Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Alih fungsi hutan picu banjir Jawa Barat

JAKARTA (Bisnis.com): Perubahan fungsi kawasan hutan menjadi kawasan pemukiman dan persawahan menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang yang melanda pemukiman dikitar aliran sungai Citarum seperti Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

“Dari 230.000 hektare (ha) kawasan hutan, 15.000 ha di antaranya berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman, persawahan dan budidaya yang pada akhirnya menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar ketimbang manfaatnya,”ujar Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan seusai meninjau Desa Margasari Baleendah, Bandung Selatan, hari ini.

Penegasan itu disampaikannya seusai melakukan peninjauan langsung ke kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) Citarum.  “Perubahan fungsi itu mengurangi fungsi kawasan hutan, akibatnya banjir akan selalu terjadi dan terus terjadiMeskipun, rehabilitasi itu penting, tapi mengubah prilaku lebih penting," ungkapnya.

Tidak disiplinnya perilaku masyarakat di sekitar DAS Citarum telah menghasilkan limbah sebesar 100.000 ton per tahun, mengakibatkan terjadinya sedimentasi yang tinggi di DAS Citarum. “Total kerugian akibat bencana banjir setiap tahunnya mencapai Rp30 triliunan.”

Dia menjelaskan luas kawasan hutan di Jawa Barat, 22%-nya berada di hulu DAS Citarum hingga hilir di Cirata. "Dari 230.000 ha, 7%-nya memang belum direhabilitasi. Ini harus menjadi perhatian serius bersama supaya ke depannya tidak ada lagi puluhan ribu rumah dan ratusan jiwa jadi korban banjir seperti di Bandung, Karawang dan Bekasi."

Rehabilitasi besar-besaran di sepanjang DAS Citarum, lanjut menhut, harus segera direalisasikan.  Kementerian Kehutanan siap membantu pemerintah daerah untuk menyediakan bibit. "Berapapun bibit yang diperlukan baik untuk 10ha  atau 20 ha akan disiapkan." (htr)

Source : http://web.bisnis.com/umum/sosial/1id170738.html

Related Posts by Categories



3 comments:

nuy said...

Wah bener-bener memprihatinkan ya kak.. ini karena kurangnya kesadaran dari masyarakatnya juga masa penghasilan limbah 100.000 ton per tahun waduu.. ckckckck..

Gondrezt said...

Oleh karena itu peran organisasi-organisasi lingkungan, khususnya pemerintah untuk mengsosialisasikan cara mengelola limbah rumah tangga yang baik dan benar sangat dibutuhkan. Dan pemerintah harus dengan tegas menindak segala pengerusakan alam beserta isinya demi mewarisan alam yang indah untuk anak cucu kita kelak.

jabon said...

selain kawasan hutan yang di jadikan pemukiman faktaor lain adalah kawasan sungai yang di jadikan pemukiman.ya to ya?

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...