Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Profauna Desak Pemerintah Selamatkan Hutan

Malang - ProFauna Indonesia mendesak pemerintah untuk mengambil kebijakan praktis dan politis untuk menyelamatkan hutan dan mengamankan satwa liar yang masih tersisa di Indonesia.

Koordinator Pengaman hutan ProFauna Indonesia Radius Nursidi, Selasa, mengatakan, pemerintah perlu menempatkan petugas di pos-pos pengamanan jalur keluar masuknya kawasan konservasi

"Selama ini tidak ada pengamanan ketat di jalur keluar masuknya orang di kawasan hutan sehingga semua orang bisa begitu mudah keluar masuk hutan termasuk para pemburu satwa liar yang dilindungi oleh negara," tegasnya.
Menurut dia, jika dihitung secara konservatif dengan laju deforestasi yang stabil, saat ini di Pulau Jawa terjadi pengurangan jumlah hutan selama kurun waktu 2007-2010 mencapai 10.000 hektare.

Kondisi itu menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan satwa langka yang ada di hutan Pulau Jawa.

Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Departemen Kehutanan, katanya, penyumbang terbesar terjadinya deforestasi untuk wilayah Pulau Jawa adalah Jawa Timur yakni seluas 438,1 hektare per tahun.

Dengan rincian terjadi di hutan primer 25,1 hektare/tahun atau 5,7 persen hutan sekunder 43,6 hektare/tahun atau 9,9 persen, hutan lainnya 369,5 hektare/tahun atau 84,3 persen.

Secara umum, lanjutnya, laju deforestasi yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan periode 2003-2006 yang terbesar terjadi di Sumatra yaitu seluas 268.000 hektare/tahun atau 22,8 persen dari total angka deforestasi rata-rata di Indonesia seluas 1,17 juta hektare/tahun.

Di urutan kedua adalah Kalimantan seluas 239 ribu hektare/tahun atau 20,4, kemudian Sulawesi seluas 114,7 ribu hektare/tahun atau 9,8 persen, dan Pulau Jawa sebesar 2,5 ribu hektare/tahun atau 0,2 persen.

Walaupun laju deforestasi di Pulau Jawa paling kecil, katanya, hutan yang tersisa di Pulau Jawa sangat vital, karena Pulau Jawa sebagai pulau dengan penduduk terpadat dan kondisi hutannya nyaris tak diperhatikan.

Padahal, hutan yang ada di Pulau Jawa menyimpan banyak satwa endemik yang langka dan terancam punah.

Pembukaan lahan hutan di Jawa juga berimpilikasi secara langsung terhadap peningkatan perburuan satwa liar.

Perburuan satwa liar dan langka, kata dia, masih terjadi secara rutin di kawasan-kawasan konservasi alam seperti Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo dan Taman Nasional Merubetiri.

"Pengawasan yang lemah dan kemudahan akses untuk menuju kawasan konservasi tersebut mendorong perburuan satwa liar tetap subur. Padahal, perburuan tersebut juga berakibat pada perusakan hutan," ujarnya.(*)

Source : http://www.antaranews.com/berita/1263288406/profauna-desak-pemerintah-selamatkan-hutan

Related Posts by Categories



2 comments:

dzaki said...

Ya benar tu sOB Selama ini tidak ada pengamanan ketat di jalur keluar masuknya orang di kawasan hutan walaupun di beberapa daerah indonesia memiliki POLHUT atau Polisi Hutan, tapi sama aja gak da gunanya..
toh hutan juga masih terus habis..

Gondrezt said...

Sebenarnya luas hutan yang dijaga tidak sebanding dengan jumlah petugas yang menjaga... (dalam tanda kutip, bila tidak ada petugas atau instansi terkait yang bermain didalamnya).

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...