Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

5 Tahun 100 Hari Pemerintahan SBY

Melanggar Konstitusi, Gagal Melindungi Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam Indonesia!

WALHI - Jakarta - Sejak pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, rezim ini terus disibukan dengan isu “Cicak Vs Buaya”, “Pelemahan Institusi KPK”, dan “Mega Skandal Kasus Century”.

Begitu antusiasnya publik, politisi dan media massa atas 3 kasus ini, sehingga hampir setiap pemberitaan terkait hal tersebut selalu saja menjadi berita utama. Imbasnya, isu penting lainnya seperti lingkungan hidup kurang mendapat perhatian publik lebih luas.

Dari sisi kebijakan lingkungan hidup, sebagaimana analisa yang sudah disampaikan dalam dokumen evaluasi 5 tahun pemerintahan SBY-JK (WALHI, Oktober 2009) dan Outlook Lingkungan Hidup 2010, (WALHI, Januari 2010), rezim SBY masih kental dengan corak eksploitatif, liberal, berorientasi pasar bebas, mendorong penghancuran lingkungan hidup serta melanggaran Hak Asasi Manusia. Corak ekonomi-politik lainnya adalah setia bersandarkan pada skema utang luar negeri!

Berry Nahdian Forqan, Direktur Eksekutif WALHI menjelaskan “Lebih ironi lagi, kegentingan ekologis rakyat Indonesia yang ditandai dengan masifnya peristiwa bencana ekologis, dengan korban jiwa maupun materi yang tidak sedikit, serta dampak dari perubahan iklim global belum mendapat porsi yang maksimal dari kebijakan negara, di bawah rezim SBY. Putaran dialog terkait perubahan iklim, hanya menempatkan Indonesia sebagai negara “pengikut sejati”  dari kehendak negara-negara kapitalis-utara (Annex I). Pidato akan menurunkan emisi 26% pada sector kehutanan, faktanya rezim terus mengeluarkan izin konsesi dan konversi diatas hutan alam  untuk HPH, HTI, dan perkebunan sawit skala besar lebih dari 26,7 juta hektar” ungkapnya. 

Fakta lainnya, perlawanan rakyat mempertahankan hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat, wilayah kelola, serta hak-hak atas tanah, masih dihadapi dengan tindakan kekerasan dan kriminalisasi dari aparat negara. Tentu saja peran modal tidak bisa dilepaskan dalam konteks ini. Cabang-cabang produksi negara yang penting seperti, pertambangan, perkebunan skala besar, industri properti, proyek infrastruktur, dan Migas, menjadi arena pertarungan penting, dimana rakyat jelata hadap-hadapan dengan negara dan kuasa modal besar.

Kekerasan modal  merupakan babak lanjut dari fakta yang tak terbantahkan bagaimana negara dan aparatusnya tunduk di bawah-kaki kuasa neokolonialisme dan neoliberalisme. Perebutan tanah, air dan ruang kelola terjadi secara masif di lapangan, yang melibatkan korban Kaum Miskin Pedesaan maupun Kaum Miskin Kota. Ini belum ditambahkan dengan penerapan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Area/FTA); mulai dari IJEPA (Indonesia dan Jepang), ACFTA (ASEAN-China FTA),  New Zealand-Australia (NZFTA,), dan berbagai perjanjian bilateral dan multilateral lainnya yang merugikan kepentingan nasional.

Faktor-faktor kemiskinan struktural di desa dan kota (urban), sanitasi dan udara yang buruk, serta kualitas lingkungan yang terus menurun, adalah bagian penting yang mendorong rendahnya angka harapan hidup rakyat Indonesia. Sebuah situasi yang gagal ditangkap oleh sensus negara melalui Biro Pusat Statistik (BPS).

Berry menambahkan bahwa “tindakan menjadikan Indonesia sekedar sebagai bangsa jajahan dan penyedia bahan mentah bagi negara-negara industry adalah suatu tindakan sistemik mendorong terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia, serta penghancuran lingkungan hidup dan sumber daya alam tersisa (ecocide). Suatu pengingkaran dan penghianatan dari amanat rakyat dan konstitusi UUD 1945, khususnya Pasal 33! (Selesai)

Source : http://www.walhi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=669%3A5-tahun-100-hari-pemerintahan-sby-melanggar-konstitusi-gagal-melindungi-lingkungan-hidup-dan-sumberdaya-alam-indonesia&catid=133%3Asiaran-pers&Itemid=92&lang=en

Related Posts by Categories



1 comments:

Ngeposting ni yee said...

pResiden kita sEkarang nI bAnyAk bAnget nGebentUk tim,,
seBenarNya tIm iNi bErfUngsI pA kAgAk yA ,,??

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...