
"Buktinya Gubernur Kalbar, Cornelis diundang oleh Gubernur California Arnold Schwarzenegger untuk membicarakan perubahan iklim sedunia pada 30 September hingga 2 Oktbober di Los Angeles," kata Direktur Eksekutif Walhi Kalbar Shaban Setiawan, di Pontianak, Senin (28/9).
Ia mengatakan, meskipun undangan itu lebih banyak nuansa politiknya, tetapi undangan itu menandakan dunia memperhatikan kerusakan hutan tropis di Pulau Kalimantan yang saat ini sudah dalam kondisi memprihatinkan.
"
Shaban juga mengingatkan, pemerintah
"Mereka maunya
Ia menilai, ada upaya "cuci tangan" lepas tanggung jawab negara industri terhadap perubahan iklim yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.
Shaban menjelaskan, dampak dari perluasan perkebunan sawit di Kalbar saat ini sudah dirasakan, di antaranya bencana banjir yang hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota yang sebelumnya hanya terjadi di beberapa kawasan rendah saja.
Data dari Institut Dayakologi dan Sawit Watch di enam kabupaten di Kalbar, perluasan perkebunan sawit sejak tahun 1980-an hingga 2009 sudah 229 perusahaan yang mengantongi izin perluasan sawit dengan luas 3,57 juta hektare, namun baru terealisasi sekitar 318.560 ribu hektare.
"Dari catatan kami sejak tahun 2000-2009, sudah 200 kasus konflik yang terjadi antara pemilik perkebunan dengan masyarakat sekitar perkebunan, rata-rata konflik terjadi karena hak masyarakat berupa tanah dirampas oleh pemilik perkebunan," ujarnya.
Selain itu, dampak perluasan sawit juga merusak daerah aliran sungai (DAS)
Sementara data dari Sawit Watch sejak 30 tahun terakhir sudah tercatat 1.753 kasus konflik yang terjadi antara pemilik perkebunan dengan masyarakat sekitar perkebunan karena masyarakat merasa haknya sudah dirampas.
Dari luas perkebunan sawit se-Indonesia seluas 7,3 juta hektare, sebesar 1,3 juta hektare lahan perkebunan sawit berkonflik.
"Perluasan perkebunan sawit lebih banyak negatifnya daripada positif, buktinya dengan digalakkan sektor itu telah menciptakan konflik antara pengusaha dan masyarakat," kata Shaban.
Anak Perusahaan
Sebelumnya, Juru kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara, Joko Arif, mengatakan saat ini ada sembilan anak perusahaan PT. Sinar Mas yang sedang mengembangkan perkebunan sawit di sekitar Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan kawasan "Heart of Borneo" atau hutan jantung Kalimantan.
Kesembilan anak perusahaan PT Sinar Mas yang sedang memperluas perkebunan sawit di sekitar TNDS dan TNBK, yaitu PT. Buana Tunas Mas seluas 16 ribu hektare.
Selanjutnya, PT. Sentra Karya Menunggal 20 ribu hektare, PT. Duta Nusa Lestari 17 ribu hektare, PT. Anugerah Makmur Sejati 15 ribu hektare, PT Primanusa Mitra Serasi 20 ribu hektare, PT Persada Graha Mandiri 20 ribu hektare, PT. Kartika Prima Cipta 20 ribu hektare, PT. Paramitra Internusa Pratama 20 ribu hektare dan PT Kapuas Palm Industry 18 ribu hektare.
"Kesembilan perusahaan itu saat ini sedang gencar-gencarnya menebang hutan sekunder dan primer di kawasan TNDS sehingga sangat berbahaya bagi kelangsungan danau itu termasuk mengancam hulu Sungai Kapuas yang merupakan sumber air sebagian besar masyarakat Provinsi Kalbar," katanya.
Luas kawasan HoB saat ini, di tiga negara sekitar 23.264.000 hektare, yaitu Indonesia seluas 16.759.000 hektare atau 69,1 persen terdiri Kalimantan Timur 8.145.100 hektare atau 35,0 persen, Kalbar 5.332.500 hektare 22,9 persen, Kalimantan Tengah 3.241.400 hektare atau 11,2 persen, Malaysia 6.341.000 hektare atau 27,3 persen, dan Brunei Darussalam 200.000 hektare atau 1,6 persen.
Sementara luas HoB di Kalbar berdasarkan fungsi hutan, yaitu hutan konservasi seluas 1.023.380 hektare, hutan lindung 252.041 hektare, hutan produksi 1.141.837 hektare, dan areal penggunaan lainnya 1.604.122 hektare.(ant/yan)
Source : http://erabaru.net/nasional/50-jakarta/5315-kerusakan-hutan-kalbar-menjadi-perhatian-dunia















0 comments:
Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...