Selamat Datang di http://gondrezt.blogspot.com "Bersama Menghadapi Kejahatan Hutan dan Iklim" lakukan hal secara nyata dimulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Pemerintah berdiam menghadapi kejahatan hutan dan iklim, masyarakat bertindak

Greenpeace, Walhi Kalimantan Barat dan AMAN Kalimantan Barat hari ini melakukan aksi di jantung Kalimantan untuk melindungi hutan dan lahan gambut Indonesia dari kerusakan yang dilakukan oleh Sinar Mas, penjahat hutan Indonesia terbesar. Aksi langsung tanpa kekerasan ini dilakukan di kebun kelapa sawit di sekitar Taman Nasional Danau Sentarum, salah satu lahan basah terbesar di dunia dan hulu sungai Kapuas yang merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Indonesia.

Sebanyak 10 orang aktivis Greenpeace dan Walhi memasang spanduk raksasa berukuran 30x6 meter di batas hutan yg masih tersisa di dalam wilayah konsesi Sinar Mas. Spanduk tersebut bertuliskan “Sinar Mas forest and climate criminal” atau “Sinar Mas penjahat hutan dan iklim”. Para aktivis kemudian merantai diri mereka ke ekskavator yang sedang beroperasi membuka hutan untuk menghalangi mereka menebangi hutan.
“Kami melakukan aksi hari ini karena pemerintah gagal melakukannya,” kata Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara. “Tiap hari terus menerus hutan dan lahan gambut tak ternilai dihancurkan, dibakar dan ditebangi oleh penjahat hutan seperti Sinar Mas yang mengakibatkan peningkatan eksponensial emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim. Masyarakat Asia Tenggara adalah yang paling tidak siap dan yang paling rentan terhadap akibat perubahan iklim. Tanpa aksi yang langsung dan dramatis, kita menghadapi masa depan yang tidak menentu dimana cuaca ekstrim, kekeringan dan banjir akan menjadi keseharian.”

Minggu lalu aktivis Greenpeace bersama masyarakat adat bekerjasama memadamkan kebakaran hutan yang tak terkendali di Riau. Di Propinsi Riau sendiri tercatat 2.800 titik api pada bulan Juli dan akan menghadapi lebih banyak kebakaran karena musim kering baru saja di mulai. Sebagian besar kebakaran dimulai dengan sengaja untuk persiapan lahan perkebunan kelapa sawit dan bahan bubur kertas. Indonesia menghancurkan hutannya lebih cepat dari negara lain di dunia, dan menjadikannya penyumbang polusi iklim terbesar ketiga terbesar di dunia. Saat ini titik api tercatat di seluruh wilayah Sumatra dan Kalimantan.

“Pada masa pemerintahan keduanya mulai Oktober nanti, Presiden Yudhoyono mendapatkan kesempatan bersejarah untuk memimpin usaha global bersama untuk membalikkan dampak buruk perubahan iklim pada perundingan iklim PBB di Kopenhagen bulan Desember nanti. Ini berarti dia harus segera mendeklarasikan moratorium penghancuran hutan dan lahan gambut. Karena hanya dengan inilah dana perlindungan hutan dapat mengalir dari negara-negara maju untuk memberikan solusi berkelanjutan demi hutan, masyarakat, dan keanekaragaman hayati yang bergantung padanya, serta membantu mereka memenangkan perang global melawan perubahan iklim,” kata Bustar.

“Kita sedang mengalami krisis hutan, sumber daya air dan apabila kawasan ini diserahkan ke perusahaan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit maka ribuan orang sepanjang DAS dan danau sentarum kehilangan lumbung perikanan, lumbung air bersih serta sumber penghidupan lainnya ,” kata Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Barat Shaban Stiawan. “Sumatra dan Kalimantan diselimuti asap akibat kebakaran hutan, taman-taman nasional kita dikelilingi deforestasi yang mengakibatkan masyarakat adat dan orang-orang yang bergantung pada hutan kehilangan sumber penghidupan tradisionalnya. Di Kalimantan Barat ini, Sinar Mas adalah penyebab utamanya.”

Sinar Mas adalah perusahaan kelapa sawit terbesar Indonesia, dan pemilik raksasa kertas APP. Mereka memiliki rencana ekspansi yang agresif di Kalimantan dan Papua untuk perkebunan kelapa sawit dan bahan bubur kertas di Sumatera. Walaupun mereka telah mengumumkan usaha-usaha konservasi dalam beberapa bulan terakhir ini, usaha meluaskan operasi mereka di hutan berjalan terus tanpa tanda-tanda melambat.

Related Posts by Categories



0 comments:

Belajar berbagi untuk sesama dan jangan lupa komentarnya...