Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

BMCK Putarbalikkan Fakta

Banda Aceh-Hasil audit lingkungan oleh WALHI dan MITRA ke ruas Jalan Jantho-Lamno, terkait maraknya perambahan hutan di jalan yang telah dibangun PU atau (kini, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya) tahun 1994 lalu. Walhi menuding BMCK telah membohongi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan memutarbalikkan fakta.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Bambang Antariksa, Kepada koran ini, Minggu (13/12) mengatakan, dari hasil tinjauan Walhi Aceh dengan pihak Ditreskrim Polda Aceh beserta sejumlah instansi terkait dari Propinsi dan Aceh Besar, Kamis (4/12) lalu, menemukan ruas jalan setempat memang telah melintasi kawasan hutan lindung Jantho, tanpa izin dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Selain itu, ujar Bambang, mereka menemukan aktivitas pembalakan di sepanjang jalan tersebut. “Berani sekali Kepala Dinas BMCK, Muhyan Yunan membohongi gubernur dengan mengatakan tidak ada aktivitas perambahan hutan dalam perealisasian jalan itu,” ucap Bambang keheranan.
Menurutnya, jika kepada gubernur saja berani berbohong, apalagi dengan bawahannya atau masyarakat biasa. Untuk membuktikan kebohongan tersebut, Walhi Aceh siap mengajak gubernur meninjau langsung lintasan jalan Jantho–Lamno. Walhi Aceh menyatakan siap menerima konsekwensi dari Pemerintah Aceh jika tidak terbukti adanya perambahan atau bukti-bukti fisik telah terjadi kerusakan hutan di sepanjang jalan Jantho–Lamno.

“Namun Gubernur juga harus berani mencopot Muhyan Yunan dari Dinas BMCK jika ternyata di lapangan terdapat bukti-bukti perambahan hutan lindung dan kerusakan hutan di sepanjang lintasan jalan Jantho–Lamno,” tantang Direktur Eksekutif Walhi Aceh.

Jika gubernur ternyata tidak memenuhi ajakan Walhi Aceh untuk meninjau langsung ke lapangan, Bambang meminta agar Irwandi tidak serta-merta mengatakan laporan Walhi ke Polda Aceh tidak benar.

Walhi menduga, ada upaya dari Pemerintah Aceh mengalihkan isu pembangunan Jalan Jantho – Lamno tanpa izin dari Menteri Kehutanan serta belum adanya Amdal dengan aktivitas pembalakan liar di wilayah itu. Sekali lagi, Bambang menuturkan, upaya pengalihan isu itu, dilakukan untuk menyelamatkan Kadis BMCK, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta rekanan pelaksananya dari jeratan hukum.

Untuk itu, Direktur Eksekutif Walhi Aceh meminta Kapolda Aceh, Irjen Pol Adityawarman, agar tidak terpengaruh dengan pernyataan Gubernur yang mengatakan laporan Walhi Aceh tidak benar. “Walhi Aceh berharap supaya pihak kepolisian tetap mengacu pada Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan jo.

Permenhut nomor P.43/Menhut-II/2008 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan untuk mengusut hal ini, dan biarkan proses hukum berjalan tanpa ada intervensi politik oleh pemegang kekuasaan," harapnya. (ian)

Source : http://www.rakyataceh.com/index.php?open=view&newsid=14517&tit=BANDA%20ACEH%20-%20BMCK%20Putarbalikkan%20Fakta

Related Posts by Categories



0 comments:

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...