare yang mampu menyerap sedikitnya 32.000 tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rakyat memang diprioritaskan dalam pemberian izin pengelolaan hutan. Ini bagian dari program 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu II untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan lapangan kerja,” katanya usai acara penanaman Jati Unggul Nusantara bersama Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantara dan Koperasi Kehutanan Korea di Desa Cijantung, Kabupaten Purwakarta, Kamis (21/1).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Izin yang dilansir tersebut terdiri atas izin Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas 120.000 hektare dan izin Hutan Kemasyarakatan (Hkm) seluas 20.000 hektare. Jadi program 100 hari kementerian kehutanan, seperti HTR dan Hkm, yang harusnya masih dalam tataran konsep, menurut Menhut, sudah terlaksana dengan ditandatanganinya izin pengelolaan hutan untuk rakyat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhut juga menegaskan, program kehutanan pemerintah adalah membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengelola hutan. “Saat ini sudah bukan masanya lagi rakyat dijauhkan dari hutan dengan kawat berduri dan penjagaan ketat. Kita harus melibatkan rakyat dan berbagi dengan mereka untuk bersama-sama membangun sektor kehutanan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2010, menurut dia, pemerintah mentargetkan luas hutan yang izinnya dikelola oleh masyarakat minimal 500.000 hektare. Luas areal itu setara dengan kawasan yang disediakan pemerinah untuk sektor swasta dalam pembangunan hutan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyediakan areal kerja melalui HTR, Hkm, dan HD, pemerintah juga merancang skema pembiayaan pengembangan hutan untuk rakyat ini dengan bunga rendah melalui Badan Layanan Umum (BLU) Kehutanan. Saat ini, kata Zulkifli, dana yang tersedia di BLU mencapai Rp2 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masyarakat juga bisa memanfaatkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR),” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembangunan 500.000 hektare hutan yang dikelola rakyat ditargetkan mencapai Rp400 miliar dari total alokasi KUR nasional setiap tahun senilai Rp20 triliun. Jika pendanaan masih menjadi kendala, tegas Menhut, tidak tertutup kemungkinan pemerintah akan menggandeng swasta, baik koperasi maupun industri pengolah kayu untuk terlibat dalam pengembangan HTR, Hkm, dan HD.(dieni/sir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/01/21/rakyat-diprioritaskan-izin-kelola-hutan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5388237888453296903?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5388237888453296903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/rakyat-diprioritaskan-izin-kelola-hutan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5388237888453296903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5388237888453296903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/rakyat-diprioritaskan-izin-kelola-hutan.html' title='Rakyat Diprioritaskan Izin Kelola Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hLpd9MK2I/AAAAAAAAAIY/ogGg5i22F5U/s72-c/Petani+Ladang_280x211.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8126694161947008529</id><published>2010-01-21T04:24:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:41:49.002-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IHH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSDH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>BPK Kejar Perusak Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hHOcXtwRI/AAAAAAAAAIQ/rwnfqN6AIss/s1600-h/180129p.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hHOcXtwRI/AAAAAAAAAIQ/rwnfqN6AIss/s320/180129p.JPG" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK mulai mengejar para perusak hutan mulai dari pimpinan perusahaan perambah hutan hingga bupati yang memberikan ijin penguasaan hutan dengan cara yang ti dak beres. Ini dilakukan karena kerugian negara atas perlakukan yang buruk terhadap hutan sudah konkret, sebagai contoh di Provinsi Riau saja mencapai Rp 926 miliar pada tahun 2009.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anggota BPK Bidang IV yang menangani sektor-sektor kehutanan, pertanian, hingga infrastruktur, Ali Masykur Musa mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Kamis (21/1/2010).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Ali, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK pada awal tahun 2009, Menteri Kehutanan telah melayangkan surat penghentian operasi sebuah perusahaan penambangan dalam kapasitas besar di Kabupaten Siak, Riau, yakni PT Arara Abadi. Surat menteri kehutanan tersebut bernomor S-95/Menhut-VII/RHS/2009 tanggal 11 Desember 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penghentian dilakukan karena perusahaan tersebut telah mengekploitasi penambangan gambut di kawasan hutan Siak tanpa izin menteri kehutanan. Akibatnya ada aturan yang dilanggar, yakni Undang-undang (UU) Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat pelanggaran tersebut terjadi potensi kerusakan hutan. Selain itu muncul potensi kerugian negara akibat tidak dibayarnya Iuran Hasil Hutan (IHH) atau Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) senilai Rp 924,146 miliar serta Dana Reboisasi Rp 1,94 miliar pada areal tambang 573,65 hektar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dengan cara ini, kini, BPK tidak hanya akan fokus pada audit keuangan saja, melainkan juga audit kinerja atas pengelolaan hutan hingga pemeriksaan dengan tujuan tertentu yang lebih lengkap lagi," ujar Ali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://sains.kompas.com/read/2010/01/21/15225826/BPK.Kejar.Perusak.Hutan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8126694161947008529?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8126694161947008529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/bpk-kejar-perusak-hutan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8126694161947008529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8126694161947008529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/bpk-kejar-perusak-hutan.html' title='BPK Kejar Perusak Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hHOcXtwRI/AAAAAAAAAIQ/rwnfqN6AIss/s72-c/180129p.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4346428131188751216</id><published>2010-01-21T04:06:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:43:35.578-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLRI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WALHI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KAPHI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Utara'/><title type='text'>PT. RAPP Perusak Hutan Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hC7PbTIVI/AAAAAAAAAII/i2py5q6lH9U/s1600-h/papertree_305x350.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hC7PbTIVI/AAAAAAAAAII/i2py5q6lH9U/s320/papertree_305x350.jpg" width="232" /&gt;&lt;/a&gt;WALHI 21/01/10, Jakarta – Salah satu permasalahan yang menyebabkan terjadinya penghancuran hutan di Indonesia terutama di Sumatera, adalah keberadaan pabrik bubur kertas dan kertas (pulp dan paper). Industri yang mengandalkan bahan baku dari kayu ini, pada kenyataannya, mempunyai potensi serta konstribusi besar dari "kerangka sistematis” penghancuran hutan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa industri pulp dan paper untuk mencukupi kapasitas industri mereka adalah dengan cara membabat kayu dari hutan alam. Pernyataan bahwa pasokan industri akan dicukupi dari hutan tanaman industri yang mereka kelola, faktanya hanya omong kosong belaka. Ini dikarenakan pabrik pulp dan paper selalu membangun kapasitas industri melebihi kapasitas pasokan hutan tanaman industri mereka. Dapat dijadikan contoh adalah PT Riau Andalan Pulp &amp;amp; Paper (PT RAPP) yang wilayah operasinya berada di Riau dan Sumatera Utara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam upaya mendapatkan pasokan kayunya, PT RAPP perusahaan milik konglomerat Sukanto Tanoto dibawah bendera Asia Pacific Resource International Limited (APRIL Group) ini tidak hanya melakukan kerangka sistematis penghancuran hutan alam di Sumatera yang berdampak terhadap penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan, tetapi juga mengakibatkan konflik sosial dengan masyarakat, terutama dengan petani dan masyarakat adat. Perusahaan pulp dan paper merampas sumber-sumber kehidupan berupa tanah hutan atau wilayah kelola masyarakat. Perlawanan dari masyarakat untuk mempertahankan hak tak jarang kemudian harus berhadapan dengan aparat keamanan yang berpihak kepada perusahaan yang kemudian sampai memakan korban jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Riau, PT. RAPP saat ini sedang melakukan pembabatan hutan alam di kawasan gambut dalam dan pulau-pulau kecil terluar. Di kawasan Semenanjung Kampar Seluas 55.940 ha dan Pulau Padang 43.000 ha. Sedangkan mitranya PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) di Pulau Rangsang seluas 18.890 ha, Tempuling seluas 48.635 ha dan Pulau Rupat seluas 38.59 ha; lalu di Pulau Tebing Tinggi PT Lestari Unggul Makmur (LUM) dengan luas 10.390 ha. Semua kawasan ini tersebar di lima (5) Kabupaten antara lain Kabupaten Indragiri Hilir, Pelalawan, Siak, Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Padang Lawas dengan luas wilayah 300.000 ha PT RAPP sudah menguasai lahan seluas 107.000 ha, melalui anak perusahaannya yaitu PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) 65.000 ha dan PT. Sumatera Silva Lestari (SSL) 42.000 ha dan di sini perusahaan juga melakukan praktek-praktek yang sama seperti yang terjadi di Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa kasus di atas, Komite Anti Penghancuran Hutan Indonesia (KAPHI) hari ini menyatakan sikap tegas kepada pemerintahan SBY-Boediono melalui Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan untuk menghentikan operasi penghancuran hutan alam&amp;nbsp; dengan segera mencabut/membatalkan seluruh perizinan/konsesi yang telah diberikan kepada PT.Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), serta Mitranya antara lain; PT. Sumatera Riang Lestari (SRL), PT. Sumatera Silva Lestari (SSL) dan PT. Lestari Unggul Makmur (LUM) di wilayah Riau dan Sumatera Utara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu KAPHI juga mendesak aparat penegak hukum (KPK dan POLRI) untuk segera menangkap serta mengadili Sukanto Tanoto atas kejahatan kehutanan dan manipulasi pajak yang telah dilakukan PT.Riau Andalan Pulp Paper.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komite Anti Penghancuran Hutan Indonesia&amp;nbsp; (KAPHI) : WALHI, AJI, ICW, LBH Pers, HMI-MPO, JIKALAHARI Riau, SCALE UP Riau, Meranti Center, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan-Kepulauan Meranti (FMPL-KM), Forum Masyarakat Penyelamat Semenanjung Kampar (FMPSK) dan Masyarakat Penyelamat Lingkungan Sumatera Utara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Souce : http://www.walhi.or.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=615%3Apt-rapp-perusak-hutan-indonesia&amp;amp;catid=147%3Asiaran-pers&amp;amp;Itemid=86&amp;amp;lang=en&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4346428131188751216?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4346428131188751216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/pt-rapp-perusak-hutan-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4346428131188751216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4346428131188751216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/pt-rapp-perusak-hutan-indonesia.html' title='PT. RAPP Perusak Hutan Indonesia'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1hC7PbTIVI/AAAAAAAAAII/i2py5q6lH9U/s72-c/papertree_305x350.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6217773497821695920</id><published>2010-01-20T02:55:00.000-08:00</published><updated>2010-01-24T10:13:08.234-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tools'/><title type='text'>Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuka blogmu...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1beGSl-DkI/AAAAAAAAAIA/iF2MOh8yZM8/s1600-h/loading_320x268.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1beGSl-DkI/AAAAAAAAAIA/iF2MOh8yZM8/s320/loading_320x268.jpg" width="251" /&gt;&lt;/a&gt;Cepatnya website anda saat dibuka orang lain mungkin sangat berpengaruh terhadap pengunjung. Seorang pengunjung mungkin akan malas untuk mengunjungi situs anda jika situs anda tidak terbuka dalam waktu 10 detik (mungkin untuk di Indonesia lebih lama dari itu). Untuk itu, memiliki situs yang cepat dibuka sangatlah penting bagi perkembangan sebuah situs dan banyaknya jumlah pengunjung yang datang lagi untuk membuka situs anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ada beberapa&amp;nbsp; tips untuk mempercepat waktu loading untuk membuka situs milik anda !!!&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Simpan Gambar dan File di Tempat Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak pengguna sering online dalam waktu yang bersamaan sehingga server anda begitu banyak request untuk diproses. Dan situs yang baik yaitu situs yang menampilkan gambar juga sebagai content tambahan dari artikel yang ditampilkan. Dan ada baiknya gambar-gambar tersebut di simpan di sebuah situs penyimpan gambar seperti: ImageShack. Hal ini akan sangat mengurangi bandwidth yang digunakan oleh server anda dan membuat situs anda lebih cepat dibuka. Sebagai tambahan, tempat terbaik untuk menyimpan file berukuran 2-5MB adalah Google Page.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Optimumkan CSS Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, banyak sekali situs telah menggunakan format CSS dan bahkan hampir seluruh situs yang ada saat ini telah menggunakan CSS. Walaupun CSS sudah pasti lebih efisien dari tabel HTML, anda tetap bisa mengoptimumkan kode CSS untuk membuat situs anda lebih cepat. Memiliki CSS yang bersih dan ringkas bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan oleh pengunjung anda untuk membuka situs anda. Misalnya dengan menyatukan kode-kode yang tersebar sebisa mungkin, contoh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Daripada menulis seperti ini:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;margin-top: 20px;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;margin-right: 10px;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;margin-bottom: 20px;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;margin-left: 10px;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Anda bisa menulis:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;margin: 20px 10px 20px 10px;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Optimumkan Gambar Anda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gunakan format gambar seperti PNG, JPG, /JPEG, dan GIF. Dan atur juga fitur kualitas untuk gambar yang ditampilkan adalah dengan kualitas “Save for web” yang tersedia dalam berbagai macam software, misalnya Adobe Photoshop (yang paling populer) atau program kompresi gambar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Gunakan Tag Tinggi/Lebar pada Gambar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak orang tidak menambahkan tag tinggi dan lebar untuk gambar. Padahal tag tersebut memastikan kalau browser tahu dimensi dari gambar sebelum terdownload secara penuh. Jika browser tidak melihat tag tersebut, maka ia perlu untuk mencari dulu ukuran dari gambar, kemudian me-load gambar, lalu me-load sisa halaman situs.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Gunakan Javascript Lebih Sedikit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa orang lebih senang untuk menambahkan efek Javascript pada situs mereka. Penggunaan animasi Javascript yang berlebihan bisa membuat browser pengguna berhenti sebentar dan sangat mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Optimumkan Link&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pastikan outlink dari situs anda dan link dari situs lain terintegrasikan dengan baik. Sebagai contoh, jika anda ingin me-link ke www.domain.com/blog, pastikan anda menulis www.domain.com/blog/ untuk mencegah adanya permintaan ekstra yang akan muncul jika link yang sebelumnya sedang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Kurangi Permintaan HTTP kepada Server&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika membuka sebuah halaman situs, setiap elemen (gambar, skrip, dan garis) akan membutuhkan round trip ke server. Perlambatan ini bisa menambah beberapa detik waktu loading situs anda. Untuk hal tersebut, kurangi jumlah obyek yang tidak begitu pengting dan mengkombinasikan file CSS dengan skrip secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pakai&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.iwebtool.com/speed_test" target="_blank"&gt;iwebtool speed test&lt;/a&gt; : Tinggal masukan URL Blog , klik Submit nanti akan tahu seberapa berat Sizze nya (KB) dan berapa lama loadingnya (seconds).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tool &lt;a href="http://tools.pingdom.com/" target="_blank"&gt;Pingdom&lt;/a&gt;&amp;nbsp; : Yang ini hasilnya agak komplit dan rinci sebab menampilkan grafik tentang lamanya loading dari semua objek&amp;nbsp; link yang ada dalam blog kita,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tool &lt;a href="http://www.numion.com/Stopwatch/" target="_blank"&gt;Stopwatch&lt;/a&gt;&amp;nbsp; : Namanya juga stopwatch jadi kita akan tahu berapa detik loading blog kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pakai &lt;a href="http://websiteoptimization.com/services/analyze/" target="_blank"&gt;WebSiteOptimization.com&lt;/a&gt;.&amp;nbsp; Yang ini hasilnya akan lebih komplit lagi, kita dapat mengetahui seberapa cepat waktu loading sebuah website apabila diakses menggunakan 6 kecepatan koneksi internet. Hasil tes juga disertai dengan analisis website yang dapat dipakai sebagai acuan untuk optimasi website lebih lanjut.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atau langsung masukan alamat web anda dibawah ini maksimal 10 alamat web...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;form &amp;nbsp;="" action="http://www.iwebtool.com/tool/tools/speed_test/speed_test.php" method="get" name="pageform" onsubmit="return validate(this);" target="pageframe"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" height="379" style="border-collapse: collapse; width: 301px;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td height="91" valign="top"&gt;&lt;table class="tooltop" height="76" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellspacing="5" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="center"&gt; &lt;td colspan="5" valign="top"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Your domain(s): &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Enter each address on a new line (Maximum 10)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr align="center"&gt; &lt;td colspan="4" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;textarea name="domain" rows="11" style="width: 100%;"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;input style="float: left;" type="submit" value="Check!" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(eg. iwebtool.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td colspan="2" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr align="center"&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan usahakan beban web kita berada di kisaran 100kb/s supaya orang lain nyaman membaca web kita, yang terpenting dari semua adalah informasi yang ingin disampaikan didalamnya jangan karena ingin website kita tampil bagus tapi dengan mengkesampingkan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba... :)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Baca juga ini : &lt;a href="http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/mengurangi-beban-blog-yang-berat-lewat.html"&gt;Mengurangi beban blog yang berat lewat kompresi CSS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6217773497821695920?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6217773497821695920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/berapa-lama-waktu-yang-dibutuhkan-untuk.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6217773497821695920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6217773497821695920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/berapa-lama-waktu-yang-dibutuhkan-untuk.html' title='Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuka blogmu...'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1beGSl-DkI/AAAAAAAAAIA/iF2MOh8yZM8/s72-c/loading_320x268.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-6378048710855350763</id><published>2010-01-19T10:34:00.000-08:00</published><updated>2010-03-06T00:42:19.865-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hutan Mangrove'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jawa Timur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><title type='text'>Agar Tak Punah, Pemkot Lepas Monyet di Hutan Mangrove</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X5_OV0pNI/AAAAAAAAAHI/2kisloFqnWw/s1600-h/monyet285.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X5_OV0pNI/AAAAAAAAAHI/2kisloFqnWw/s320/monyet285.jpg" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;Surabaya - Agar populasi monyet jenis laut atau monyet berekor panjang tidak punah, Kecamatan Rungkut melepas monyet ekor panjang ke konservasi wisata hutan mangrove di Wonorejo. Harapannya dapat menambah populasi dan meningkatkan eko wisata.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sebenarnya di kawasan itu sudah ada. Tapi populasinya sedikit sehingga tidak terlihat wisatawan yang sedang mengunjungi kawasan ini," kata Camat Rungkut, Irvan Widiyanto kepada detiksurabaya.com di sela-sela pelepasan sepasang monyet di lokasi, Selasa (19/1/2010).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Irvan berharap dan mengimbau masayarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi wisata hutan mangrove, Wonorejo, Rungkut ikut menjaga dan melestarikan ekosistem monyet maupun tanaman mangrove.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kita berharap kepada masyarakat juga berperan aktif dengan ikut menjaga serta melestarikan populasi monyet dan tanaman mangrove," harapnya. (ze/wln)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://surabaya.detik.com/read/2010/01/19/170524/1281797/466/agar-tak-punah-pemkot-lepas-monyet-di-hutan-mangrove&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-6378048710855350763?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/6378048710855350763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/agar-tak-punah-pemkot-lepas-monyet-di.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6378048710855350763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/6378048710855350763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/agar-tak-punah-pemkot-lepas-monyet-di.html' title='Agar Tak Punah, Pemkot Lepas Monyet di Hutan Mangrove'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X5_OV0pNI/AAAAAAAAAHI/2kisloFqnWw/s72-c/monyet285.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-405610303887229193</id><published>2010-01-19T10:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:46:58.661-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Utara'/><title type='text'>Pelepasan Hutan di Sumut Akan Segera Distop</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X48Pak0dI/AAAAAAAAAHA/EaA9xJCUacw/s1600-h/index.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="122" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X48Pak0dI/AAAAAAAAAHA/EaA9xJCUacw/s320/index.jpg" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;Medan, Kompas - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan tak boleh lagi ada pembukaan perkebunan yang melepaskan kawasan hutan. Kawasan hutan yang kritis bahkan tak dapat dilepaskan menjadi areal penggunaan lain, seperti untuk perkebunan dan pertanian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut JB Siringoringo, meski secara de jure luas wilayah hutan di provinsi ini mencapai 3,7 juta hektar, kenyataan di lapangan jauh lebih sedikit. ”De facto-nya luas kawasan hutan Sumut hanya sekitar 3 juta hektar. Meski itu masih seperti ketentuan undang-undang, sudah banyak kawasan hutan yang kritis dan memerlukan rehabilitasi,” ujar Siringoringo di Medan, Senin (18/1).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Siringoringo mengungkapkan, minimal 30 persen dari total luas wilayah Provinsi Sumut harus berupa kawasan hutan. ”Itu ketentuan undang-undang dan saat ini memang kawasan hutan di Sumut masih sekitar 40 persen dari total luas wilayah provinsi ini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengakui, ancaman perubahan kawasan hutan masih terus terjadi sehingga Pemprov Sumut secara tegas melarang pelepasan kawasan hutan menjadi areal penggunaan lain. ”Makanya target kami, begitu penunjukan kawasan hutan di Sumut sudah diresmikan, kami akan segera menetapkan tapal batas kawasan,” ujar Siringoringo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kawasan hutan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Pemprov Sumut bersama kabupaten yang memiliki kawasan hutan mengusulkan revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44/2005 tentang penunjukan kawasan hutan di Sumut. Revisi ini tengah dipelajari tim teknis lintas departemen. Dalam waktu dua bulan ke depan, tim teknis akan merevisi perubahan luas kawasan hutan di Sumut. Usulan revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan tersebut, antara lain, dilatarbelakangi oleh perubahan kawasan hutan menjadi permukiman, pusat pemerintahan, dan wilayah pertanian warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Siringoringo, pembuatan tapal batas kawasan hutan di Sumut membutuhkan biaya sangat besar. Namun, Pemprov Sumut berharap Kementerian Kehutanan mengalokasikan setengah dari biaya pembuatan tapal batas ini. Pembuatan tapal batas juga membutuhkan waktu paling cepat 1,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau lihat kebutuhannya, bisa mencapai Rp 500 miliar. Kan setiap 100 meter kawasan akan kami buat patok. Biaya ini kalau bisa ditanggung setengah-setengah oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk pemerintah daerah pun biayanya dibagi dua antara Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten yang bersangkutan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peraturan daerah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengungkapkan, rencana peraturan daerah tentang tata ruang dan wilayah Provinsi Sumut memang masih belum selesai. Rencana peraturan daerah masih menunggu usulan revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan. ”Jadi, memang secara teknis masih belum ada data yang bisa jadi pegangan berapa luas perkebunan yang ideal,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, senada dengan Siringoringo, Gatot memastikan penambahan kawasan perkebunan harus direm. Menurut dia, tak mungkin semua kawasan di Sumut bisa dibuka untuk perkebunan kelapa sawit mengingat sifat tanaman sawit menyerap air cukup banyak. (BIL)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/19/0348259/pelepasan.hutan.di.sumut.akan.segera.distop&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-405610303887229193?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/405610303887229193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/pelepasan-hutan-di-sumut-akan-segera.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/405610303887229193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/405610303887229193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/pelepasan-hutan-di-sumut-akan-segera.html' title='Pelepasan Hutan di Sumut Akan Segera Distop'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X48Pak0dI/AAAAAAAAAHA/EaA9xJCUacw/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2246350247332389598</id><published>2010-01-19T10:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:48:22.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PHKA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemerintah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Utara'/><title type='text'>Dephut Lanjutkan Operasi Penertiban Kawasan Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X3-J1XhvI/AAAAAAAAAG4/iA_54UkRh4Q/s1600-h/index.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X3-J1XhvI/AAAAAAAAAG4/iA_54UkRh4Q/s320/index.jpg" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;Departemen Kehutanan terus melakukan operasi perambahan / penyerobotan kawasan hutan oleh perusahaan perkebunan yang berpotensi merugikan negara triliunan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Awriya Ibrahim di Jakarta, Senin (18/01), menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan operasi perambahan di luar kawasan hutan register 40, Tapanuli, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah identifikasi ada 16 perusahaan yang terindikasi merambah kawasan hutan yang merugikan negara," katanya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia mengatakan, upaya Departemen Kehutanan membenahi perambahan kawasan sudah lama dilakukan, namun memang tidak mudah mengingat kawasan hutan yang dirambah atau diserobot perusahaan yang mengatasnamakan masyarakat sudah terjadi bertahun-tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, luas areal yang dirambah, misalnya di kawasan hutan lindung Mahato Rokan Hulu 80 persen sudah menjadi kebun sawit. Perambahan itu kemungkinan juga terjadi di wilayah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah dan akan terus melakukan razia untuk menertibkan areal kebun kelapa sawit ilegal. Penertiban dilakukan karena pemerintah telah mencanangkan pengembalian area hutan lindung yang dijadikan kebun sawit untuk menjadi hutan lagi," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan Masyarakat Tapanuli Selatan korban Soekanto Tanoto, Senin, mendatangi Gedung Manggala Wanabakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendesak Menhut Zulkifli Hasan mencabut izin perusahaan baik HPH/HTI milik Soekanto Tanoto yang dituduh merampas tanah ulayat masyarakat Tapanuli Selatan sampai 20.000 hektare.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jubir aksi Hendri mengatakan, Soekanto Tanoto telah mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar dan perusahaannya tidak pernah memberikan kontribusi yang cukup baik untuk rakyat maupun negara kecuali kerusakan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerusakan hutan di Tapanuli Selatan merupakan ulah Soekanto Tanoto lewat HPH-nya PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan perusahaan patungannya dengan PT Inhutani IV, yakni PT Sumatera Sylva Lestari (SSL). Ekspansi kedua perusahaan itu menyebabkan kawasan lindung register 40 Padang Lawas seluas 178.508 hektare rusak, belum lagi hak tanah ulayat yang dirampas," kata Hendri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia meminta Menhut Zulkifli Hasan mencabut izin perusahaan Tanoto dan menindak pejabat kehutanan yang ditengarai ikut memberikan kemudahan kepada pengusaha itu untuk menguasai ratusan ribu hektare kawasan hutan untuk usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi keluhan masyarakat itu, Awriya mengakui pihaknya akan mengecek dulu kebenaran dan keberadaan PT SRL dan PT SSL apakah benar perusahaan itu berizin 100 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Darori ketika dikonfirmasi membantah dirinya pribadi memiliki kedekatan sekaligus memberikan kemudahan usaha untuk Tanoto. "Saya tak pernah memberi kemudahan kepada siapapun. saya hanya berpegang pada aturan," kata Darori. (Ant)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=40991:dephut-lanjutkan-operasi-penertiban-kawasan-hutan&amp;amp;catid=26:nasional&amp;amp;Itemid=44&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2246350247332389598?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2246350247332389598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/dephut-lanjutkan-operasi-penertiban.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2246350247332389598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2246350247332389598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/dephut-lanjutkan-operasi-penertiban.html' title='Dephut Lanjutkan Operasi Penertiban Kawasan Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X3-J1XhvI/AAAAAAAAAG4/iA_54UkRh4Q/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1528738174411201141</id><published>2010-01-16T11:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:49:37.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ProFauna'/><title type='text'>Profauna Desak Pemerintah Selamatkan Hutan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X8gaOaK_I/AAAAAAAAAHQ/ASY73_11i0w/s1600-h/17469993.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X8gaOaK_I/AAAAAAAAAHQ/ASY73_11i0w/s320/17469993.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Malang - ProFauna Indonesia mendesak pemerintah untuk mengambil kebijakan praktis dan politis untuk menyelamatkan hutan dan mengamankan satwa liar yang masih tersisa di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Pengaman hutan ProFauna Indonesia Radius Nursidi, Selasa, mengatakan, pemerintah perlu menempatkan petugas di pos-pos pengamanan jalur keluar masuknya kawasan konservasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini tidak ada pengamanan ketat di jalur keluar masuknya orang di kawasan hutan sehingga semua orang bisa begitu mudah keluar masuk hutan termasuk para pemburu satwa liar yang dilindungi oleh negara," tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Menurut dia, jika dihitung secara konservatif dengan laju deforestasi yang stabil, saat ini di Pulau Jawa terjadi pengurangan jumlah hutan selama kurun waktu 2007-2010 mencapai 10.000 hektare.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kondisi itu menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan satwa langka yang ada di hutan Pulau Jawa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan, katanya, penyumbang terbesar terjadinya deforestasi untuk wilayah Pulau Jawa adalah Jawa Timur yakni seluas 438,1 hektare per tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dengan rincian terjadi di hutan primer 25,1 hektare/tahun atau 5,7 persen hutan sekunder 43,6 hektare/tahun atau 9,9 persen, hutan lainnya 369,5 hektare/tahun atau 84,3 persen.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Secara umum, lanjutnya, laju deforestasi yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan periode 2003-2006 yang terbesar terjadi di Sumatra yaitu seluas 268.000 hektare/tahun atau 22,8 persen dari total angka deforestasi rata-rata di Indonesia seluas 1,17 juta hektare/tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Di urutan kedua adalah Kalimantan seluas 239 ribu hektare/tahun atau 20,4, kemudian Sulawesi seluas 114,7 ribu hektare/tahun atau 9,8 persen, dan Pulau Jawa sebesar 2,5 ribu hektare/tahun atau 0,2 persen.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Walaupun laju deforestasi di Pulau Jawa paling kecil, katanya, hutan yang tersisa di Pulau Jawa sangat vital, karena Pulau Jawa sebagai pulau dengan penduduk terpadat dan kondisi hutannya nyaris tak diperhatikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Padahal, hutan yang ada di Pulau Jawa menyimpan banyak satwa endemik yang langka dan terancam punah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pembukaan lahan hutan di Jawa juga berimpilikasi secara langsung terhadap peningkatan perburuan satwa liar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Perburuan satwa liar dan langka, kata dia, masih terjadi secara rutin di kawasan-kawasan konservasi alam seperti Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo dan Taman Nasional Merubetiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;"Pengawasan yang lemah dan kemudahan akses untuk menuju kawasan konservasi tersebut mendorong perburuan satwa liar tetap subur. Padahal, perburuan tersebut juga berakibat pada perusakan hutan," ujarnya.(*)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;Source : http://www.antaranews.com/berita/1263288406/profauna-desak-pemerintah-selamatkan-hutan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1528738174411201141?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1528738174411201141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/profauna-desak-pemerintah-selamatkan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1528738174411201141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1528738174411201141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/profauna-desak-pemerintah-selamatkan.html' title='Profauna Desak Pemerintah Selamatkan Hutan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X8gaOaK_I/AAAAAAAAAHQ/ASY73_11i0w/s72-c/17469993.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-393037318580065424</id><published>2010-01-03T21:57:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:50:50.455-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumatera Utara'/><title type='text'>Tangkap Perambah Hutan Karo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X-RwKWOZI/AAAAAAAAAHg/i_rBQhSnGtI/s1600-h/law+kawar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X-RwKWOZI/AAAAAAAAAHg/i_rBQhSnGtI/s320/law+kawar.jpg" width="233" /&gt;&lt;/a&gt;Praktisi Hukum Senior, DR Putra Kaban SH MH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDAN-Penebangan hutan di sejumlah tempat di Kabupaten Tanah Karo dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Kapoldasu dan Bupati Tanah Karo diminta segera menghentikan penebangan liar atau illegal loging tersebut, serta menangkap dan memenjarakan para pelaku tanpa pandang bulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penegasan itu disampaikan praktisi hukum senior di Jakarta, DR Putra Kaban SH MH, kepada wartawan di Medan via&amp;nbsp; handphone, Minggu (3/1). Ia mengaku prihatin melihat kondisi kerusakan hutan di Tanah Karo saat ini dan akan berbahaya bagi ekosistem dan kehidupan apabila dibiarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Putra Kaban yang merupakan putra daerah asli kelahiran Tanah Karo, juga menghimbau masyarakat Karo agar menjaga hutan sebagai paru-paru dunia. Sebab, menurutnya, hutan di Tanah Karo bukan hanya milik masyarakat Karo, tapi juga milik masyarakat dunia. “Jadi jangan lagi menjual kayu hutan tanpa seizin pemerintah. Jangan pula mengorbankan anak cucu kita untuk kepentingan sesaat,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Putra Kaban, sebenarnya banyak pohon-pohon ditanami berbagai pihak untuk penghijauan di Tanah Karo, namun belakangan ditebangi segelintir orang dengan menggunakan alat-alat berat. Perbuatan itu merupakan tindak pidana, tapi masyarakat Karo tampaknya kurang mengerti karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, pelaku penebangan hutan sering kali menganggap bahwa pohon-pohon di areal hutan adalah tanaman masyarakat, sehingga masyarakat merasa berhak menebangnya.“Saya pernah melihat di Desa Nagri Kecamatan Juhar, Tanah Karo, ada penebangan-penebangan pohon dan penumpukan di jalan. Ketika saya tanya hal ini kepada Kadis Kehutanan setempat, katanya hutan itu milik masyarakat. Artinya, sudah terjadi penggundulan hutan dan pembiaran terhadap illegal loging di Tanah Karo,” tegas Kaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra Kaban meminta Kapoldasu dan Kapolres Tanah Karo agar tidak memberikan toleransi kepada pelaku illegal loging atau pelaku penebangan hutan tanpa izin. Kapoldasu&amp;nbsp; harus memerintahkan Kapolres Tanah Karo menangkap para pelaku. Bupati Karo melalui Kadis Kehutanan juga diminta membatasi perizinan penebangan kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Illegal loging ini adalah perbuatan yang sangat tidak benar, jadi jangan lagi ada beking-membeking terhadap para pelakunya,” jelas Putra.&lt;br /&gt;Putra Kaban yang menjadi asisten pribadi Menteri Kehutanan semasa dijabat MS Kaban, ini juga menegaskan, Bupati Tanah Karo dan Kapoldasu harus berani memberantas illegal loging. “Ya, kalau bupati dan Kapoldasu tidak berani, lebih baik mundur saja jadi pejabat. Jangan rakyat sengsara, sementara penjahat merajalela,”cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaban menambahkan, masalah illegal loging harus menjadi perhatian serius bagi para alon-calon Bupati Tanah Karo mendatang, apalagi pelaksanaan Pilkada sudah di ambang pintu. “Pemberantasan illegal loging harus jadi program dan agenda utama dalam visi/misi Calon Bupati Tanah Karo ke depan,” katanya. (ton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : http://www.hariansumutpos.com/2010/01/tangkap-perambah-hutan-karo.html&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-393037318580065424?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/393037318580065424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/tangkap-perambah-hutan-karo.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/393037318580065424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/393037318580065424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/tangkap-perambah-hutan-karo.html' title='Tangkap Perambah Hutan Karo'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1X-RwKWOZI/AAAAAAAAAHg/i_rBQhSnGtI/s72-c/law+kawar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1962359745234059554</id><published>2010-01-03T20:28:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T20:38:45.465-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tools'/><title type='text'>Cara Memperoleh Backlink dan Meningkatkan Google Pagerank</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S0Fr17pTBtI/AAAAAAAAAGo/4kuRk59MKNI/s1600-h/google-pagerank-150x150.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S0Fr17pTBtI/AAAAAAAAAGo/4kuRk59MKNI/s320/google-pagerank-150x150.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Google Pagerank (PR), dalam dunia blogging, ini bukanlah istilah yang jarang anda dengar. Disandingkan dengan Alexa, kedua ini menjadi suatu penentu terkenal atau tidaknya blog anda. Banyak para-para blogger newbe maupun expert tukaran link, salah satu tujuannya ialah untuk meningkatkan Alexa dan Pagerank blog mereka. Apabila Google Pagerank (PR) dan Alexa anda sudah tinggi maka akan mudah bagi para blogger untuk menciptakan peluang bisnis baru diblog mereka dan merebut pasar Search Engine.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada kesempatan ini saya akan mencoba memberikan tips kepada anda bagaimana meningkatkan Pagerank (PR) dengan mudah. Pada tips ini, saya dan anda bersama-sama kita kerja sama untuk meningkatkan Pagerank (PR) blog kita. Caranya sangat mudah untuk diaplikasikan. Anda hanya meletakkan link-link yang sudah menjalankan tips ini sebelumnya ke blog/artikel anda. Berikut linknya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Okezone&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kapanlagi.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kapanlagi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.detik.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Detik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://wp-genius.solostreamsites.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;WP – Genius&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://wordpressthemesbase.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;WPThemesBase&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://firdaus-ridwan.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Saleum Saudara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.prince14area.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ekspresikan Komunitasmu !&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://katalogbisnis.info/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Katalog Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://gondrezt.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;I Love Indonesia Nature&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Aturan Main :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sebelum anda meletakkan link ini, pastikan link yang berada dinomor satu (1) harus dihapus dulu sehingga setiap link naik satu (1) level. Jadi, link 10 naik ke peringkat 9, link 9 naik ke peringkat 8, link 8 naik ke peringkat 7, link 7 naik ke peringkat 6, link 6 naik ke peringkat 5, link 5 naik keperingkat 4, link 4 naik ke peringkat 3, link 3 naik ke peringkat 2, link 2 naik ke peringkat 1, dan terakhir link 1 menghilang dan sudah tidak lagi masuk dalam aturan main ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Apabila anda menjalani tips ini dengan benar, maka setiap kenaikan peringkat anda akan memperoleh kelipatan backlink. (Jadi bagi anda yang baru menerapkankan ini tempatkan nama blog anda berserta linknya pada posisi 10, jadi urutan 1 hapus, 2 ke 1, 3 ke 2, 4 ke 3, 5 ke 4, 6 ke 5, 7 ke 6, 8 ke 7, 9 ke 8, 10 ke 9, dan terakhir adalah blog anda. Biarkan semua ini berjalan secara alami).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Perhitungan backlink yang anda dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kita asumsikan hanya ada 2 saja blogger yang menjalankan tips ini, maka perhitungan backlink yang anda dapatkan ialah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada saat anda di :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 10, jumlah baclink adalah 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 9, jumlah baclink adalah 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 8, jumlah baclink adalah 4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 7, jumlah baclink adalah 8&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 6, jumlah baclink adalah 16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 5, jumlah baclink adalah 32&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 4, jumlah baclink adalah 64&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 3, jumlah baclink adalah 128&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 2, jumlah baclink adalah 256&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Peringkat 1, jumlah baclink adalah 512&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S0FsE7rUIDI/AAAAAAAAAGw/xFEgGr4DPnY/s1600-h/pageranksmall-300x216.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="129" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S0FsE7rUIDI/AAAAAAAAAGw/xFEgGr4DPnY/s320/pageranksmall-300x216.png" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sebelum anda mejalankan tips ini, ada baiknya bagi anda yang akan menjalankan tips ini mengikuti kode etik yang telah disepakati bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Kode Etik :&lt;/b&gt; Diharapkan bagi anda yang menjalankan tips ini mampu bersikap untuk jujur dalam menempatkan peringkat-peringkat link.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Menurut saya, saya dan anda yang menjalankan tips meningkatkan Google Pagerank (PR) ini sama-sama diuntungkan karena saya dan anda bersama mendapatkan backlink dari masing-masing blog. Dan juga, dengan tips ini, hubungan saya dan anda sebagai blogger dapat menjadi lebih baik dan silaturahmi antar blogger di seluruh Indonesia atau bahkan diseluruh dunia akan terjalin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Anda bisa copy paste kan artikel ini ke blog anda apabila anda berminat untuk menjalankan tips meningkatkan Google Pagerank (PR) ini. Atau mungkin anda ingin memodifikasi artikel ini sesuai dengan bahasa blog anda, silahkan.. :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selamat Mencoba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1962359745234059554?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1962359745234059554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/cara-memperoleh-backlink-dan.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1962359745234059554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1962359745234059554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2010/01/cara-memperoleh-backlink-dan.html' title='Cara Memperoleh Backlink dan Meningkatkan Google Pagerank'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S0Fr17pTBtI/AAAAAAAAAGo/4kuRk59MKNI/s72-c/google-pagerank-150x150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2593087734777124310</id><published>2009-12-22T16:35:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T16:35:43.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Kenapa baterai bekas gak boleh dibuang ke tempat sampah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFloJ5QasI/AAAAAAAAAGg/t0HEPzn17fs/s1600-h/1252327979.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFloJ5QasI/AAAAAAAAAGg/t0HEPzn17fs/s200/1252327979.jpg" width="172" /&gt;&lt;/a&gt;Coba perhatikan, ada berapa banyak barang di rumah kita yang menggunakan baterai? Ada mainan, jam tangan, jam dinding, ponsel, remote TV, kamera, iPod, dll. Lalu, apa yang kita lakukan jika baterai sudah tidak bisa dipakai lagi?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata kita semua membuang baterai ke tempat sampah, padahal itu berbahaya sekali loh! &lt;b&gt;Kenapa?&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampah baterai sesungguhnnya termasuk sebagai sampah B3 (Bahan Berbahaya &amp;amp; Beracun), karena di dalamnya mengandung berbagai logam berat, seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium, yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baterai bekas yang dibuang ke TPS atau TPA akan mencemari tanah, air tanah, sungai, danau...dan akhirnya meracuni air yang kita pakai untuk minum, mandi dan mencuci. Hiiiy...serem kan??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lalu, apa yang harus dilakukan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan buang sampah baterai ke tempat sampah. Kumpulkanlah sampah baterai di rumah/kantor, lalu berikan ke tempat pengumpulan baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jenis sampah baterai yang dikumpulkan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- baterai ukuran AA, AAA, C &amp;amp; D&lt;br /&gt;- baterai jam tangan (yang kecil seperti tablet)&lt;br /&gt;- baterai lithium: baterai HP, kamera digital, baterai laptop, dll&lt;br /&gt;- baterai &lt;i&gt;rechargeable&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Untuk apa sampah baterai dikumpulkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sampah baterai akan diserahkan kepada pihak penyedia jasa pengelolaan sampah B3 (bahan berbahaya &amp;amp; beracun) yang sudah memenuhi standar manajemen limbah, yaitu &lt;a href="http://www.wmi-indonesia.com/" target="_blank"&gt;WMI - Waste Management Indonesia&lt;/a&gt;. Sebagian besar komponen baterai akan didaur ulang, sementara komponen seperti kadmium dan mangan akan dinetralisir dan kemudian dikubur dengan mekanisme yang sudah memenuhi standar manajemen limbah agar tidak mencemari air tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kemana sampah baterai bisa dikumpulkan?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jakarta:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PT. Intimedia (Wikimu.com)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Jl. Pakubuwono 6 No. 99 (blkg Apotik Century)&lt;br /&gt;Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;cp: Bayu (0817 128 615)&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sekolah Cikal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. T.B. Simatupang kav. 18 &lt;br /&gt;Jakarta 12430&lt;br /&gt;cp: Mahmudin, bagian perpustakaan (0817 9249345)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Arief (Kos)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gd. Sarana Jaya Tebet (Superindo)&lt;br /&gt;Lt. 5  No.517&lt;br /&gt;Jl. Tebet Barat IV&lt;br /&gt;Jakarta 12810&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Melly (Rumah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Tutul 6 no.515&lt;br /&gt;Pondok Bambu&lt;br /&gt;Jakarta 13430&lt;br /&gt;Telp: 0815 950 6400&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bandung:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tobucil &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Aceh no.56&lt;br /&gt;Telp: 022 - 426 1548&lt;br /&gt;cp: Tarlen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Yayasan Kontak Indonesia &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. KHA Dahlan No. 67&lt;br /&gt;Telp: 022 - 723 0735&lt;br /&gt;cp: Endy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/kenapa_baterai_bekas_gak_boleh_dibuang_ke_tempat_sampah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2593087734777124310?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2593087734777124310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/kenapa-baterai-bekas-gak-boleh-dibuang.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2593087734777124310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2593087734777124310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/kenapa-baterai-bekas-gak-boleh-dibuang.html' title='Kenapa baterai bekas gak boleh dibuang ke tempat sampah?'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFloJ5QasI/AAAAAAAAAGg/t0HEPzn17fs/s72-c/1252327979.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-191351139784916506</id><published>2009-12-22T16:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T16:45:55.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips hemat penggunaan AC</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFj-NBxdLI/AAAAAAAAAGY/hk8yDiitXho/s1600-h/1260932758.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="124" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFj-NBxdLI/AAAAAAAAAGY/hk8yDiitXho/s200/1260932758.jpg" width="124" /&gt;&lt;/a&gt;Faktanya, lebih dari 50% konsumsi energi listrik di rumah adalah untuk alat penyejuk udara, atau air conditioner (AC). Di kantor, angka ini naik hingga 70%. Sementara, saat ini pemadaman listrik terjadi secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Solusinya? Dengan mengurangi penggunaan AC kita tidak hanya bisa menghemat uang, listrik dan memperpanjang umur AC, namun juga ikut membantu agar listrik tidak ‘byar-pet' terus. Siapa takut?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita mulai dari awal.Sebenarnya, apakah kita memang memerlukan AC ini? Kan, solusi yang paling hemat dan ramah lingkungan adalah untuk simpanatau jual ACnya dan buka lebar-lebar jendela kita untuk menikmati AC alam. Kan, fungsi AC adalah untuk menyejukkan ruangan bukan untuk mendinginkan atau apalagi membuat orang beku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realitanya, jaman sekarang ini sudah sulit untuk tinggal di rumah di daerah perkotaan yang dibangun dengan menggunakan ventilasi alami, tanpa AC. Seringkali kita terpaksa menggunakan AC karena tidak tahan akan panasnya udara. Untungnya, banyak sekali langkah yang dapat kita terapkan untuk menghemat penggunaan AC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Begini caranya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;a href="http://www.greenlifestyle.or.id/stocks/images/61011675.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Tips hemat energi AC" border="0" height="277" src="http://www.greenlifestyle.or.id/stocks/images/61011675.gif" title="Tips hemat energi AC" width="222" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pilih AC hemat energi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AC harus mampu menyejukkan ruangan secara cepat. Dengan ukuran evaporator pendingin dan kipas yang lebih besar, maka akan lebih cepat mendinginkan ruangan secara alami dan seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.energystar.gov/index.cfm?c=roomac.pr_room_ac" style="color: lime;" title="Cari alat AC hemat energi, ramah lingkungan"&gt;Cari AC hemat energi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ehow.com/how_2140470_buy-energy-efficient-air-conditioner.html" style="color: lime;" title="Bagaimana memilih alat AC yang hemat energi"&gt;Bagai memilih alat AC yang hemat energi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pilih AC dengan &lt;a href="http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090825074818AA6Hjx7" title="apa itu freon?"&gt;freon&lt;/a&gt; yang ramah lingkungan&lt;/b&gt; Freon adalah bahan cair yang menghasilkan dingin dalam ACnya. Pilih AC dengan freon yang ramah lingkungan, seperti freon hidrokarbon.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tentukan Kapasitas AC (PK)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi, konsumen membeli AC dengan kapasitas (PK) yang lebih besar dari kebutuhanya, sehingga tidak efisien dan boros energi. Alhasil, tagihanya naik terruusssss! Maka, pilih kapasitas AC yang tepat, dengan acuan kapasitas berkisar antara 600 BTU/jam/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pakai timer agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gimana rasanya saat bangun pagi dalam ruangan yang super dingin sebab AC menyala terus semalaman? Badan pasti terasa gak enak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AC tidak perlu dipakai sepanjang kita tidur. Sebaiknya hidupkan AC seperempat jam sebelum saat tidur, dan timernya di set selama 1-2 jam mati otomatis. Kalau ACnya sudah mati, ruangnya akan tetap dingin selama beberapa jam kemudian. Untuk siang hari, usahakan mematikan AC, jika akan meninggalkan ruangan dalam waktu relatif lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Atur suhu AC dengan thermostat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk aktivitas sehari-hari, atur suhu AC yang paling optimal dari sisi kenyamanan dan pemakaian energi (tidak lebih dingin dari 25 °C), yaitu 3-5°C lebih rendah dari suhu di luar ruangan) . Ingat: setiap kenaikan temperatur 1°C dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 3-5% (BPPT). Lumayan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur, tiap 3 bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan memelihara AC secara rutin, kamu mampu menghemat listrik sampai dengan 20%. Energi yang dikonsumsi peralatan pendingin akan lebih rendah 10% pada kondensor yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Terganggunya sirkulasi udara karena debu yang menumpuk, menyebabkan kondensor mengkonsumsi lebih banyak listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup saat AC menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Gunakan lampu ruangan yang memiliki temperatur kerja rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ganti AC yang sudah tua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk alat AC yang telah berumur lebih dari 10 tahun, pemakaian energi akan lebih besar 30-50% dibandingkan dengan peralatan pendingin dengan teknologi baru.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Belum puas? Coba tips yang berikut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;gunakan lampu induksi yg tidak panas sehingga beban ac tidak terlalu berat &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;pasang solar chimney&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;naikin plafon, terus di bawah atap taruh material penahan panas&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;rubah jendela supaya lebih lebar, maksimalkan jalusi&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;warna cat tembok, kebiruan mendorong adanya feeling lebih cool daripada misalnya kuning gading&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;pasang ceiling fan&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;rumah dengan dinding dari kayu rasanya lebih sejuk &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;jika terpaksa pakai AC, hindari menempatkan peralatan elektronik di bawah atau di dekat indoor unit... &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&amp;nbsp;Sumber: Iwa Garniwa, Tips hemat energy pada Tata Udara; milis Greenlifestyle&lt;br /&gt;http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_hemat_penggunaan_ac&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-191351139784916506?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/191351139784916506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-hemat-penggunaan-ac.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/191351139784916506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/191351139784916506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-hemat-penggunaan-ac.html' title='Tips hemat penggunaan AC'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFj-NBxdLI/AAAAAAAAAGY/hk8yDiitXho/s72-c/1260932758.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-63422912870705786</id><published>2009-12-22T16:18:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T07:43:16.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips kurangi bahaya limbah elektronik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFhdU-e8DI/AAAAAAAAAGQ/4ijfFbSyvv4/s1600-h/1252328021.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="100" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFhdU-e8DI/AAAAAAAAAGQ/4ijfFbSyvv4/s320/1252328021.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Setiap tahun, antara 20-50 juta ton limbah elektronik &lt;i&gt;(e-waste)&lt;/i&gt; dibuang tanpa diproses dengan cara yang ramah lingkungan, menurut data PBB. &lt;i&gt;E-waste&lt;/i&gt; bisa menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan manusia karena ia adalah sumber toksin, termasuk zat karsinogenik. Setelah dibuang, zat dari &lt;i&gt;e-waste&lt;/i&gt; masuk ke tanah, kemudian ke air, dan akhirnya dapat mencemari rumah kita melalui keran air.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ingat robot lucu di film Wall-E? Di film tersebut, manusia sudah pindah dari dunia ke luar angkasa untuk menghindari sampah yang sudah mengancam kehidupan seluruh dunia. Jangan-jangan hal itu akan menjadi kenyataan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa yang kita bisa lakukan untuk menghindari ancaman &lt;i&gt;e-waste&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Mengurangi pembelian alat elektronik yang tidak menjadi prioritas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beli produk yang dapat di-upgrade dengan mudah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau tidak rusak, jangan beli HP baru dong! Emang berapa banyak HP yang dibutuhkan?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih baterai yang bisa diisi ulang &lt;i&gt;(rechargeable)&lt;/i&gt;. Walaupun sedikit lebih mahal, tapi bisa dipakai ulang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Olah &lt;i&gt;e-waste&lt;/i&gt; kamu secara ramah lingkungan. Baterai dan CD bekas bisa diantar untuk didaur ulang ke:          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;JAKARTA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jl. Pakubuwono 6 No. 99 (blkg Apotik Century)&lt;br /&gt;Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;cp: Bayu Wardhana (0817 128 615)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;BANDUNG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tobucil&lt;br /&gt;Jl. Aceh No 56&lt;br /&gt;CP: Tarlen, Telp: 022 4261548&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Bagi yang bekerja di pabrik yang memproduksi &lt;i&gt;e-waste&lt;/i&gt; berskala besar, bisa kunjungi perusahan &lt;a href="http://www.ppli-indo.com/"&gt;WMI&lt;/a&gt; untuk melakukan pengolahan limbah yang ramah lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hubungi perusahaan yang memproduksi &lt;i&gt;e-waste&lt;/i&gt; dan tanyakan apakah limbah tersebut diproses? Di mana? Bagaimana caranya? Kalau perusahaan tersebut sadar bahwa ada yang peduli dengan sampah mereka, ada kemungkinan mereka akan mulai peduli juga.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source :&amp;nbsp; http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_kurangi_bahaya_limbah_elektronik&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFhdU-e8DI/AAAAAAAAAGQ/4ijfFbSyvv4/s1600-h/1252328021.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="15" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFhdU-e8DI/AAAAAAAAAGQ/4ijfFbSyvv4/s320/1252328021.jpg" width="423" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-63422912870705786?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/63422912870705786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-kurangi-bahaya-limbah-elektronik.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/63422912870705786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/63422912870705786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-kurangi-bahaya-limbah-elektronik.html' title='Tips kurangi bahaya limbah elektronik'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFhdU-e8DI/AAAAAAAAAGQ/4ijfFbSyvv4/s72-c/1252328021.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4832903036475346891</id><published>2009-12-22T16:12:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T16:23:26.063-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips berlibur tanpa merusak lingkungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFgOV8eUGI/AAAAAAAAAGI/dhkj1CGwXSc/s1600-h/1252328080.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="101" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFgOV8eUGI/AAAAAAAAAGI/dhkj1CGwXSc/s320/1252328080.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah terlintas di benak kita bahwa ternyata setiap perjalanan liburan yang kita jalani memberikan dampak buruk bagi lingkungan, setidaknya dari segi emisi? Selain itu, tak jarang kawasan wisata yang sebelumnya memiliki pemandangan yang mempesona, rusak akibat kunjungan para pelancong yang tidak mempedulikan kelestarian alam di lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Berikut adalah tips yang bisa dipraktekkan agar perjalanan atau liburan kita memberikan dampak yang minimal bagi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Hindari penggunaan pesawat&lt;/b&gt; dalam melakukan perjalanan ke tempat tujuan. Upayakan untuk menggunakan bis, kereta api, atau kapal laut untuk mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Gunakan sarana transportasi massal&lt;/b&gt;, sewa sepeda, delman atau berjalan kaki untuk menikmati keindahan dan keunikan daerah yang kita kunjungi termasuk tempat-tempat indah yang tersembunyi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berkenalan dengan banyak orang&lt;/b&gt; saat di perjalanan, salah satu cara agar bisa berbagi kendaraan, kamar tidur dan makanan. Ketika kita berbagi kendaraan maka kita akan menghemat emisi CO2. Sedangkan bila kita berbagi kamar tidur maka kita menghemat listrik yang terpakai, menghemat sabun untuk mencuci seprei, dll. Sementara berbagi makanan akan menghindari pemborosan karena makanan yang tidak habis dan jadi mubazir.Selain itu, efek positif dari berbagi adalah menghemat biaya perjalanan dan tentunya menambah banyak teman. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Belilah makanan di kaki lima/warung /restauran penduduk&lt;/b&gt;. Dengan membeli makanan di warung lokal, kita telah mengurangi emisi yang digunakan untuk mengangkut bahan makanan dari lokasi yang jauh serta memberikan kontribusi langsung pada masyarakat lokal. Selain itu biasanya perangkat makan yang digunakan di warung lokal tidak menggunakan plastik/styrofoam. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pilih makanan dan minuman lokal&lt;/b&gt;. Selain dapat merasakan makanan &amp;amp; minuman dari daerah asal, juga untuk mengurangi emisi CO2 yang dihasilkan dari barang impor. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bawa botol minuman sendiri &lt;/b&gt;sehingga bisa diisi ulang. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bawa kantong belanja sendiri&lt;/b&gt; untuk mengurangi sampah plastik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Membuang sampah pada tempatnya. &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cari tempat yang menawarkan service yang lebih ‘hijau"&lt;/b&gt; atau punya program lingkungan. Sebagai contoh, bisa dilihat di: &lt;a href="http://www.baliecolodge.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;http://www.baliecolodge.com.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Source : http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_berlibur_tanpa_merusak_lingkungan&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4832903036475346891?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4832903036475346891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-berlibur-tanpa-merusak-lingkungan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4832903036475346891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4832903036475346891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-berlibur-tanpa-merusak-lingkungan.html' title='Tips berlibur tanpa merusak lingkungan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFgOV8eUGI/AAAAAAAAAGI/dhkj1CGwXSc/s72-c/1252328080.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5620580767875417716</id><published>2009-12-22T15:56:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T16:00:41.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Cara mengidentifikasi jenis plastik yang aman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://greenlifestyle.or.id/stocks/tips/1252328115.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="http://www.flickr.com/photos/mag3737/742792343/in/set-72157600712273512/" border="0" height="92" src="http://greenlifestyle.or.id/stocks/tips/1252328115.jpg" title="Sumber: http://www.flickr.com/photos/mag3737/742792343/in/set-72157600712273512/" width="92" /&gt;&lt;/a&gt;Plastik adalah barang yang sangat akrab dengan kehidupan kita. Tapi sadarkah bahwa ternyata tidak semua plastik aman untuk dipakai, apalagi sebagai wadah makanan. Baca tips di bawah ini untuk bisa membedakan plastik yang aman dan sehat, dan plastik yang berbahaya bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/yo/plastic-recycling-symbols-1-th.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="PETE" border="0" height="90" src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/yo/plastic-recycling-symbols-1-th.jpg" style="margin-top: 5px;" title="PETE" width="90" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh produk: botol minuman (misalnya Aqua).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Produk-produk dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/Fc/plastic-recycling-symbols-2-th.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="HDPE" border="0" height="83" src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/Fc/plastic-recycling-symbols-2-th.jpg" style="margin-top: 5px;" title="HDPE" width="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;#2. HDPE (high density polyethylene)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh produk: botol susu yang berwarna putih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/jo/plastic-recycling-symbols-3-th.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="PVC" border="0" height="90" src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/jo/plastic-recycling-symbols-3-th.jpg" style="margin-top: 5px;" title="PVC" width="90" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh produk: cling wrap, botol&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/16/plastic-recycling-symbols-4-th.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="LDPE" border="0" height="90" src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/16/plastic-recycling-symbols-4-th.jpg" style="margin-top: 5px;" title="LDPE" width="90" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;#4. LDPE (low density polyethylene) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh produk: tempat makanan, botol-botol yang lembek. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan &lt;b&gt;#4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/87/plastic-recycling-symbols-5-th.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="pp" border="0" height="90" src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/87/plastic-recycling-symbols-5-th.jpg" style="margin-top: 5px;" title="pp" width="90" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik&lt;/b&gt; terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/UB/plastic-recycling-symbols-6-th.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="PS" border="0" height="90" src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/UB/plastic-recycling-symbols-6-th.jpg" style="margin-top: 5px;" title="PS" width="90" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;#6. PS (polystyrene)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh produk: tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/tz/plastic-recycling-symbols-7-th.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="other" border="0" height="90" src="http://www.thedailygreen.com/cm/thedailygreen/images/tz/plastic-recycling-symbols-7-th.jpg" style="margin-top: 5px;" title="other" width="90" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;#7. Other (biasanya polycarbonate)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh produk: tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Source :&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.akuinginhijau.org/" style="color: lime;" target="_blank"&gt;Aku Ingin Hijau&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5620580767875417716?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5620580767875417716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/cara-mengidentifikasi-jenis-plastik.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5620580767875417716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5620580767875417716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/cara-mengidentifikasi-jenis-plastik.html' title='Cara mengidentifikasi jenis plastik yang aman'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1648286420397926893</id><published>2009-12-22T15:40:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T15:58:41.595-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips menghemat air untuk menyiram tanaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFYBMNLD6I/AAAAAAAAAGA/c4k1ny_pK7s/s1600-h/1252328158.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFYBMNLD6I/AAAAAAAAAGA/c4k1ny_pK7s/s200/1252328158.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bagi yang mempunyai banyak tanaman di rumah, biasanya saat memasuki musim kemarau akan mengalami kesulitan mendapatkan air untuk menyiram tanaman. Pada saat itu, air bersih yang ada harus diprioritaskan untuk keperluan rumah tangga, seperti masak dan minum. Belum lagi untuk mandi dan mencuci... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Lalu, adakah cara mudah agar tanaman kita tidak layu dan mati di saat musim kemarau? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Coba simak tips menghemat air yang digunakan khusus untuk menyiram tanaman: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tampunglah air bekas cucian sayuran atau buah-buahan di ember untuk menyiram tanaman&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tanaman hias hendaknya ditanam di pot dan di bawahnya di beri alas seperti piring untuk menampung tetesan air dari dalam pot agar bisa digunakan kembali&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tanamlah sayuran menggunakan sistem bertingkat, sehingga sisa air siraman untuk pot di bagian atas bisa mengalir ke bawah, pot bagian bawah&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Buatlah bak untuk menampung air hujan. Bisa juga menggunakan ember&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sisa minuman ataupun kuah sayur yang tidak berbau, saringlah di sebuah ember dan pergunakan untuk menyiram tanaman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;Source : http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_menghemat_air_untuk_menyiram_tanaman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1648286420397926893?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1648286420397926893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-menghemat-air-untuk-menyiram.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1648286420397926893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1648286420397926893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-menghemat-air-untuk-menyiram.html' title='Tips menghemat air untuk menyiram tanaman'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFYBMNLD6I/AAAAAAAAAGA/c4k1ny_pK7s/s72-c/1252328158.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4269885571679334051</id><published>2009-12-22T15:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T15:28:48.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips hitung dampak lingkungan akibat penggunaan kertas/ tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span class="before"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFVYPK3K4I/AAAAAAAAAF4/wODORgl8icc/s1600-h/1252328271.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFVYPK3K4I/AAAAAAAAAF4/wODORgl8icc/s320/1252328271.jpg" width="172" /&gt;&lt;/a&gt;Tahukah bahwa untuk memproduksi sejumlah kertas, dibutuhkan banyak kayu dengan diameter 15-20 cm, tinggi 40 meter, kemudian air dan juga energi? Sementara untuk proses produksinya menghasilkan sejumlah emisi dan juga limbah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita ingin tahu berapa besar dampak lingkungan akibat penggunaan kertas kita tiap tahun, coba ikuti langkah-langkah di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Pilah-pilah sampah kertas yang kita gunakan berdasarkan jenis. Misalnya: kertas HVS, kertas koran, atau kertas yang dilaminating (misalnya brosur/company profile)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hitung rata-rata pengunaan kertas untuk tiap jenis dalam 1 tahun (dalam kg atau ton)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian kunjungi &lt;a href="http://www.papercalculator.org/"&gt;papercalculator.org&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan data-data di atas, dan mulailah menghitung&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata jika kertas yang sudah kita gunakan didaurulang, maka dampak lingkungan yang kita sumbangkan pun akan ikut berkurang. Selain itu, kertas yang diberikan zat pemutih (&lt;em&gt;bleaching&lt;/em&gt;), pada proses produksinya menggunakan kayu, air dan energi jauh lebih banyak dibanding kertas yang tidak menggunakan pemutih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;Jangan lupa untuk terus berupaya mengurangi penggunaan kertas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source :&amp;nbsp; http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_hitung_dampak_lingkungan_akibat_penggunaan_kertas_tahun&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4269885571679334051?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4269885571679334051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-hitung-dampak-lingkungan-akibat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4269885571679334051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4269885571679334051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-hitung-dampak-lingkungan-akibat.html' title='Tips hitung dampak lingkungan akibat penggunaan kertas/ tahun'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFVYPK3K4I/AAAAAAAAAF4/wODORgl8icc/s72-c/1252328271.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-3328245912259852521</id><published>2009-12-22T14:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T15:58:16.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Kiat aman bersepeda ke kantor</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFO50xkRRI/AAAAAAAAAFw/XZPsDIGM8OQ/s1600-h/1252328222.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFO50xkRRI/AAAAAAAAAFw/XZPsDIGM8OQ/s320/1252328222.jpg" width="209" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kemacetan serta polusi udara adalah dengan meninggalkan kendaraan bermotor di rumah dan beralih menggunakan sepeda ke kantor. Nah, di bawah ini ada tips untuk bersepeda ke kantor. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Namun sebelum memulai kegiatan bersepeda ke kantor, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya: &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pelajari rute teraman, tempat persinggahan saat menuju ke kantor. Sementara tidak lupa mencari lokasi parkir sepeda dan tempat mandi di area kantor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Periksa kondisi sepeda, seperti tekanan angin ban, rantai, baut-baut, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usahakan membawa peralatan &amp;amp; perlengkapan standar, seperti pompa kecil, bandalam, kunci-kunci baut, gembok sepeda, air minum, P3K, dsb.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenakan perangkat keselamatan seperti helm, lampu depan &amp;amp; belakang, masker, sarung tangan, dsb.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kenakan pakaian yang nyaman seperti kaus, bandana, kacamata dan sepatu olah raga. Jangan lupa siapkan jas hujan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapkan baju ganti dan perlengkapan mandi untuk di kantor.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siapkan mental &amp;amp; fisik, jangan tidur larut malam serta makan pagi secukupnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari jalur padat kendaraan bermotor, jangan menyalip saat lalu lintas padat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Patuhi rambu-rambu lalu lintas di sepanjang perjalanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berdoa sebelum dan sesudah tiba di tempat tujuan &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Selamat bersepeda!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;(sumber: &lt;a href="http://www.b2w-indonesia.or.id/"&gt;Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-3328245912259852521?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/3328245912259852521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/kiat-aman-bersepeda-ke-kantor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3328245912259852521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/3328245912259852521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/kiat-aman-bersepeda-ke-kantor.html' title='Kiat aman bersepeda ke kantor'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFO50xkRRI/AAAAAAAAAFw/XZPsDIGM8OQ/s72-c/1252328222.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1597199799949479140</id><published>2009-12-22T14:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T15:57:49.348-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Cara mudah membibit pohon buah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFN9sj_RoI/AAAAAAAAAFo/y5wXq9CSCbU/s1600-h/1252328206.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFN9sj_RoI/AAAAAAAAAFo/y5wXq9CSCbU/s320/1252328206.jpg" width="178" /&gt;&lt;/a&gt;Menanam pohon tidak hanya berguna untuk menyerap emisi karbondioksida, tapi juga untuk menyediakan oksigen, menyejukkan suhu udara di sekitar, memanggil burung-burung untuk hinggap serta membantu penyerapan air hujan agar terhindar dari banjir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Jika kita menanam pohon buah, seperti nangka, alpukat, mangga, jambu, rambutan, durian, lengkeng, maka selain berbagai manfaat di atas, di saat panen kita pun bisa langsung menikmati buahnya. Dan...ternyata tidak sulit lho jika kita ingin membibit pohon buah-buahan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Saat makan buah-buahan, jangan lupa untuk mengumpulkan bijinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jemur biji tersebut di bawah sinar matahari selama 1 minggu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudian tanam biji tersebut di dalam polybag yang telah diisi dengan tanah, pupuk kandang, pupuk organik dan pasir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siram biji yang telah ditanam di dalam polybag, 2x sehari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan lupa letakan polybag di bawah sinar matahari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika berhasil, maka akan keluar batang dan daun dari biji tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila bibit pohon sudah setinggi 30 cm, bisa diberikan kepada keluarga, kerabat atau tetangga untuk kemudian ditanam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Setelah bibit pohon ditanam, kita tinggal menunggu beberapa saat deh untuk menikmati panen buah. Hmmm....nikmatnya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuukk....mari membibit daripada membabat pohon!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Source : http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/cara_mudah_membibit_pohon_buah &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1597199799949479140?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1597199799949479140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/cara-mudah-membibit-pohon-buah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1597199799949479140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1597199799949479140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/cara-mudah-membibit-pohon-buah.html' title='Cara mudah membibit pohon buah'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFN9sj_RoI/AAAAAAAAAFo/y5wXq9CSCbU/s72-c/1252328206.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4317093479804352647</id><published>2009-12-22T14:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T14:46:59.704-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Akan dibuang kemana sampah di rumah/kantor?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFITmP0vnI/AAAAAAAAAFg/OHzgyfnAb8E/s1600-h/1252328239.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFITmP0vnI/AAAAAAAAAFg/OHzgyfnAb8E/s320/1252328239.jpg" width="237" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu permasalahan lingkungan di kota besar adalah sampah. Selain berupaya untuk mengurangi sampah, cara yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan sampah adalah dengan melakukan pemilahan sampah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah dipilah, baik di rumah atau di kantor, maka sampah bisa diberikan ke pemulung atau ke tempat-tempat pengolahan barang bekas, yaitu:&lt;span class="before"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH KERTAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Kedai Daur Ulang Pak Salam &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Mampang Prapatan XI No. 3A. &lt;br /&gt;Telp: 021 790 0742/ 0856 1515 692.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;UD Budi Darma&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kantor PUSAT&lt;/b&gt;,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-Jl. DI.Panjaitan no.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cipinang Besar Selatan RT12/06, Kebon Nanas, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Telp: (021)8192482 - 8563901 Fax: (021)8576732&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Kantor CABANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Jl Jatinegara Timur 1 no.6 rt 10/ rw 02, Jakarta Timur.&lt;br /&gt;Telp: (021) 8516965&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Jl Kramat Raya no.33 rt 007/ rw 02, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Telp: (021) 3906610&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Jl. Palmerah Barat no. 141, rt 001/ rw02 Gelora Tanah Abang, Jakarta Pusat (dekat pasar palmerah).&lt;br /&gt;Telp: (021) 53676672&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Komp. Bendungan no.0 rt 2/ rw 2 Cilodong, Depok (dekat Kostrad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Telp: (021) 8765419&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;SAMPAH PLASTIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Depo Daur Ulang Yayasan Budha Tzu Chi&lt;/strong&gt; (berbagai macam plastik)&lt;br /&gt;cp: Pak Warno&lt;br /&gt;Jl. Raya Pegangsaan II, Kelapa Gading&lt;br /&gt;No. telp : 0818982834&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;SAMPAH KANTOR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Pak Uday&lt;/strong&gt; (kertas, map, elektronik, kursi, dll)&lt;br /&gt;Jl. Karet Pasar Baru Barat IV no.1, Bendungan Hilir.&lt;br /&gt;(Belakang Apartemen Menara Batavia)&lt;br /&gt;Telp: 021-9820 3896/ 0815 987 4654/ 0813 1436 4790&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH STYROFOAM, PLASTIK DAN KAIN PERCA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Pak Surani &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Dipar Cakung RT 12/RW 08&lt;br /&gt;Kampung Baru, Kelurahan Cakung Barat&lt;br /&gt;Telp: 021 46821978/ 70117784/ 33999087&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;MINYAK JELANTAH &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;- Jelantah Project&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri - IPB, cp: F. Ariawiyana - Telp. 0856 977 388 08&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;-     Hasim Hanafie&lt;/strong&gt; - HP: 0816112 6264&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH KERING&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;(kertas, plastik, kaca, besi, dll)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;- Perkumpulan Hijau &lt;/strong&gt;(sampah diambil setiap hari Jum'at dan Sabtu)&lt;br /&gt;cp: Gamulya&lt;br /&gt;Telp: 0815 801 9813&lt;br /&gt;Imel: kodokyanghijau@gmail.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;- KDM Green Project &lt;/strong&gt;(sampah diambil tiap minggu)&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;cp: Peanth D. Laentu/ Rudi Siagian&lt;br /&gt;Kampung Raden RT 01/05, Kel. Jatiranggon, Jatisampurna, Bekasi, 17432&lt;br /&gt;Telp: 0818 0830 9366/ 0815 1937 6490/ 0812 1050 3804&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH BATERAI &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.wikimu.com/" target="_blank"&gt;- Wikimu.com/PT. Intimedia&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Pakubuwono 6 No. 99&lt;br /&gt;Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;cp: Bayu (0817 128 615)&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;-&lt;a href="http://greenlifestyle.or.id/tips/" target="_blank"&gt;Komunitas GreenLifestyle&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;cp: Marc (0815 1418 6414)&lt;br /&gt;Melly (0815 950 6400)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;BANDUNG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH KEMASAN TETRAPAK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;- Yayasan Kontak Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl.KH.A.Dahlan No.67 Bandung&lt;br /&gt;Telp: 022 7230735&lt;br /&gt;imel: contact_foundation@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://tobucil.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;-Tobucil&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jl. Aceh no. 56, Bandung, Telp: 022-426 1548&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH BATERAI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;-&lt;a href="http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tobucil.blogspot.com" target="_blank"&gt;Tobucil&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Aceh no. 56, Bandung, Telp: 022-426 1548&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH PLASTIK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;- H. Aceng, Jl. Cigondewah Kaler.(Telp 022 - 641 598)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Rahmat, Jl. Cigondewah Rahayu no. 48. (Telp 022 - 5407277)&lt;br /&gt;- Eddy, Jl. Cigondewah Rahayu. (Telp. 022- 542 3191)&lt;br /&gt;- Udun, Jl. Cigondewah Kaler no. 20&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH BOTOL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Didi Sopandi, Jl. Cibolerang no. 151. (Telp. 022- 540 9030)&lt;br /&gt;- Tatang, Jl. Cikaso Timur no. 13. (Telp. 022-721 3510)&lt;br /&gt;- Usep, Jl. Inhoftank (depan no.24) RT. 07/06&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH BESI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Heri Mulyadi, Jl.Cijerah I no.1&lt;br /&gt;- H. Suhanda, Jl. Cijerah no. 258&lt;br /&gt;- Apo Salim, Jl. Terusan Pasir Koja&lt;br /&gt;- Pardiman (Topika Jaya), Jl.Cisitu Lama RT 05/10 Parigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH KARDUS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Deni, Jl.Cijerah no. 33. (Telp. 022-601 986)&lt;br /&gt;- Unus, Jl. Gg. Ibi Idoh Rt 07/07/ Husein Sastranegara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH KARDUS &amp;amp; SELONGSONG BENANG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- H.Kosasih, Jl. Persatuan (Cigondewah) no. 30&lt;br /&gt;- H. Iming, Jl. Cigondewah Kaler no. 7 (Telp. 675 338)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH KERTAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Pardiman (Topika Jaya), Jl.Cisitu Lama RT 05/10 Parigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Yayasan Kontak Indonesia&lt;br /&gt;Jl.KH.A.Dahlan No.67 Bandung&lt;br /&gt;Telp: 022 7230735&lt;br /&gt;imel: contact_foundation@yahoo.co.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;SAMPAH KARDUS, BESI TUS, PLASTIK &amp;amp; BOTOL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Abdul Majid, Jl. Cipadung, Cibiru&lt;br /&gt;- Endang Riswan, Sukalilah, Ds. Pasirjati, Ujung Berung&lt;br /&gt;- Amin Suryamin, Jl. Sukarno Hatta, Lio Selatan, Cipadung&lt;br /&gt;- Atang, Jl. Pangaritan, Cipadung Wetan - Cibiru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Emen, Jl. Situ Indah, Cigending - Ujung Berung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Amin, Jl. Pangaritan, Cipadung Kulon, Cibiru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;SEMARANG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SAMPAH KERTAS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- UD Budi Darma&lt;br /&gt;Jl. Raya Semarang Solo Bawen Merak Pati, Semarang, Jawa-Tengah (dekat pabrik Apak Inti).&lt;br /&gt;Telp: (0298) 7101269&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;BALI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;BERBAGAI SAMPAH KERING&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;seperti kertas, kardus, plastik, kaca, kain, dll&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;bisa diberikan ke:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;1. Depo Cemara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Tukad Nyali no. 1, Sanur&lt;br /&gt;Telp: 0361 - 8511 745&lt;br /&gt;(tidak memberikan pelayanan pengambilan sampah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;2. Depo Palasari&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Batur Sari, Gg. Jamrud, Sanur Kauh&lt;br /&gt;Telp. 0361 - 842 7060&lt;br /&gt;(tidak memberikan pelayanan pengambilan sampah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;a href="http://www.jimbaranlestari.com/" target="_blank"&gt;Yayasan Jimbaran Lestari&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Celagi Basur No 1, Jimbaran, Badung&lt;br /&gt;Telp 0361 - 702620&lt;br /&gt;(melayani pengambilan sampah untuk wilayah sekitar Nusa Dua, Jimbaran, Kuta, Seminyak, Sanur dan Denpasar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;a href="http://www.wisnu.or.id/" target="_blank"&gt;Yayasan Wisnu&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Pengubengan Kauh 94, Kerobokan, Kuta&lt;br /&gt;Telp: 0361 - 735 321/20&lt;br /&gt;(melayani pengambilan sampah untuk wilayah sekitar Denpasar, Sanur dan Kuta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;5. &lt;a href="http://www.eco-bali.com/" target="_blank"&gt;Eco Bali Recycling&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jl. Pantai Berawa 34 A- Canggu&lt;br /&gt;Telp. 0361 - 7907 314/844 6602&lt;br /&gt;(melayani pengambilan sampah untuk wilayah sekitar Benoa, Nusa Dua, Jimbaran, Kuta, Sanur, Denpasar, Canggu, dan Ubud)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Source : http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/akan_dibuang_kemana_sampah_di_rumahkantor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4317093479804352647?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4317093479804352647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/akan-dibuang-kemana-sampah-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4317093479804352647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4317093479804352647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/akan-dibuang-kemana-sampah-di.html' title='Akan dibuang kemana sampah di rumah/kantor?'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFITmP0vnI/AAAAAAAAAFg/OHzgyfnAb8E/s72-c/1252328239.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-7680589192978862383</id><published>2009-12-22T14:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T14:22:08.467-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips mengatasi limbah minyak goreng bekas</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFFWpu4PKI/AAAAAAAAAFY/O016Wa31Dy0/s1600-h/1252328285.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFFWpu4PKI/AAAAAAAAAFY/O016Wa31Dy0/s320/1252328285.jpg" width="199" /&gt;&lt;/a&gt;Minyak goreng merupakan salah satu sembako yang kita gunakan setiap hari. Namun minyak goreng bukanlah produk yang habis saat digunakan. Akibatnya, semakin banyak minyak goreng yang digunakan, maka semakin banyak limbah minyak goreng yang dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Apalagi minyak goreng yang kita gunakan sebagian besar berasal dari berbagai kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit sendiri sebagian besar berasal dari lahan hutan alam yang kemudian diubah fungsinya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pertanyaan yang timbul kemudian adalah bagaimana cara mengurangi, membuang dan mengatasi limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berikut adalah tips-tips yang dapat kita terapkan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Kurangi penggunaan minyak goreng: Dari sisi kesehatan, terlalu banyak dan sering mengkonsumsi makanan yang digoreng tidaklah bagus. Nah, walaupun tampaknya sulit, jika kita mau, kita dapat mengurangi mengkonsumsi makanan yang digoreng. Dengan begitu, selain tubuh kita lebih sehat, kita juga dapat mengurangi jumlah timbulan limbah minyak goreng.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan alat masak yang hemat minyak goreng: Kamu penggemar gorengan? Hmm, jika memang tidak dapat menghindari penggunaan minyak goreng ketika memasak makanan favorit, maka gunakanlah alat masak (misal, penggorengan) yang hemat minyak atau malah justru yang tidak perlu minyak sama sekali untuk menggoreng. Teknologi sudah canggih, ayo cari gadget untuk masak.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan membuang minyak goreng bekas sembarangan: Hindari membuang minyak goreng ke saluran dan/atau badan air karena selain minyak goreng tersebut lama-kelamaan dapat membeku dan menyumbat saluran, limbah tersebut juga dapat mencemari air sehingga mengganggu ekosistem air yang ada. Ngga mau dong punya predikat ‘pencemar lingkungan'?&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah minyak goreng bekas dapat didaur ulang? Yang paling baru, limbah minyak goreng juga dapat dijadikan bahan campuran untuk membuat bahan bakar biodiesel. Berita bagus bukan? Karena selain tidak ada lagi limbah minyak goreng (&lt;i&gt;zero waste&lt;/i&gt;), hasil daur ulangnya dapat digunakan sebagai solusi ketergantungan kita terhadap penggunaan minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nah, daripada kita buang sembarangan sehingga mencemari lingkungan, mulai sekarang kumpulkanlah minyak goreng bekas di rumah. Jika sudah banyak, kita dapat menjualnya pada pihak berwenang di kota setempat yang menerima minyak goreng bekas untuk diolah menjadi bahan bakar biodiesel. Bagi yang berdomisili di Kota Bogor, bisa kontak ke: &lt;b&gt;Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri - IPB&lt;/b&gt; cp: F. Ariawiyana (0856 977 388 08)&lt;b&gt; / Hasim Hanafie - HP: 0816112 6264&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oya, jangan lupa untuk selalu menanyakan ijin usahanya ya, apakah sudah mendapat sertifikasi&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari Kementrian Lingkungan Hidup atau belum. Ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan limbah minyak goreng yang kita jual.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bagi yang tinggal di kota lain, ayo &lt;a href="mailto:greenlifestyle@gmail.com"&gt;kirim kami info tempat pengumpulan minyak goreng bekasnya ke sini&lt;/a&gt;, agar Greenlifestyle bisa bantu menyebarluaskan ke rekan-rekan se-kotanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;Source : http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_mengatasi_limbah_minyak_goreng_bekas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-7680589192978862383?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/7680589192978862383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-mengatasi-limbah-minyak-goreng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7680589192978862383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/7680589192978862383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-mengatasi-limbah-minyak-goreng.html' title='Tips mengatasi limbah minyak goreng bekas'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFFWpu4PKI/AAAAAAAAAFY/O016Wa31Dy0/s72-c/1252328285.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-4835837384153246552</id><published>2009-12-22T14:07:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T14:07:19.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips berhenti merokok</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Seperti yang kita ketahui, asap rokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok, tapi juga mereka yang terpaksa menghirup asap rokok, termasuk anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFCXdnoIbI/AAAAAAAAAFQ/ywabQKhyGYA/s1600-h/1252328094.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFCXdnoIbI/AAAAAAAAAFQ/ywabQKhyGYA/s320/1252328094.jpg" width="204" /&gt;&lt;/a&gt;Walau sudah menyadari akan dampak buruk rokok, namun tidak sedikit perokok yang merasa susah menghentikan kebiasaan merokoknya, sekalipun ketika niat berhenti sudah dicanangkan. Berikut sejumlah tips yang mungkin bisa dicoba untuk mulai menghentikan asupan nikotin dan sejumlah racun lainnya ke dalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;1. Berhenti tanpa beban&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Punya niat untuk berhenti merokok sudah merupakan langkah besar yang sangat berarti. Mulailah bersiap menjalankan niat tersebut tanpa beban dan jangan terlalu ambisi. Mengapa? Karena jika kita merasa terbeban dengan niat dan ambisi kita tersebut, pikiran kita menjadi tidak tenang dan ini bisa lebih memicu keinginan untuk merokok. Kurangi merokok secara bertahap, kalau memang tidak bisa langsung berhenti total.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;2. Tenangkan hati dan pikiran&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Seperti yang telah disebutkan di atas, suasana hati dan pikiran ternyata sangat mempengaruhi keinginan untuk merokok, karena ternyata kandungan kimia yang dihisap dari rokok dapat bertindak sebagai antidepressant di dalam otak. Untuk itu, jalani hidup dengan tenang dan selesaikan segala masalah hingga tuntas, sehingga hati dan pikiran menjadi tenang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;3. Hindari orang yang sedang merokok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Salah satu hal terberat dalam proses berhenti merokok adalah ketika melihat orang di sekitar kita merokok. Bahkan melihat adegan orang sedang merokok di TV pun jadi terasa menggiurkan. Jadi, untuk sementara waktu mungkin ada baiknya kalau kita agak mengurangi intensitas nongkrong dengan teman-teman yang perokok. Agak berat memang, tapi layak dicoba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;4. Cari pengganti rokok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Merokok kadang hanya masalah kebiasaan. Lalu mengapa kita tidak coba mengganti kebiasaan itu? Kalau tadinya habis makan kita merokok, mungkin sekarang bisa diganti dengan minum kopi atau teh. Biasakan juga mengantungi permen, sebagai pengganti rokok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;5. Jangan terlalu dipaksakan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kalau memang benar-benar tidak bisa ditahan, nikmatilah rokok itu barang sebatang dan tidak lebih, karena terkadang itu lebih baik daripada pikiran kita terus terobsesi dengan rokok.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;6. Disiplin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berdisiplin dengan diri sendiri sebetulnya merupakan poin yang paling penting. Segala janji dan rencana yang kita jalankan untuk mulai berhenti merokok hanya bisa berjalan baik jika kita berdisiplin dan memenuhi janji pada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;7. Stop merokok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Untuk informasi lebih lengkap yang berkaitan dengan berhenti merokok, ada baiknya kita membuka situs web www.stopmerokok.com.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;Source :&amp;nbsp; http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_berhenti_merokok &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-4835837384153246552?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/4835837384153246552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-berhenti-merokok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4835837384153246552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/4835837384153246552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-berhenti-merokok.html' title='Tips berhenti merokok'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzFCXdnoIbI/AAAAAAAAAFQ/ywabQKhyGYA/s72-c/1252328094.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-1651788825454129430</id><published>2009-12-22T00:26:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T11:13:08.336-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tools'/><title type='text'>Cara Mendapatkan Free Backlink Yang Relevan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1YCCJDQjSI/AAAAAAAAAHo/E8V07vaNZ18/s1600-h/pageranksmall-300x216.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1YCCJDQjSI/AAAAAAAAAHo/E8V07vaNZ18/s200/pageranksmall-300x216.png" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu cara meingkatkan Pagerank adalah dengan mendapatkan backlink sebanyak-banyaknya. Namun yang perlu digaris bawahi, jika mencari backlink sebanyak-banyak adalah indikator untuk mendapatkan PR maka orang akan berbondong-bondong mencari ratusan hingga rubuan backlink tiap harinya. Gampang dong kalau gitu. Tapi google tetap hanya melihatnya dengan sebelah mata. Google lebih suka backlink yang berkualitas, backlink yang relevan dengan blog anda.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan backlink adalah salah satu ukuran blog anda berharga di mata om google dan kawan-kawan. Semakin banyak semakin bagus dengan tetap memiliki hubungan yang relevan. Sudah banyak website yang menawarkan backlink ada yang berbayar bahkan juga yang gratis. Tapi berhubung budaya kita sukanya yang gratisan alias free. Maka saya akan memberi tahu anda cara mencari free backlink, cara mendapatkan free backlink yang relevan dan berkualitas. Cukup dengan menggunakan sebuah tool SEO dari &lt;a href="http://www.webconfs.com/"&gt;webconfs&lt;/a&gt;. Penggunaannya cukup mudah, anda hanya disuruh memasukkan kata kunci blog yang relevan dengan blgo anda. Setelah submit, akan ditampilkan berbagai blog yang relevan dengan kata kunci anda. Ada beberapa kategori yang ditampilkan yaitu add link, add website, submit link, submit site, submit url, submit website, suggest link, suggest site, suggest url, favorite links, favorie sites, favorite websites, recommend links, recommend sites, recommend websites, add article, submit article, link exchange, reciprocal. Piliha sesukamu yang menurutmu sangat relevan dengan blogmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form action="http://www.webconfs.com/backlink-builder.php" method="POST" name="backlinkanalysis" onsubmit="window.open('http://www.webconfs.com/backlink-builder.php', 'popupwindow');return true" style="border: 1px solid rgb(204, 204, 204); padding: 3px; text-align: center;" target="popupwindow"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana, Arial&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://pancallok.blogspot.com/2009/07/cara-mendapatkan-free-backlink-yang.html"&gt;Cara Dapat Free Backlink&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;input name="keyword" onblur="if (this.value == &amp;quot;&amp;quot;) {this.value = &amp;quot;Masukkan Keyword Anda&amp;quot;;}" onfocus="if (this.value == &amp;quot;Masukkan Keyword Anda&amp;quot;) {this.value = &amp;quot;&amp;quot;;}" size="60" type="text" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;input name="submit" type="submit" value="submit" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/form&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga blog anda lebih optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source : http://pancallok.blogspot.com/2009/07/cara-mendapatkan-free-backlink-yang.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dibawah ini ada beberapa link untuk mengecek linkback web kita atau orang lain hanya dengan memasukan alamat url :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.iwebtool.com/backlink_checker"&gt;iWEBTOOL&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.backlinkwatch.com/"&gt;BACKLINK WATCH&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-1651788825454129430?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/1651788825454129430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/cara-mendapatkan-free-backlink-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1651788825454129430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/1651788825454129430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/cara-mendapatkan-free-backlink-yang.html' title='Cara Mendapatkan Free Backlink Yang Relevan'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1YCCJDQjSI/AAAAAAAAAHo/E8V07vaNZ18/s72-c/pageranksmall-300x216.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-19186412403958949</id><published>2009-12-21T16:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T18:32:40.474-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>Tips Menghindari Klaim Green Palsu Dari Sebuah Produk</title><content type='html'>&lt;blockquote style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzAT_1l6RYI/AAAAAAAAAFI/BWfJzo-DqsQ/s1600-h/1255311542.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="119" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzAT_1l6RYI/AAAAAAAAAFI/BWfJzo-DqsQ/s320/1255311542.jpg" width="179" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Di pasar swalayan kita ditawari 'green bag'. Saat di mal, ada agen yang aktif promosikan apartemen 'green building'. Kemudian saat di jalan tol, ada spanduk kontraktor yang juga katanya 'green'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, dijaman sekarang ini kita dikelilingi oleh berbagai iklan produk dan jasa yang diberi warna hijau. Lalu, bagaimana kita bisa mengerti mana klaim green yang sesungguhnya, dan mana yang palsu ('greenwashing')? Mari kita gali.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Nanti dulu -- memangnya apaan sih '&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greenwash" title="Info dan definisi greenwashing"&gt;greenwashing&lt;/a&gt;' itu? Apakah maksudnya mencuci pakai sabun hijau?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Eh ternyata bukan. Greenwashing sebenarnya adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberi kesan pada konsumennya bahwa mereka bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup--namun hanya pura-pura.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Misalnya apa nih? Contohnya banyak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang mendanai penanaman ribuan pohon tetapi setelah itu ditinggal sampai pohon tersebut mati. &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produk kertas, misalnya copy paper, dengan logo "green" (seolah-olah kertas ini sudah disertifikasi sebagai kertas ramah lingkungan), padahal logo sertifikasi tersebut buatan perusahaan itu sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasar swalayan yang katanya menyediakan tas belanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Tapi pada prakteknya, saat konsumen ingin membayar, kasirnya tidak pernah bertanya pada konsumen,"mau pakai plastik atau bawa tas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompleks perumahan yang dipromosikan sebagai eco atau green karena ada banyak taman/pepohonan, namun setiap rumah didesain untuk boros menggunakan listrik, tidak menyediakan sistem pengelolaan sampah RT, air hujan dari atap masuk ke selokan (bukan ke sumur resapan), tidak ada transportasi umum (akibatnya warga tetap harus pakai mobil/motor untuk berkaktivitas) dan tidak menyediakan fasilitas yang aman bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan bikin acara seperti konser, bazaar, dan festival dengan label "green", sementara dalam pelaksanaannya ada banyak sampah yang bertebaran (mis. sampah brosur, plastik dan styrofoam); sampah hanya dibersihkan oleh petugas kebersihan dan dibuang ke TPA, tidak dipilah/didaur ulang; konsumsi panitia diberikan dalam kotak styrofoam dan gelas plastik; pengunjung tidak dihimbau untuk menggunakan kendaraan umum atau sepeda; dan acara menggunakan listrik yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan yang bikin acara lingkungan, padahal produknya berbahaya bagi lingkungan atau perusahaan tersebut belum bertanggung jawab mengelola sampah dari kemasan produknya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.therenewableplanet.com/blogs/the_daily_green/archive/2009/06/26/greewashing-who-are-the-worst-offenders.aspx" title="Contoh greenwashing"&gt;Contoh greenwashing lainnya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Tips mengidentifikasikan produk atau label yang berbau greenwashing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tulisan menggunakan bahasa marketing yang gak jelas ("Go green dengan mengikuti fun bike tour kita!")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggunaan kata sains yang sebenarnya tidak ada ("Produk ini dibikin dengan zat baru ecotin atau ecoblablabla")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klaim yang tanpa pembuktian ("Dengan membeli produk ini Anda akan mengurangi emisi karbon setinggi 80%!")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Produk-produk yang jelas-jelas mengancam lingkungan atau berbahaya bagi kesehatan (mis. bensin, motor/mobil, rokok, obat nyamuk) tetapi yang dipromosikan sebagai produk ramah lingkungan atau sehat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Cara paling sederhana untuk tidak dibohongi dengan klaim greenwashing adalah dengan bertanya pada &lt;a href="http://www.google.co.id/search?q=greenwashing+product" title="Produk greenwashing"&gt;Paman Google&lt;/a&gt;. Kalau Anda merasa ada produk yang berbau greenwashing, sebaiknya produk tersebut dicek terlebih dahulu melalui internet. Ada pun beberapa website yang bisa bermanfaat:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;a href="http://sourcewatch.org/" title="Sourcewatch website"&gt;Source watch&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.greenwashingindex.com/" title="Greenwashing Index"&gt;The Greenwashing index&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://stopgreenwash.org/" title="Stop greenwash"&gt;Stop greenwash&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://sinsofgreenwashing.org/findings/greenwashing-report-2009/" title="The six sins of greenwashing "&gt;The 7 sins of Greenwashing &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tips mengurangi greenwashing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Hindari beli/gunakan produk greenwashing&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hubungi produsen yang melakukan greenwashing dan meminta mereka untuk tidak membohongi konsumen&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Informasikan teman/keluarga tentang bahaya greenwashing (emang bahayanya apa? ditulisan ini gk disebutkan) dan produk merupakan bagian greenwashing&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Membeli produk-produk dengan label yang seolah-olah "green", hanya akan membuang-buang uang Anda sambil ikut mendukung produsen tersebut untuk terus merusak lingkungan. Lagipula ini akan menunjukkan bahwa Anda termasuk konsumen yang senang ditipu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left;"&gt;Source :http://www.greenlifestyle.or.id/tips/detail/tips_menghindari_klaim_green_palsu_dari_sebuah_produk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-19186412403958949?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/19186412403958949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-menghindari-klaim-green-palsu-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/19186412403958949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/19186412403958949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/tips-menghindari-klaim-green-palsu-dari.html' title='Tips Menghindari Klaim Green Palsu Dari Sebuah Produk'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzAT_1l6RYI/AAAAAAAAAFI/BWfJzo-DqsQ/s72-c/1255311542.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5622110734652258141</id><published>2009-12-21T16:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T16:59:15.330-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Tips'/><title type='text'>1001 Cara untuk Mengatasi Pemanasan Global Dapat Dimulai dari Rumah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzAK0x3SABI/AAAAAAAAAFA/rqcWmflUfG8/s1600-h/eco-friendly.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="146" src="http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzAK0x3SABI/AAAAAAAAAFA/rqcWmflUfG8/s320/eco-friendly.jpg" width="170" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai warga Bumi untuk turut berperan serta mengatasi peristiwa Pemanasan Global (Global Warming) dan Perubahan Iklim (Climate Change) yang sedang dialami Bumi, dimulai dari hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh semua orang dari rumah tempat kita tinggal, diantaranya seperti hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Hemat Pemakaian Listrik :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Matikan peralatan listrik jika sedang tidak digunakan. Hanya menggunakan peralatan listrik ketika kita membutuhkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak menggunakan peralatan yang menggunakan listrik; jika dapat dengan mudah dilakukan dengan tangan, seperti membuka kaleng, botol dsb.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hubungkan lampu di halaman rumah dengan sebuah alat pengatur waktu (timer) atau fotocel sinar matahari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan jenis lampu fluorescent dan lampu hemat energi untuk menghemat listrik. Jenis lampu hemat energi akan memangkas 80 % boros listrik daripada lampu pijar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matikan peralatan listrik dan gunakan penerangan seminimal mungkin di malam hari ketika akan pergi tidur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matikan pemanas air sebelum Anda berangkat untuk pergi berlibur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ganti kulkas lama jika sudah boros listrik dan jangan lupa defrost kulkas anda secara teratur.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Bersihkan dan keluarkan barang/makanan yang tidak perlu dari kulkas setiap minggu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan masukkan makanan panas di dalam lemari es.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan terlalu sering dan dalam waktu lama membuka pintu lemari es, karena akan boros listrik.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Hemat Pemakaian Air :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jangan mencuci piring dengan air yang mengalir terus menerus.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jangan menggosok gigi, juga dengan kran air yang mengalir, karena air akan banyak terbuang dalam 1 menit terbuang sekitar 10 liter. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mandi menggunakan gayung yang terukur dan seperlunya, daripada pakai kran shower dengan air mengalir atau berendam pada ‘bath-tub’. Demikian pula untuk mencuci mobil, cukup gunakan ember dan gayung daripada menggunakan selang dengan air mengalir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan air dingin pada mesin cuci daripada air panas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Flush toilet seperlunya (jangan terlalu sering).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pastikan pelampung/radar pada tangki penyimpanan air bekerja dengan baik, demikian juga pada kran dan monoblock di toilet, cegah kebocoran agar tidak boros air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Cuci pakaian dengan air dingin, bukannya air panas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan air bilasan cucian pakaian terakhir untuk menyiram tanaman Anda. Gunakan air bilasan cucian beras, buah dan sayur juga untuk menyiram tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tadah air hujan dan manfaatkan untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai dsb.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Manfaatkan Sumber Energi dari Alam :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan tenaga surya untuk rumah dan pemanas air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian Anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan pencahayaan dari sinar matahari secara optimal, bukannya mengandalkan lampu listrik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buka jendela, agar angin dapat berhembus masuk untuk menyejukkan dan menyegarkan ruangan di rumah anda, daripada menggunakan penyejuk udara buatan yang boros listrik seperti AC. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika tetap menggunakan AC, jangan lupa bersihkan AC secara teratur, akan menghemat listrik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jangan lupa setel ‘timer’ pada AC agar berhenti pada saat sebelum fajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Exhaust fan juga bisa digunakan untuk membantu pertukaran udara segar di dalam ruang, jika sirkulasi angin belum maksimal.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&amp;nbsp;Jika ingin, membangun rumah tinggal jangan lupa memanfaatkan sirkulasi udara angin dan cahaya alamiah dari matahari secara optimal. Pada Negara yang sudah sangat peduli Bumi, seperti Swedia, Denmark dan juga Jepang, pemakaian listrik sudah mulai memanfaatkan tenaga kincir angin dan panel surya, mudah-mudahan di Indonesia bisa segera diterapkan juga, mengingat listrik dari PLN pun sekarang belum bisa menjangkau seluruh peloksok daerah terutama daerah terpencil. Sumber energi alam lain yang bisa dimanfaatkan adalah tenaga air (mikrohidro) dan panas bumi (geothermal). Kesemuanya ini merupakan sumber energi alam yang ramah lingkungan. &lt;br /&gt;Gunakan juga kaca berwarna hijau untuk mengurangi panas di rumah Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;REUSE (Gunakan Kembali) Dan lain-lainnya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan keramik atau gelas cangkir kopi bukan cangkir sekali pakai seperti yang terbuat dari plastic dan Styrofoam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan kembali kantong plastik dan wadah penyimpan barang lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan kertas bekas surat dan amplopnya, kalender bekas, untuk kertas corat-coret atau catatan keperluan sehari-hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan kembali kertas HVS yang baru dipakai 1 muka menjadi 2 muka atau bolak-balik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan kain serbet, sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada kertas tissue dan kertas pembersih sekali pakai lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan ‘reusable’ piring, botol minum dan alat makan yang bukan sekali pakai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan wadah yang dapat digunakan kembali untuk menyimpan makanan, bukannya aluminium foil dan bahan plastik lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Reuse kemasan dari bahan karton untuk pengiriman barang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan kembali koran lama untuk membungkus dan ‘mengepak’ barang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Berbelanja ke toko dengan tas kanvas daripada menggunakan tas kertas dan kantong plastik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Simpan gantungan kawat dan mengembalikan atau menggunakannya kembali ketika ke binatu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengecat dengan kuas dan rol yang bisa dipakai lagi daripada menggunakan cat semprot yang mengeluarkan emisi berbahaya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;REDUCE ( Berhemat ) Dan lain-lainnya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hemat penggunaan kertas dan tissue karena terbuat dari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan, sedangkan hutan dibutuhkan untuk menetralisir emisi CO2 di udara.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memelihara, merawat dan memperbaiki barang-barang yang kita miliki dan sudah digunakan daripada sering membeli baru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hanya membeli perangkat mebel. yang benar-benar digunakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Beli dan gunakan baterai ‘rechargeable’ untuk perangkat yang sering digunakan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Prioritaskan membeli produk yang berlabel ramah lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Beli dan makan sayuran organik, pasti lebih menyehatkan dan ramah lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Beli &lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2009/09/29/aku-cinta-produk-indonesia-dan-peristiwa-pemanasan-global/"&gt;produk-produk buatan lokal &lt;/a&gt;untuk mengurangi buangan emisi dari transportasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Beli makanan/minuman, sayuran/buah-buahan lokal, karena lebih murah dan lebih terjamin kesegarannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beli produk yang bisa didaur ulang atau terbuat dari bahan daur ulang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari produk dengan beberapa lapis kemasan, jika hanya satu juga cukup.Dengan kata lain jika memungkinkan beli produk dalam jumlah grosir yang lebih murah dan hemat kemasan daripada beli eceran yang lebih mahal dan butuh banyak kemasan. Contoh pembelian sabun cuci ukuran 1 kg, lebih baik dari pada ukuran sachet kecil.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari membeli produk makanan yang dikemas dalam plastik atau wadah styrofoam karena tidak dapat didaur ulang.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari atau kurangi juga pemakaian peralatan makan/minum seperti sendok/garpu dan sedotan minuman yang terbuat dari plastik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hindari ‘fast food’ karena jenis makanan ini merupakan penghasil sampah terbesar di dunia, selain itu juga kurang baik terhadap kesehatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimalkan penggunaan pestisida.Hindari penggunaan ‘racun tikus’ dari bahan kimia, jika ingin membunuh atau mengusir tikus, tapi gunakan jebakan tikus tradisional dengan umpan ikan asin misalnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berhenti menggunakan semprotan aerosol untuk mengurangi CFC yang akan mengganggu lapisan Ozon Bumi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kurangi penggunaan bahan kimia saat membersihkan semua sudut rumah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan membeli produk yang dibuat dari hewan langka.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi konsumsi daging (flexitarian) atau bila memungkinkan jadilah vegetarian. &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;RECYCLE ( Daur Ulang ) Dan lain-lainnya :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan tas daur ulang untuk menyelamatkan lingkungan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Recycle segalanya: koran, botol dan kaleng, plastik, kulit, kaca dan aluminium serta bahan anorganik lainnya. Bagi Anda yang suka berkreasi manfaatkan sampah non organik untuk didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan yang indah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kumpulkan sampah dan buang di tempat yang sesuai dengan peruntukkannya, jika memungkinkan pisahkan yang organik dan non organik. Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk pupuk kompos sedangkan yang non organik bisa diolah kembali menjadi barang yang memberikan manfaat, daripada dibuang sembarangan misalnya ke sungai, danau dan laut terutama yang terbuat dari plastik sungguh akan merusak lingkungan, karena bahan plastik yang asal mulanya dibuat dari minyak bumi ini, baru bisa terurai minimal setelah mencapai waktu 200 tahun ! Oleh karenanya, jangan buang sampah an organik secara sembarangan, karena bisa mencemari lingkungan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://infosayangibumi.blogspot.com/2009/08/sayangi-bumi-manfaatkan-barang-plastik.html"&gt;Barang plastik bekas &lt;/a&gt;seperti: ember, kemasan cat dinding, botol bekas minuman dan lainnya bisa dipakai ulang atau dikreasikan menjadi pot tanaman yang indah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika tidak mau menggunakannya kembali, segera sumbangkan atau berikan kepada orang lain atau organisasi yang mau menampung dan mengolah sampah anorganik ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demikian pula pakaian bekas layak pakai dan peralatan rumah tangga yang sudah tidak digunakan atau didaur ulang sebaiknya disumbangkan kepada yang mau menerima dan memanfaatkannya lagi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan biasakan membuang-buang makanan walau sedikit pun karena sisa-sisa makanan dapat mengeluarkan gas metana di tempat terbuka seperti TPA sampah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kompos sisa sayuran, kulit buah dsb. dari dapur Anda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mulai olah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kompos daun kering dan sampah, atau bawa ke sebuah tempat pendaur ulang sampah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Hijaukan Lingkungan ( Go Green ) Dan yang lainnya:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://umum.kompasiana.com/2009/06/05/sayangi-bumi-ayo-tanam-pohon-hari-ini"&gt;Ayo mulai tanam&lt;/a&gt;&lt;a href="http://umum.kompasiana.com/2009/06/05/sayangi-bumi-ayo-tanam-pohon-hari-ini"&gt; pohon &lt;/a&gt;di halaman rumah (Go Green). Pohon-pohon yang kita tanam di halaman rumah sekecil apa pun halamannya, sudah pasti akan berperan untuk menetralisir CO2 di udara sekaligus menyegarkan dan menyehatkan kita. Jadi jangan ragu untuk mulai menanam pohon dan terus tambah koleksi tanaman di halaman rumah. Mau tanaman hias, bunga, buah atau apotik hidup, sayuran dan bumbu dapur tidak masalah. Dan jika sebagian besar warga bumi melakukannya, akan memberikan manfaat yang sangat signifikan untuk mereduksi CO2 di udara dan pada akhirnya pemanasan global pun dapat diredam. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan pupuk organik untuk menyuburkan tanaman, atau pupuk kompos yang bisa kita buat sendiri, lebih hemat dan ramah lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Informasikan Bahaya Pemanasan Global, Dan yang lainnya: &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beritahu kepada sebanyak mungkin orang sebagai warga Bumi, akan bahaya Pemanasan Global.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajarkan anak dan cucu untuk menghormati serta turut menjaga alam dan lingkungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luangkan waktu Anda untuk memberi informasi atau terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu menyayangi Bumi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Berikan sumbangan uang, tenaga dan pikiran serta barang-barang yang dapat didaur ulang pada yayasan atau organisasi sosial yang menangani proyek-proyek konservasi alam lingkungan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Efisiensi Penggunaan Kendaraan Bermotor :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Biasakan berjalan atau bersepeda, yang tentunya lebih menyehatkan dan ramah lingkungan, misalnya untuk tujuan dekat seperti berbelanja ke supermarket di sekitar rumah. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk jarak yang lebih jauh, jika memungkinkan gunakan angkutan umum massal, seperti busway dan kereta api.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Naik kendaraan pribadi bersama-sama secara bergantian misalnya dengan teman atau saudara yang kebetulan searah atau setujuan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika harus naik kendaraan bermotor pribadi, untuk bepergian :&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan mobil yang sesuai dengan kebutuhan keluarga atau lebih besar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gunakan energi hijau terbarukan seperti biofuel, antara lain biodiesel dan bioetanol (nama dagang Pertamina : biosolar, biopremium dan biopertamax). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Matikan mesin motor/mobil saat pengisian bahan bakar. Jangan mengemudi di atas ambang batas kecepatan yang dianjurkan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jangan membawa barang-barang yang tidak perlu dalam bagasi mobil. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Periksakan mobil secara teratur untuk memastikan dalam kondisi baik. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Periksa tekanan angin pada ban mobil secara teratur berkala. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Periksa minyak/oli mesin, rem, kopling, gardan dsb. Cek kemungkinan kebocoran atau kerusakan lainnya, dan jangan lupa mendaur ulang minyak/oli motor/mobil anda. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rawat mobil dengan menyetel ulang mesin (tuned up) dan mengganti oli mesin secara berkala, agar kondisi mesin tetap prima saat akan digunakan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gunakan ban radial untuk meningkatkan kemampuan jalan kendaraan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jaga kondisi roda ban agar seimbang tidak bergetar dengan melakukan ‘spooring &amp;amp; balancing’ sehingga mobil nyaman dikendarai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika harus mengemudi mobil untuk jarak yang sangat jauh, jangan lupa beristirahat misalnya pada ‘rest area’ di jalan tol untuk menjaga stamina pengemudi mau pun kondisi mesin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Beli motor/mobil baru atau pun bekas yang lebih efisien bahan bakar dan menghasilkan emisi buangan yang lebih rendah agar tidak terlalu banyak menyumbang CO2 ke udara. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Jika memungkinkan beli dan gunakan mobil ramah lingkungan, misalnya yang menggunakan teknologi panel tenaga sinar matahari dan hibrida. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Semoga informasi ini bisa bermanfaat, dan kita juga ikut menjadi sebagai bagian dari solusi, serta ikut berpartisipasi aktif dalam menghadapi Peristiwa Pemanasan Global yang terjadi saat ini. Semoga semua langkah-langkah kecil tersebut di atas jika sebagian besar warga Bumi melakukannya ditambah kebijakan pro lingkungan dari para pemimpin dunia untuk menekan emisi global, khususnya pada Pertemuan Perubahan Iklim di Kopenhagen, dapat memberikan hasil positif demi terciptanya Bumi yang lebih baik agar dapat diwariskan dan dinikmati oleh generasi penerus, yaitu anak cucu kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Source :  http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/02/1001-cara-untuk-mengatasi-pemanasan-global-dapat-dimulai-dari-rumah/ (telah melewati hasil editing)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-5622110734652258141?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/5622110734652258141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/1001-cara-untuk-mengatasi-pemanasan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5622110734652258141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/5622110734652258141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/1001-cara-untuk-mengatasi-pemanasan.html' title='1001 Cara untuk Mengatasi Pemanasan Global Dapat Dimulai dari Rumah'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SzAK0x3SABI/AAAAAAAAAFA/rqcWmflUfG8/s72-c/eco-friendly.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2594093855540008298</id><published>2009-12-20T15:22:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:52:59.337-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PBB'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='International'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greenpeace'/><title type='text'>Copenhagen a cop-out</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/Sy6wyBkefPI/AAAAAAAAAE4/6JZ5SuHVIPE/s1600-h/climate_shame.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img height="185" src="http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/Sy6wyBkefPI/AAAAAAAAAE4/6JZ5SuHVIPE/s320/climate_shame.jpg" width="276" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kopenhagen, Denmark — Dua tahun berlalu sejak para pemimpin dunia berjanji untuk menghentikan perubahan iklim. Setelah dua minggu negosiasi PBB, para politisi bersantai, makan malam bersama ratu selama tiga jam, berfoto dan kemudian menghasilkan sebuah hal yang hanya bisa dijelaskan sebagai brosur turir untuk para pemimpin dunia dibanding sebuah kesepakatan iklim. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Jangan percaya hingar bingar, karena tidak ada perjanjian yang adil, ambisius dan mengikat. Pekerjaan para pemimpin dunia tidak selesai. Hari ini mereka secara memalukan gagal menyelamatkan kita dari dampak buruk perubahan iklim.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Kota Kopenhagen adalah tempat kejadian perkara kriminal malam ini, dengan para pria dan wanita pelakunya terburu-buru ke airport dalam rasa malu. Para pemimpin dunia mempunyai kesempatan sekali seumur generasi untuk mengubah dunia menjadi lebih baik, untuk menghindari bencana iklim. Yang kita butuhkan adalah perjanjian mengikat legal yang adil untuk negara berkembang dan ambisius dalam hal pengurangan emisi dan menghentikan deforestasi. Pada akhirnya mereka membuat kesepakatan lemah penuh dengan lubang yang cukup besar untuk dimasuki pesawat Air Force One. Kita telah melihat tahun dalam krisis, tetapi hari ini jelas krisis terbesar yang sedang dialami umat manusia adalah krisis kepemimpinan. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapa yang Harus Disalahkan?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Selama setahun, beberapa negara berkembang memperlihatkan kegiatan yang menambah beban iklim. Tetapi pada akhirnya negara-negara maju yang menyebabkan kegagalan ini, negara-negara yang secara historis justru paling bertanggung jawab terhadap perubahan iklim. Terutama, Amerika Serikat yang gagal memperlihatkan kepemimpinan dan malah membuat perundingan gagal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan mengatakan bahwa kita hanya punya beberapa tahun tersisa untuk menghentikan naiknya emisi sebelum memastikan pengurangan cepat yang dapat memberi kita kesempatan lebih baik untuk menghindari bencana perubahan iklim. Kita tidak bisa mengubah ilmu pengetahuan, jadi kita harus mengubah politik, termasuk mengubah para politisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Lima belas juta orang telah mendesak para pemimpin dunia bertanggung jawab dan berbuat sesuatu yang baik untuk menghasilkan kesepakatan hebat demi menyelamatkan iklim. Para pemimpin dunia itu jelas-jelas mendengar pesan kita jika dilihat dari pidato-pidato mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Belum Berakhir &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ini belum selesai, masyarakat di mana pun menuntut kesepakatan bagus sebelum perundingan ini berlangsung dan masih menuntut itu hingga saat ini. Kita masih bisa menyelamatkan nyawa ratusan juta orang dari bencana akibat memanasnya bumi, tetapi memang akan menjadi jauh lebih sulit.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Direktur Eksekutif kita dan Pemimpin Koalisi tcktcktck, Kumi Naidoo mengatakan “Masyarakat sipil yang diusir dari hari terakhir pertemuan iklim, sekarang perlu untuk menggandakan upayanya. Setiap hari setiap kita harus mendesak para pemimpin. Kita harus melakukan perjuangan mencegah bencana iklim dalam setiap level politik, lokal, regional, nasional dan internasional. Kita juga perlu membawa masalah itu ke dalam ruang rapat dan jalan-jalan. Kita bisa bekerja untuk perubahan fundamental di masyarakat atau menderita dampak dari perubahan iklim itu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Source : http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/copenhagen-a-cop-out &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2594093855540008298?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2594093855540008298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/copenhagen-cop-out.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2594093855540008298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2594093855540008298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/copenhagen-cop-out.html' title='Copenhagen a cop-out'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/Sy6wyBkefPI/AAAAAAAAAE4/6JZ5SuHVIPE/s72-c/climate_shame.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-8616209497919964921</id><published>2009-12-18T13:15:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:53:31.871-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='International'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greenpeace'/><title type='text'>Greenpeace Luncurkan Lagi Bukti Lain Kejahatan Hutan Sinar Mas Grup, Perusahaan Selandia Baru Hentikan Kontrak</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/raw/image_big_teaser/seasia/id/photosvideos/photos/app-report-china.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: arial;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.greenpeace.org/raw/image_big_teaser/seasia/id/photosvideos/photos/app-report-china.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 120px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 180px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;Aktivis Greenpeace dan seorang aktivis dengan berbusana orangutan mendatangi kantor APP &lt;/span&gt;&lt;st1:place face="arial" st="on" style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;di   Beijing&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt; untuk menyerahkan laopran yang bertajuk “APP: 30 Tahun Merusak Hutan”. Laporan ini menunjukkan bahwa kertas itu mengandung serat yang berasal dari hutan alam tropis di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on" style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on" style="font-family: arial; font-style: italic;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;st1:place st="on" style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; — Greenpeace hari ini meluncurkan bukti baru kejahatan hutan dan iklim oleh Sinar Mas Grup dan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak. Laporan Greenpeace terbaru menunjukkan bahwa Asia Pulp &amp;amp; Paper (APP), milik Sinar Mas, bertanggung jawab terhadap perusakan hutan besar-besaran di Indonesia 30 tahun terakhir. Laporan berjudul &lt;/span&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;“APP: 30 Tahun Merusak Hutan”&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; diluncurkan di &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on" style="font-weight: bold;"&gt;Beijing&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kemarin, juga menyediakan hasil tes terhadap produk kertas APP di China, yang menunjukkan bahwa kertas itu mengandung serat yang berasal dari hutan alam tropis di &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region st="on" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Oktober 2009, Greenpeace &lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt; menunjuk Intergrated Paper Services Inc (IPS) untuk melakukan tes laboratorium guna menganalisa serat pada &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tipe sampel kertas. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; jenis kertas itu mengandung pulp tropis campuran yang berasal dari hutan alam. Greenpeace memperkirakan bahwa proses produksi setiap ton pulp APP (&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;) pada 2007 menghasilkan emisi hingga 5,1 ton CO2 akibat perusakan hutan alam dan memperkirakan 29 ton CO2 berasal dari perusakan hutan di lahan gambut yang kaya karbon. Pada 2007, tujuh perusahaan APP (&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;) mengimpor 309.000 ton pulp dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; untuk memproduksi 4,39 juta ton produk kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Greenpeace mengenai harga yang harus dibayar akibat operasi bisnis APP China, dalam hubungannya dengan perusakan hutan dan dampak iklim, memperkuat reputasi Sinar Mas Grup sebagai penjahat hutan dan iklim. Pekan lalu Greenpeace meluncurkan laporan “Kegiatan Perusakan Hutan Ilegal dan RSPO Greenwash” (1) yang menunjukkan bagaimana operasi perusahaan ini di Kalimantan melangar hukum dan juga melanggar beberapa prinsip Perkumpulan Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dimana Sinar Mas menjadi anggotanya (2). dengan cara membabat hutan dan mengeringkan serta mengkonversi lahan gambut dalam tanpa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang menyeluruh serta izin yang benar. Sinar Mas adalah produsen terbesar minyak kelapa sawit, menyuplai perusahaan multinasional seperti Nestle, Kraft dan Procter&amp;amp;Gamble.  Sinar Mas juga telah dikenal dalam keterlibatannya membabat hutan ilegal melalui perusahaan subsider mereka Asia Pulp and Paper (APP). Sebagai hasil dari laporan ini, Unilever –pembeli terbesar minyak kelapa sawit di dunia- telah menghentikan segala pembelian minyak kelapa sawit dari Sinar Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia bisnis dan masyarakat telah melakukan sesuatu berdasarkan hati nurani mereka menentang perusahaan-perusahaan semacam Sinar Mas, tetapi pemerintah masih tidak melakukan apa-apa meski mereka jelas-jelas melanggar hukum dan tidak memperdulikan komitmen Presiden SBY untuk menurunkan emisi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. SBY harus segera memerintahkan peninjauan segera semua izin penebangan Sinar Mas dan melakukan investigasi atas kegiatan perusakan hutan ilegal mereka,” ujar Joko Arif, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Perusahaan multinasional ini melakukan sesuatu karena tidak mau lagi terlibat dalam perusakan hutan dan perubahan iklim. Ini mengirimkan pesan jelas kepada pemerintah &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; bahwa perusahaan dan masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ingin melihat aksi segera untuk menyelamatkan hutan kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah satu negara dengan tingkat deforestasi tercepat di dunia. Kerusakan hutan lahan gambut di negara ini saja tercatat sebagai 4% penyumbang emisi gas rumah kaca dunia (2), menjadikan &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; sebagai negara terbesar ketiga penyumbang emisi global setelah Amerika Serikat dan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;China&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, &lt;b&gt;perusahaan Selandia Baru Spicers Papers&lt;/b&gt; juga mengeluarkan siaran pers yang mengatakan bahwa akan menghentikan pembelian dalam beberapa bulan ke depan sebagai upaya perusahaan ini untuk membantu suplier &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menunaikan kewajibannya memperbaiki performa lingkungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Greenpeace terhadap kegiatan ilegal Sinar Mas ini diluncurkan saat pertemuan iklim penting PBB di Kopenhagen dimana perlindungan hutan untuk menurunkan emisi global didiskusikan. Greenpeace merekomendasikan terbentuknya dana global untuk menghentikan deforestasi di negara seperti &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; dan Brasil, dimana negara maju harus menginvestasikan dana 45 miliar &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;$ pertahun untuk perlindungan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: left;"&gt;Source : http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/sinarmas-bukti-kejahatan-hutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-8616209497919964921?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/8616209497919964921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/aktivis-greenpeace-dan-seorang-aktivis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8616209497919964921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/8616209497919964921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/aktivis-greenpeace-dan-seorang-aktivis.html' title='Greenpeace Luncurkan Lagi Bukti Lain Kejahatan Hutan Sinar Mas Grup, Perusahaan Selandia Baru Hentikan Kontrak'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-2032995801559315767</id><published>2009-12-18T06:42:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T14:05:15.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greenpeace'/><title type='text'>Unilever Hentikan Kontrak dengan Sinar Mas Akibat Kegiatan Ilegal Greenpeace Mendesak Menhut Melakukan Langkah Nyata</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.greenpeace.org/raw/image_big_teaser/seasia/id/photosvideos/photos/aktivis-greenpeace-termasuk-d-8.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.greenpeace.org/raw/image_big_teaser/seasia/id/photosvideos/photos/aktivis-greenpeace-termasuk-d-8.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Aktivis Greenpeace, termasuk dua orang berkostum Orangutan, hari ini membentangkan banner bertuliskan "Pak Zulkifli Hasan - Hentikan Penjahat Hutan" di depan pintu masuk Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta. Greenpeace menyerahkan hasil laporan investigatif kegiatan pembabatan hutan ilegal SInar Mas untuk mendesak Menteri menghentikan semua izin Sinar Mas. Aksi Greenpeace ini berlangsung sesaat setelah Unilever, pembeli terbesar minyak kelapa sawit di dunia, menghentikan semua pembelian minyak kelapa sawit dari Sinar Mas.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Jakarta, Indonesia — Aktivis Greenpeace hari ini menyerahkan bukti kegiatan ilegal pembabatan hutan oleh Sinar Mas kepada Menteri Kehutanan. Para aktivis Greenpeace, termasuk dua orang utan, membentangkan banner bertuliskan “Pak Zulkifli Hasan – Hentikan Penjahat Hutan” di pintu masuk kantor Departemen Kehutanan untuk mendesak Menteri Zulkifli segera menghentikan semua izin pembabatan hutan Sinar Mas. Aksi Greenpeace ini berlangsung sesaat setelah Unilever – pembeli terbesar minyak kelapa sawit di dunia – mengumumkan penghentian semua pembelian minyak kelapa sawit dari Sinar Mas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Langkah Unilever ini terjadi sehari setelah Greenpeace meluncurkan laporan "Kegiatan Pembabatan Hutan Ilegal dan Greenwash RSPO (1). Laporan ini membeberkan bagaimana perusahaan-perusahaan milik Sinar Mas terlibat dalam pembabatan hutan alam besar-besaran di Indonesia, juga perusakan lahan gambut dalam dan kegiatan ilegal lainnya. Bulan November lalu, perusahaan raksasa asal Finlandia, UPM, juga menghentikan kontrak senilai 30 juta Euro dengan perusahaan pulp and paper raksasa Indonesia, Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL) sehari setelah Greenpeace melakukan aksi menghentikan perusakan hutan yang terjadi di hutan gambut Riau oleh APRIL. Menteri Kehutanan kemudian menghentikan sementara izin APRIL sambil menunggu hasil investigasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perusahaan-perusahaan multinasional itu melakukan tindakan karena mereka tidak mau lagi terhubung dengan perusakan hutan dan perubahan iklim, dan kita berharap perusahaan lain akan mengikuti langkah itu," ujar Joko Arif, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara. "Ini mengirim pesan jelas kepada pemerintah Indonesia bahwa masyarakat dan juga dunia industri ingin segera melihat langkah nyata dalam penyelamatan hutan kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greenpeace menyerukan Menteri Zulkifli untuk melakukan aksi nyata terhadap Sinar Mas seperti yang dia lakukan terhadap APRIL dan menghentikan izin mereka. Lebih jauh lagi dia harus menghormati komitmen Presiden Indonesia yang dilontarkan di forum Internasional, akan menurunkan emisi Indonesia hingga 41% dengan bantuan internasional, dengan mendeklarasikan moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan dan perusakan lahan gambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah satu negara dengan tingkat deforestasi tercepat di dunia. Kerusakan hutan lahan gambut di negara ini saja tercatat sebagai 4% penyumbang emisi gas rumah kaca dunia (3), menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga penyumbang emisi global setelah Amerika Serikat dan China (5). Sinar Mas adalah produsen terbesar minyak kelapa sawit, terlibat dalam kegiatan perusakan hutan di Riau, Kalimantan dan Papua. Mereka menyuplai perusahaan multinasional seperti Nestle, Kraft dan Procter&amp;amp;Gamble. (4) Sinar Mas juga telah dikenal dalam keterlibatannya membabat hutan ilegal melalui anak perusahaan mereka Asia Pulp and Paper (APP). (5) Greenpeace memperkirakan emisi karbon yang dihasilkan seluruh perusahaan Grup ini di Provinsi Riau saja sudah menghasilkan 113,5 juta ton CO2 per tahun (6).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Source : http://www.greenpeace.org/seasia/id/news/unilever-hentikan-kontrak-deng &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2860260475202415618-2032995801559315767?l=gondrezt.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gondrezt.blogspot.com/feeds/2032995801559315767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/unilever-hentikan-kontrak-dengan-sinar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2032995801559315767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2860260475202415618/posts/default/2032995801559315767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gondrezt.blogspot.com/2009/12/unilever-hentikan-kontrak-dengan-sinar.html' title='Unilever Hentikan Kontrak dengan Sinar Mas Akibat Kegiatan Ilegal Greenpeace Mendesak Menhut Melakukan Langkah Nyata'/><author><name>Gondrezt</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08898237786973512464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://3.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/SpTTyytxPHI/AAAAAAAAADM/cBLIXtK7HZE/S220/I+love+my+earth+copy.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2860260475202415618.post-5163497933236354224</id><published>2009-12-15T01:48:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T00:56:55.559-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Love Nature'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Illegal Logging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Selatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PSDA'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KPK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalimantan Timur'/><title type='text'>Inpres Tim Penyelamatan Hutan Akan Diterbitkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1YF6vXjTGI/AAAAAAAAAHw/UkiIGGJ8iyk/s1600-h/ilegal-loggings.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://2.bp.blogspot.com/_Vx2oW1NyXgE/S1YF6vXjTGI/AAAAAAAAAHw/UkiIGGJ8iyk/s200/ilegal-loggings.gif" width="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jakarta - Departemen Kehutanan (Dephut) berencana menerbitkan inpres pada 2010 untuk menjadi landasan bagi kerja Tim Penyelamatan Hutan dalam kerangka pemberantasan illegal logging dan penyelundupan satwa liar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam inpres tersebut, Dephut akan bekerja sama dengan instansi terkait lainnya dalam melakukan operasi bersama, termasuk dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Demikian dikatakan Dirjen Perlindungan dan Konservasi Alam Dephut Darori, akhir pekan lalu. Darori menjelaskan, inpres ini akan berfungsi seperti pemberantasan illegal logging yang sudah bekerja sejak beberapa tahun lalu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Tim bekerja tidak hanya fokus pada illegal logging, tetapi juga pada perambahan kawasan, perusakan hutan dan satwa liar yang dilindungi. Tim Penyelamatan Hutan, lanjutnya, akan melibatkan KPK untuk memaksimalkan upaya pemberantasan kayu, perambahan kawasan, dan satwa ilegal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ia mencontohkan Tim Penyelamatan Hutan sudah turun ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Selain bekerja dengan tim, kata Darori, Menteri Kehutan-an (Menhut) juga berencana mengajak elemen dan organisasi kemasyarakatan untuk terlibat dalam penyelamatan hutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;“Ini penting karena kita dihadapkan pada tantangan yang berat akibat 58 jenis tumbuhan dan beberapa satwa sudah punah karena deforestasi, degradasi, dan illegal logging. Karena itu, upaya penyelamatan hutan perlu sinergi antarinstansi dan kesadara
