Bengkulu, 27/9 (Antara / FINROLL News) - Lebih dari 50 persen kawasan hutan penyangga atau buffer zone Taman Nasional Kerinci Seblat sudah dirambah oleh masyarakat. "Sebagian besar dijadikan perkebunan sawit dan karet dan ada juga yang ditanami padi dan kacang-kacangan," kata Direktur Yayasan Genesis, Barlian, yang baru-baru ini melakukan investigasi.Kawasan penyangga yang tingkat perambahannya tergolong parah adalah Hutan Produksi (HP) Air Dikit register 40 di Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko.
Hasil identifikasi Genesis, sebagian besar perambah hutan adalah para pendatang dari luar daerah seperti Provinsi Lampung dan dari Pulau Jawa. Sebagian kecil, kata dia, merupakan tenaga upahan yang dibayar oleh pemilik modal untuk membuka lahan dengan upah Rp1 juta per hektare.
Belum lama ini, Polisi Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat
sudah melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menegur para perambah yang berada di dalam HP Air Dikit. Barlian mengatakan, perambahan adalah ancaman terbesar terhadap kelestarian hutan di Bengkulu termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat seluas 1,3 juta ha yang meliputi empat provinsi yakni Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat
Source : http://news.id.finroll.com/news/14-berita-terkini/143922-50-persen-hutan-penyangga-tnks-dirambah.html















0 comments:
Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...