Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Hutan Jadi Tambak

Pontianak, Kompas -Hutan mangrove seluas 1.300 hektar di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini berubah fungsi menjadi tambak udang dan ikan. Padahal, hutan mangrove itu masuk dalam kawasan hutan lindung.

Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Dinas Kehutanan Kalimantan Barat Soenarno di Pontianak, Jumat (5/3), menuturkan, kasus itu sudah dilaporkan dan diekspos di depan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Jakarta pada Kamis lalu.

Ekspos dihadiri pejabat kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi. ”Kami, tim terpadu di Kalimantan Barat, diminta menyelesaikan penyidikan dalam dua bulan,” kata Soenarno.

Citra satelit tahun 2000 menunjukkan, hutan mangrove di sepanjang pesisir selatan Kalbar itu masih utuh. Baru tahun 2006 mulai terdeteksi penyusutan hutan mangrove dan kini habis.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi SW mengatakan, polisi sudah menetapkan lebih dari 50 orang warga Kubu menjadi tersangka pengalih fungsi hutan lindung.

Abdul Latif Rahman Hud (58), mantan Kepala Desa Dabung, Kecamatan Kubu, yang menjadi salah satu tersangka, mengatakan, warga tidak pernah menebang mangrove. ”Mangrove sudah ditebang perusahaan yang mengekspor kayu mangrove. Kami kemudian memanfaatkan lahan untuk tambak,” katanya.

Polda Kalbar juga sedang menyelidiki temuan 80 meter kubik kayu di dua tempat penggergajian di Desa Lintang Batang, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Direktur Reserse Kriminal Polda Kalbar Komisaris Besar Rafli melalui Kepala Satuan III Direskrim Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Ilham Hasibuan mengatakan, polisi masih mengejar pemilik penggergajian berinisial MR.

Tapal batas hutan

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumut James Budiman Siringoringo, Jumat di Medan, pembuatan tapal batas kawasan hutan di Sumatera Utara sangat mendesak dilakukan. Hal ini untuk mencegah perambahan kawasan hutan, terutama untuk perluasan kebun kelapa sawit.

Ia mengatakan, saat ini sekitar 130.000 hektar hutan di Sumut dirambah jadi perkebunan sawit. ”Para perambah berdalih, kawasan hutan dan bukan kawasan hutan tidak jelas,” katanya.

Menurut Siringoringo, pembuatan tapal batas kawasan hutan ini menunggu revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 44 Tahun 2005 tentang Penunjukan Kawasan Hutan di Sumut. Revisi diajukan Pemprov Sumut bersama pemkab yang memiliki kawasan hutan. Mereka minta Kementerian Kehutanan melepaskan 564.200,36 hektar hutan jadi bukan kawasan hutan. Di lapangan, banyak dari kawasan hutan itu sudah berubah menjadi perkebunan, permukiman, dan kantor pemerintahan.

Menurut Rulianto dari Pusaka Indonesia yang mendampingi masyarakat membuat model konservasi desa di Kabupaten Pakpak Bharat dan Dairi, yang paling penting sebelum pemerintah membuat tapal batas adalah menyelesaikan persoalan tumpang tindih lahan ulayat milik masyarakat dengan kawasan hutan lindung. (AHA/BIL)

Source : http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/06/04283114/.hutan.jadi.tambak

Related Posts by Categories



2 comments:

Ngeposting ni yee said...

wAh ada-ada aja, hUtan masa di jAdiin tAmbak.,,

4shared said...

Makasih Infonya..

KedaiObat | Blogging Info | Kamus Simplisia| Health Today | Unik

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...