Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Pembakaran Hutan di Maluku Tengah Kian Meluas

Liputan6.com, Maluku: Pembakaran hutan di Maluku Tengah kian meluas. Selain membuka lahan perkebunan, warga merusak puluhan hektare hutan untuk mengumpulkan potongan kayu sebagai pengganti bahan bakar. Akibatnya lahan yang semula subur dan hijau kini menjadi tandus dan gundul.

Data Dinas Kehutanan Provinsi Maluku menunjukkan kerusakan hutan di Maluku Tengah sudah mengkhawatirkan. Dari sekitar 750 ribu hektare luas hutan, 70 ribu hektare sudah hancur. Angka ini diperkirakan terus bertambah seiring meluasnya operasi pembakaran lahan serta hutan oleh beberapa perusahaan kelapa sawit.

Bangunan Liar di Kawasan Hutan Cigugur Dibongkar

CIAMIS, (PRLM).- Bangunan liar di kawasan hutan milik negara tepatnya dipetak 89 Desa Harumandala, Kec. Cigugur, Kab. Ciamis, dibongkar. Pembongkaran bangunan illegal yang berlangsung hari Jumat (26/2) melibatkan anggota TNI, Polisi, Perhutani dan instasi terkait.

"Hari ini bangunan liar yang ada di kawasan hutan dibongkar. Kalau memang masih menginginkan bahan bangunan, silakan pemiliknya mengambil," tutur Kepala Admisitratur Perhutani Ciamis Dicky Y Radi, Jumat (26/2).

Perusahaan Tamak Babat Hutan Riau

PEKANBARU, TRIBUN - Perusahaan pemegang izin hutan tanaman industri (HTI) di Provinsi Riau dinilai terlalu rakus menebangi hutan alam untuk bahan baku industri bubur kertas, sedangkan pengelolaan kebun HTI dan kesejahteraan masyarakat di sekitar konsesi perusahaan masih terabaikan.

"Perusahaan hanya mengejar tebang hutan alam, bukan menanam di areal konsesi yang sudah ada. Masalah ini sudah lama terjadi," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Zulkifli Yusuf, pada diskusi kehutanan di Pekanbaru, Kamis (26/2).

Puluhan Babi Hutan Rusak 15 Hektare Tanaman Pertanian

LEBAK--MI: Puluhan babi hutan menyerang dan merusak areal tanaman pertanian seluas 15 hektare di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

"Dari 15 hektare yang rusak parah di antaranya di kawasan pertanian Cibaragalak di Desa Cijaku," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Salim saat dihubungi di Rangkasbitung, Kamis (25/2) malam. Kawanan babi liar yang datang dari hutan tersebut merusak tanaman jagung, kacang tanah, singkong, dan padi huma yang akan dipanen pada Maret mendatang.

LP Bentuk Satgas untuk Minimalisasi Penjarahan Hutan Nusakambangan

CILACAP--MI: Tujuh lembaga pemasyarakatan (LP) di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, membentuk Satuan Tugas Keamanan dan ketertiban (Satgas Kamtib) yang bertugas khusus mengendalikan perambahan hutan dan pendatang ilegal.

Pembentukan Satgas Kamtib dilakukan karena penjarahan hutan di Nusakambangan belakangan makin marak dan arealnya digunakan sebagai lahan pertanian.

Hutan Produksi Dijadikan Kebun Sawit Ditolak

TEMPO Interaktif, Jambi - Sejumlah kalangan menolak Rencana Kementerian Kehutanan RI yang menggodok rancangan peraturan menteri mengenai aturan  izin pembukaan perkebunan kelapa sawit di kawasan hutan produksi. "Kami secara terang-terangan menolak rencana tersebut," kata Ruqaiya Raffiq, Direktur Yayasan Setara Jambi, organisasi khusus pemerhati masalah kelapa sawit kepada Tempo hari ini. 

Tanam Pohon Tak Mampu Atasi Hutan Kritis di Pamekasan

TEMPO Interaktif, Pamekasan - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mencatat lebih 20 ribu hektare hutan rakyat saat ini dalam kondisi kritis. Padahal tiap tahun kegiatan menanam pohon terus dilakukan.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pamekasan Bambang Prayogi mengatakan, dari jumlah tersebut hampir 1.000 hektare kategori sangat kritis, 5.000 hektare lainnya kritis, dan 14 ribu hektare lainnya agak kritis. "Yang rusak baru sekitar 94 hektar," katanya, Rabu (10/2).

Ribuan Hektar Hutan Kalbar Dibabat Tanpa Izin

PONTIANAK, KOMPAS.com — Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit diduga merambah areal kawasan hutan di Kalimantan Barat tanpa izin. Hingga saat ini Dinas Kehutanan Kalbar bersama Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan pengumpulan bahan keterangan.

Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dishut Kalbar Soenarno membeberkan, pihaknya sudah mendapatkan data pelanggaran itu di dua kabupaten, yakni Sanggau dan Bengkayang.

KPK Diminta Usut Mafia Hutan

JAKARTA-MI: Koalisi beberapa LSM dengan nama Koalisi Anti Mafia Kehutanan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut mafia kehutanan dan kasus-kasus korupsi di kehutanan.

"Kami meminta KPK menjadikan kasus-kasus korupsi kehutanan sebagai salah satu prioritas penting," kata Kepala Departemen Advokasi dan Jaringan Eksekutif Walhi M Teguh Surya mewakili Koalisi Anti Mafia Kehutanan di Jakarta, Jumat (5/2).

Hutan Dirusak Kalpataru Diserahkan

Pekanbaru, Kompas - Tidak tahan melihat kerusakan hutan adat yang selama ini gigih dipeliharanya, Patih Laman (90), peraih Kalpataru 2003, berniat menyerahkan Piala Kalpataru miliknya kepada Gubernur Riau Rusli Zainal. Penyerahan direncanakan dilakukan hari Senin (8/2).

Perhutani dan Masyarakat Kelola Bersama Hutan Gundul di Jember

JEMBER - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jember merencanakan untuk mengajak masyarakat bekerjasama mengelola 18.000 hektare bekas hutan yang gundul. "Tujuannya untuk meningkatan perekonomian masyarakat di sekitar hutan,” kata Administratur Perum Perhutani KPH Jember Taufik Setyadi, Rabu (3/2).

Menurut dia, dengan kerjasama tersebut akan menjadikan masyarakat lebih bertanggung jawab dalam melestarikan hutan. Pengelolaan secara bersama juga bertujuan menekan pembalakan liar dan pendudukan lahan secara illegal.

Kerusakan Hutan Akibatkan Gajah Masuk Kompleks Chevron

Pekanbaru (ANTARA News) - Kawanan gajah liar yang memasuki kompleks PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di Kecamatan Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, adalah akibat satwa dilindungi tersebut kesulitan mencari makan di hutan habitatnya yang rusak parah .

"Gajah yang masuk kompleks perusahaan berasal dari Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja. Namun, karena habitat mereka di Balai Raja telah rusak parah, maka gajah kini sulit mendapatkan makanan dan terpaksa masuk di areal perusahaan," kata Humas WWF Riau Syamsidar kepada ANTARA di Pekanbaru, Rabu.