Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Dephut Lanjutkan Operasi Penertiban Kawasan Hutan

Departemen Kehutanan terus melakukan operasi perambahan / penyerobotan kawasan hutan oleh perusahaan perkebunan yang berpotensi merugikan negara triliunan rupiah.

Direktur Penyidikan dan Perlindungan Hutan Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Awriya Ibrahim di Jakarta, Senin (18/01), menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan operasi perambahan di luar kawasan hutan register 40, Tapanuli, Sumatera Utara.

"Kami sudah identifikasi ada 16 perusahaan yang terindikasi merambah kawasan hutan yang merugikan negara," katanya.
Dia mengatakan, upaya Departemen Kehutanan membenahi perambahan kawasan sudah lama dilakukan, namun memang tidak mudah mengingat kawasan hutan yang dirambah atau diserobot perusahaan yang mengatasnamakan masyarakat sudah terjadi bertahun-tahun.

Menurut dia, luas areal yang dirambah, misalnya di kawasan hutan lindung Mahato Rokan Hulu 80 persen sudah menjadi kebun sawit. Perambahan itu kemungkinan juga terjadi di wilayah lain.

"Kami sudah dan akan terus melakukan razia untuk menertibkan areal kebun kelapa sawit ilegal. Penertiban dilakukan karena pemerintah telah mencanangkan pengembalian area hutan lindung yang dijadikan kebun sawit untuk menjadi hutan lagi," kata dia.

Sebelumnya, kelompok yang mengatasnamakan Masyarakat Tapanuli Selatan korban Soekanto Tanoto, Senin, mendatangi Gedung Manggala Wanabakti.

Mereka mendesak Menhut Zulkifli Hasan mencabut izin perusahaan baik HPH/HTI milik Soekanto Tanoto yang dituduh merampas tanah ulayat masyarakat Tapanuli Selatan sampai 20.000 hektare.

Jubir aksi Hendri mengatakan, Soekanto Tanoto telah mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar dan perusahaannya tidak pernah memberikan kontribusi yang cukup baik untuk rakyat maupun negara kecuali kerusakan lingkungan.

"Kerusakan hutan di Tapanuli Selatan merupakan ulah Soekanto Tanoto lewat HPH-nya PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan perusahaan patungannya dengan PT Inhutani IV, yakni PT Sumatera Sylva Lestari (SSL). Ekspansi kedua perusahaan itu menyebabkan kawasan lindung register 40 Padang Lawas seluas 178.508 hektare rusak, belum lagi hak tanah ulayat yang dirampas," kata Hendri.

Dia meminta Menhut Zulkifli Hasan mencabut izin perusahaan Tanoto dan menindak pejabat kehutanan yang ditengarai ikut memberikan kemudahan kepada pengusaha itu untuk menguasai ratusan ribu hektare kawasan hutan untuk usahanya.

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Awriya mengakui pihaknya akan mengecek dulu kebenaran dan keberadaan PT SRL dan PT SSL apakah benar perusahaan itu berizin 100 tahun.

Sementara Darori ketika dikonfirmasi membantah dirinya pribadi memiliki kedekatan sekaligus memberikan kemudahan usaha untuk Tanoto. "Saya tak pernah memberi kemudahan kepada siapapun. saya hanya berpegang pada aturan," kata Darori. (Ant)

Source : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=40991:dephut-lanjutkan-operasi-penertiban-kawasan-hutan&catid=26:nasional&Itemid=44

Related Posts by Categories



0 comments:

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...