Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Hutan Lindung Akan Ditambah

Pemprov NAD Usulkan Satu Juta Hektar

Banda Aceh, Kompas - Luasan hutan lindung di seluruh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diusulkan bertambah satu juta hektar. Usulan ini untuk mengakomodasi rencana Gubernur Irwandi Yusuf tentang jasa pengelolaan hutan masyarakat Aceh.

Mantan Ketua Tim Penyusun Rencana Strategis Pengelolaan Hutan Aceh (TPRSPHA ) Bhakti Siahaan, ditemui di Banda Aceh, Kamis (1/4), mengatakan, penambahan luas hutan lindung tersebut diupayakan termaktub dalam rancangan rencana tata ruang dan tata wilayah provinsi yang sedang disusun.

”Penambahan luas ini didasarkan pada penilaian tingkat kerawanan bencana di tiap-tiap wilayah. Hasilnya, hampir seluruh wilayah provinsi rawan bencana,” tuturnya.

Dia menjelaskan, saat ini luas hutan lindung di Aceh mencapai 1,482 juta hektar. Berdasarkan usulan TPRSPHA, luas hutan lindung yang tercantum dalam peraturan daerah atau kanun Pemprov NAD akan mencapai luas 2,856 juta hektar.

Beberapa kabupaten/kota yang akan bertambah luasan hutan lindungnya akibat usulan tersebut antara lain Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Jaya. Penambahan luas hutan lindung terbesar, terang Bhakti, berada di Kabupaten Aceh Jaya.

Lebih lanjut dia mengatakan, usulan itu masih terus dibicarakan dengan dinas-dinas terkait serta pemerintah kabupaten/kota karena setiap lembaga memiliki usulan program tersendiri terkait dengan perda RTRW yang sedang disusun Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah. Di samping itu, beberapa daerah, diakui Bhakti, juga mengajukan usulan pengurangan luas hutan lindung.

”Ada beberapa pemerintahan kabupaten/kota yang mengusulkan penambahan luas kawasan budidaya. Alasannya lahan yang ada sudah sangat sempit dan tidak bisa dikembangkan. Mereka harus mencari kawasan budidaya baru,” katanya.

Dia mencontohkan, Pemkab Aceh Selatan mengusulkan perubahan hutan lindung menjadi kawasan budidaya sebanyak 18 persen dari yang ada sekarang. ”Ini harus dibahas lebih dulu. Tidak bisa penetapan pengurangan dilakukan serampangan,’ katanya.

Dewan Pengarah Yayasan Pencinta Alam Aceh Selatan Baiman Fadhly mengingatkan, penambahan luas hutan lindung harus dibarengi dengan konsep yang jelas tentang perlindungan hutan dan perlindungan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hutan.

”Yang menjadi perdebatan selama ini adalah tapal batas dan boleh atau tidaknya masyarakat mencari nafkah dari hasil hutan, baik kayu maupun nonkayu,’ ujarnya.

Bhakti menyatakan, penambahan itu tidak terlepas dari hasil pengawasan dan penelitian yang dilakukan tim yang dibentuk oleh gubernur selama tahun 2008-2009. Menurut hasil penelitian tim, tiap kawasan memiliki tingkat kerawanan kebencanaan tersendiri.

Dia mencontohkan mengenai Rawa Tripa. Menurut dia, kawasan gambut Tripa seharusnya menjadi daerah resapan air dan daerah penyangga bagi daerah hulu di wilayah barat laut NAD. Namun, pada kenyataannya, kawasan rawa gambut tersebut sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Menurut dia, rencana untuk memberikan kesejahteraan bagi rakyat melalui pengelolaan jasa kehutanan, seperti penjualan karbon, harus diupayakan dengan mengembalikan fungsi hutan dan kawasan lindung seperti sedia kala. (MHD)

Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/03/05013230/Hutan.Lindung.Akan.Ditambah.

Related Posts by Categories



0 comments:

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...